Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pajak Judi Diterapkan, Tarif 15%

A+
A-
0
A+
A-
0

ADELAIDE, DDTCNews –Pemerintah Negara Bagian Australia Selatan akan menerapkan pajak judi dengan tarif 15% kepada perusahaan penyedia jasa judi online.

Bendahara Negara Bagian Australia Selatan Tom Koutsantonis mengatakan industri judi online sudah berkembang begitu pesat. Karena itu, kebijakan perpajakan harus menyesuaikan diri.

“Perusahaan judi online untung besar dari pejudi Australia Selatan. Mereka harus bayar pajak di sini, bukan di wilayah di mana kantor pusat dan server mereka berada,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga: Perkaya Literasi Perpajakan, Delegasi DDTC Borong Buku di India

Di Australia Selatan, judi dilegalkan untuk seluruh pertandingan atau perlombaan yang berlangsung di wilayah tersebut. Akibatnya, uang judi pun masuk menjadi bagian dari investasi olahraga.

Dalam estimasi kasar, apabila pajak judi itu diterapkan di seluruh wilayah Australia, maka setiap tahun akan ada setoran sekitar Aus$9,2 juta.

Tentangan Sporstbet

Baca Juga: Lagi, Profesional DDTC Berkontribusi dalam Buku Terbitan Internasional

AKAN tetapi, rencana penerapan pajak judi ini ditentang terutama oleh Sportsbet, salah satu penyedia jasa judi online terbesar di Australia yang beroperasi sejak 1993.

Sportsbet memperingatkan Australia Selatan akan menjadi negara bagian yang mengenakan pajak judi tertinggi di dunia, hingga akan membuat wilayah tersebut ditinggalkan.

“Kebijakan ini diambil tanpa konsultasi publik. Ini cara pemerintah beroleh uang mudah tanpa memikirkan efek jangka panjang,” kata Chief Financial Officer Sportsbet Ben Sleep.

Baca Juga: Lagi, DDTC Kirim 11 Delegasi Ikuti Konferensi Pajak di India

Dia mengklaim, seperti dilansir theaustralian.com.au, akibat pajak judi itu banyak bandar berlisensi di Australia Selatan yang menimbang untuk keluar dari negara bagian tersebut.

“Bukannya mengumpulkan uang, kebijakan ini malah mendorong judi online keluar dari Australia Selatan, hingga menciptakan kerugian ekonomi. Acara olahraga pun akan lesu,” ancam Sleep.

Dia menekankan dengan adanya pajak judi tersebut, Sportsbet akan membayar tiga lapis, yaitu pajak konsumsi yang tahun lalu Aus$53,4 juta, serta dana olahraga sebesar lebih dari Aus$75 juta.

Baca Juga: Negara Bagian di Australia ini Pertimbangkan Pajak Kesehatan Mental

Namun, Clubs Australia, koalisi asosiasi usaha yang berpengaruh di Australia, mendukung penerapan pajak judi tersebut.

“Perusahaan judi online sudah lama menghindari pajak. Ini adil dan masuk akal. Negara bagian lain bisa mengikuti jejak Australia Selatan,” kata Direktur Eksekutif Clubs Australia Josh Landis. (Bsi)

Baca Juga: Pajak Judi Online Disetujui Naik dari 2% ke 5%

“Perusahaan judi online untung besar dari pejudi Australia Selatan. Mereka harus bayar pajak di sini, bukan di wilayah di mana kantor pusat dan server mereka berada,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga: Perkaya Literasi Perpajakan, Delegasi DDTC Borong Buku di India

Di Australia Selatan, judi dilegalkan untuk seluruh pertandingan atau perlombaan yang berlangsung di wilayah tersebut. Akibatnya, uang judi pun masuk menjadi bagian dari investasi olahraga.

Dalam estimasi kasar, apabila pajak judi itu diterapkan di seluruh wilayah Australia, maka setiap tahun akan ada setoran sekitar Aus$9,2 juta.

Tentangan Sporstbet

Baca Juga: Lagi, Profesional DDTC Berkontribusi dalam Buku Terbitan Internasional

AKAN tetapi, rencana penerapan pajak judi ini ditentang terutama oleh Sportsbet, salah satu penyedia jasa judi online terbesar di Australia yang beroperasi sejak 1993.

Sportsbet memperingatkan Australia Selatan akan menjadi negara bagian yang mengenakan pajak judi tertinggi di dunia, hingga akan membuat wilayah tersebut ditinggalkan.

“Kebijakan ini diambil tanpa konsultasi publik. Ini cara pemerintah beroleh uang mudah tanpa memikirkan efek jangka panjang,” kata Chief Financial Officer Sportsbet Ben Sleep.

Baca Juga: Lagi, DDTC Kirim 11 Delegasi Ikuti Konferensi Pajak di India

Dia mengklaim, seperti dilansir theaustralian.com.au, akibat pajak judi itu banyak bandar berlisensi di Australia Selatan yang menimbang untuk keluar dari negara bagian tersebut.

“Bukannya mengumpulkan uang, kebijakan ini malah mendorong judi online keluar dari Australia Selatan, hingga menciptakan kerugian ekonomi. Acara olahraga pun akan lesu,” ancam Sleep.

Dia menekankan dengan adanya pajak judi tersebut, Sportsbet akan membayar tiga lapis, yaitu pajak konsumsi yang tahun lalu Aus$53,4 juta, serta dana olahraga sebesar lebih dari Aus$75 juta.

Baca Juga: Negara Bagian di Australia ini Pertimbangkan Pajak Kesehatan Mental

Namun, Clubs Australia, koalisi asosiasi usaha yang berpengaruh di Australia, mendukung penerapan pajak judi tersebut.

“Perusahaan judi online sudah lama menghindari pajak. Ini adil dan masuk akal. Negara bagian lain bisa mengikuti jejak Australia Selatan,” kata Direktur Eksekutif Clubs Australia Josh Landis. (Bsi)

Baca Juga: Pajak Judi Online Disetujui Naik dari 2% ke 5%
Topik : pajak internasional, pajak judi, australia
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA