Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pajak Rokok di Sini Salah Satu yang Tertinggi

0
0

pHILADELHIA, DDTCNews – Kenaikan pajak rokok sebesar US$1 per bungkus akan diberlakukan mulai Senin, 1 Agustus 2016. Kenaikan ini menjadikan retribusi di Pennsylvania yang sebesar US$ 2,60 menjadi tertinggi ke sepuluh, sementara New Jersey menduduki peringkat ke 9 dengan retribusi sebesar US$2,70 per bungkus.

Ketua Kampanye untuk Anak-anak yang bebas Rokok, Matthew L. Myers mengatakan pengenaan pajak yang lebih tinggi dianggap memainkan peranan kunci dalam menurunkan tingkat konsumsi rokok di negara itu, seperti halnya meningkatkan kesadaran mengenai bahaya-bahaya merokok dan kebijakan-kebijakan yang melarang merokok di dalam ruangan.

“Buktinya jelas, meningkatkan pajak rokok memang merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi konsumsi rokok di negara ini,” ungkap Myers.

Baca Juga: Pajak Penginapan Dikerek Jadi 8%

Sedangkan di Philadelphia, pajaknya akan menjadi US$4,60 per bungkus rokok, yang mana sudah termasuk US$2 yang ditambahkan dua tahun lalu untuk membantu menutupi defisit sekolah di daerah itu.

Kombinasi pajak negara bagian dan daerah akan membuat Philadelphia menjadi yang tertinggi ketiga di antara kota-kota besar di negara itu, menyusul Chicago yang sebesar US$6.16 per bungkus dan New York US$5.85 per bungkus.

Peraturan itu ditandatangani oleh Gubernur Wolf pada minggu lalu sebagai bagian dari langkah terakhir untuk meningkatkan penerimaan. Dan untuk pertama kalinya juga pajak dikenakan untuk produk tembakau lain seperti, tembakau tanpa asap, tembakau pipa, dan tembakau yang dilinting sendiri (55 sen untuk satu ons).

Baca Juga: Wah, Legalisasi Mariyuana Hasilkan Penerimaan Hingga Rp14,2 Triliun

Menurut Myers, dengan peraturan ini maka Pennysilvania jadi negara terakhir yang membebankan pajak atas barang-barang itu. Aturan ini juga menambahkan pajak grosir untuk rokok elektrik dan cairan vaping yang mengandung nikotin.

Pengenaan baik pajak tembakau non-rokok ataupun pajak untuk rokok elektrik akan diberlakukan pada 1 Oktober.

Myers juga mengatakan dalam sebuah pernyataan, "secara nasional, studi-studi menunjukkan bahwa tiap 10 % kenaikan harga rokok akan menurunkan konsumsi rokok pada kaum muda sampai sekitar 7% dan konsumsi rokok keseluruhan sampai sekitar 4%."

Baca Juga: Wah, Mayoritas Jutawan Dukung Pajak Kekayaan

Tingkat merokok orang dewasa Pennsylvania tercatat dalam sebuah data, sebesar 19.9% pada tahun 2014. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), jumlah tersebut sangatlah jauh di atas rata-rata nasional. Itu artinya, hampir seperempat penduduk dewasa Philadelphia mengkonsumsi rokok.

Myers memprediksikan, sebagaimana dilansir Philly.com, kenaikan di seluruh negara bagian akan mencegah setidaknya 32 ribu jiwa dari kematian dini akibat merokok, mengurangi konsumsi rokok 65 ribu dari perokok dewasa, mencegah 48 ribu anak menjadi perokok, dan menghemat US$2,19 miliar untuk biaya perawatan kesehatan. (Bsi)

Baca Juga: Banyak Hunian Kosong, Anggota Dewan Usulkan Pajak Tuan Tanah

“Buktinya jelas, meningkatkan pajak rokok memang merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi konsumsi rokok di negara ini,” ungkap Myers.

Baca Juga: Pajak Penginapan Dikerek Jadi 8%

Sedangkan di Philadelphia, pajaknya akan menjadi US$4,60 per bungkus rokok, yang mana sudah termasuk US$2 yang ditambahkan dua tahun lalu untuk membantu menutupi defisit sekolah di daerah itu.

Kombinasi pajak negara bagian dan daerah akan membuat Philadelphia menjadi yang tertinggi ketiga di antara kota-kota besar di negara itu, menyusul Chicago yang sebesar US$6.16 per bungkus dan New York US$5.85 per bungkus.

Peraturan itu ditandatangani oleh Gubernur Wolf pada minggu lalu sebagai bagian dari langkah terakhir untuk meningkatkan penerimaan. Dan untuk pertama kalinya juga pajak dikenakan untuk produk tembakau lain seperti, tembakau tanpa asap, tembakau pipa, dan tembakau yang dilinting sendiri (55 sen untuk satu ons).

Baca Juga: Wah, Legalisasi Mariyuana Hasilkan Penerimaan Hingga Rp14,2 Triliun

Menurut Myers, dengan peraturan ini maka Pennysilvania jadi negara terakhir yang membebankan pajak atas barang-barang itu. Aturan ini juga menambahkan pajak grosir untuk rokok elektrik dan cairan vaping yang mengandung nikotin.

Pengenaan baik pajak tembakau non-rokok ataupun pajak untuk rokok elektrik akan diberlakukan pada 1 Oktober.

Myers juga mengatakan dalam sebuah pernyataan, "secara nasional, studi-studi menunjukkan bahwa tiap 10 % kenaikan harga rokok akan menurunkan konsumsi rokok pada kaum muda sampai sekitar 7% dan konsumsi rokok keseluruhan sampai sekitar 4%."

Baca Juga: Wah, Mayoritas Jutawan Dukung Pajak Kekayaan

Tingkat merokok orang dewasa Pennsylvania tercatat dalam sebuah data, sebesar 19.9% pada tahun 2014. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), jumlah tersebut sangatlah jauh di atas rata-rata nasional. Itu artinya, hampir seperempat penduduk dewasa Philadelphia mengkonsumsi rokok.

Myers memprediksikan, sebagaimana dilansir Philly.com, kenaikan di seluruh negara bagian akan mencegah setidaknya 32 ribu jiwa dari kematian dini akibat merokok, mengurangi konsumsi rokok 65 ribu dari perokok dewasa, mencegah 48 ribu anak menjadi perokok, dan menghemat US$2,19 miliar untuk biaya perawatan kesehatan. (Bsi)

Baca Juga: Banyak Hunian Kosong, Anggota Dewan Usulkan Pajak Tuan Tanah
Topik : pajak rokok, pajak internasional, amerika serikat
artikel terkait
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG