ADMINISTRASI PAJAK

Pajak Masukan atas Emas Tidak Dapat Dikreditkan Tapi Bisa Dibebankan

Redaksi DDTCNews
Selasa, 16 April 2024 | 11.00 WIB
Pajak Masukan atas Emas Tidak Dapat Dikreditkan Tapi Bisa Dibebankan

Ilustrasi. Karyawati menata kepingan emas produksi Antam pada Bazar Emas Pegadaian di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/3/2024). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/YU

JAKARTA, DDTCNews - Pajak masukan yang berhubungan dengan penyerahan emas perhiasan yang terutang PPN dengan besaran tertentu tidak dapat dikreditkan. Meski demikian, pajak masukan tersebut masih dapat dibebankan.

Penjelasan dari Kring Pajak tersebut merespons pertanyaan dari seorang warganet di media sosial. Contact center Ditjen Pajak (DJP) menegaskan pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan masih dapat dibebankan sepanjang memenuhi ketentuan.

“Atas pajak masukan tersebut yang tidak dapat dikreditkan masih dapat dibebankan sebagai biaya sepanjang sesuai dengan ketentuan Pasal 6 UU 36/2008,” sebut Kring Pajak di media sosial, dikutip pada Selasa (16/4/2024).

Merujuk pada Pasal 6 UU Pajak Penghasilan, besaran penghasilan kena pajak bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.

Salah satunya ialah biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha antara lain biaya pembelian bahan; biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang.

Kemudian, bunga, sewa, dan royalti; biaya perjalanan; biaya pengolahan limbah; premi asuransi; biaya promosi dan penjualan; biaya administrasi; dan pajak kecuali Pajak Penghasilan.

Dalam ayat penjelas atas Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Pajak Penghasilan, biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha tersebut lazim disebut biaya sehari-hari yang boleh dibebankan pada tahun pengeluaran.

Untuk dapat dibebankan sebagai biaya, pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak.

Dengan demikian, pengeluaran untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan objek pajak tidak boleh dibebankan sebagai biaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.