Review
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 15 September 2020 | 11:02 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB
DDTC PODTAX
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Meletakkan Pondasi Empiris dalam Analisis Aliran Dana Gelap

A+
A-
5
A+
A-
5
Meletakkan Pondasi Empiris dalam Analisis Aliran Dana Gelap

SELAMA ini, bahasan terkait aliran dana gelap (illicit financial flows) dalam konteks perpajakan lebih banyak digaungkan oleh lembaga-lembaga nonprofit.

Tak heran, bahasan mengenai hal tersebut pada akhirnya lebih banyak mengedepankan aspek advokasi ketimbang aspek akademis. Dengan kata lain, pembahasan tentang aliran dana gelap, termasuk dalam bidang perpajakan, jarang sekali memiliki landasan kuat secara teori dan empiris.

World Bank mengisi kekosongan tersebut dengan menginisiasi analisis berbasis empiris dan faktual terkait dengan aliran dana gelap dalam publikasinya yang berjudul “Draining Development? Controlling Flows of Illicit Funds from Developing Countries”. Dieditori oleh Peter Reuter, bahasannya kemudian dibagi ke dalam lima bagian utama.

Baca Juga: Menyoal Konsep BUT pada Era Digitalisasi

Pada bagian pertama, para kontributor buku membahas mengenai aspek ekonomi politik dalam aliran dana gelap. Bagian ini dapat dikatakan sebagai pembentuk kerangka konseptual yang akan sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang akan menganalisis aliran dana gelap.

Bahasannya mencakup konsep keterkaitan aliran dana gelap dengan tata kelola pemerintahan hingga praktik pengalihan laba perusahaan sebagai bentuk aliran dana gelap itu sendiri. Adapun pada bagian kedua lebih ditujukan untuk membahas komponen serta mekanisme terjadinya aliran dana gelap dengan mengangkat topik utama mengenai jenis-jenis pasar ilegal.

Selanjutnya, bagian ketiga menghadirkan ulasan mengenai peran perusahaan untuk memfasilitasi terjadinya aliran dana gelap. Para kontributor pada bagian ini menekankan aspek-aspek perpajakan yang turut berkontribusi pada terjadinya aliran dana gelap. Beberapa di antaranya ialah manipulasi harga transaksi intragrup, peran negara suaka pajak, hingga manipulasi faktur pajak untuk eskpor-impor.

Baca Juga: Peran Kepatuhan Sukarela dalam Penanganan Masalah Administrasi Pajak

Bagian ini tentunya menjadi “roh utama” bagi para pemerhati aliran dana gelap yang juga tertarik mengulas aspek perpajakannya. Salah satunya ialah bab yang berjudul “Accounting for the Missing Billions” dengan yang ditulis Richard Murphy.

Dengan memuat perbandingan tarif PPh badan efektif di berbagai yurisdiksi dari perusahaan multinasional, tulisan ini mengungkap peran dari sistem pajak yang tidak transparan terhadap timbulnya aliran dana gelap. Faktor yang ditengarai menjadi penyebabnya ialah aturan kerahasiaan informasi yang diberlakukan oleh negara-negara suaka pajak.

Konsekuensinya, aturan hukum tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan multinasional untuk “menggelapkan” dananya. Di sisi lain, negara sedang berkembang belum memiliki kapasitas untuk mendeteksinya. Pada akhirnya, mereka kehilangan penerimaan pajak yang signifikan akibat praktik tersebut. Selain mendeteksi faktor-faktor yang menjadi penyebab, ia juga menekankan perlu direkonstruksinya standar pelaporan akuntansi untuk perusahaan multinasional.

Baca Juga: Belajar Resep Jitu Belanja Pajak dari Negara Maju

Dengan kiprahnya di dunia perpajakan internasional sebagai penggagas CbCR, tulisan dari akuntan kaliber ini menjadi sangat sayang pula untuk dilewatkan. Terlebih, CbCR sendiri dikenal sebagai salah satu instrumen standard untuk mendeteksi praktik penghindaran maupun penggelapan pajak yang diterapkan di berbagai negara.

Selanjutnya, bagian keempat buku ini berisi tentang analisis atas intervensi kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Menariknya, terdapat pula ulasan yang cukup kontradiktif dengan persepsi masyarakat selama ini terhadap aliran dana gelap, yakni dalam bab yang ditulis oleh Alex Cobham.

Dalam tulisannya, Alex menganalisis efektivitas kebijakan yang diterapkan oleh negara suaka pajak untuk menanggulangi dampak aliran dana ilegal serta peran aliran dana tersebut dalam konteks pembangunan negara sedang berkembang.

Baca Juga: Mengulas Implementasi 15 Aksi BEPS di Berbagai Negara

Selain Alex Cobham, ada pula tulisan dari Michael Levi yang mengulas efektivitas kebijakan antipencucian uang yang telah diterapkan di negara-negara berkembang. Adapun sebagai penutup, bagian kelima lebih mengulas mengenai usulan topik terkait aliran dana ilegal untuk dapat diteliti lebih lanjut di masa depan.

Penting pula untuk dipahami, ulasan mengenai aliran dana gelap yang terkait dengan bidang perpajakan dalam buku ini masih lebih banyak ditujukan untuk industri ekstraktif dan belum masuk terlalu jauh ke dalam sektor-sektor lainnya.

Namun demikian, secara keseluruhan, buku ini telah mampu meletakkan beberapa pondasi konseptual dan empiris untuk menganalisis aliran dana gelap yang mengedepankan validitas data dan informasi yang tidak hanya berupa opini.

Baca Juga: Menganalisis Pemajakan Perusahaan Teknologi Tanpa Kehadiran Fisik

Buku ini sangat layak dibaca bagi Anda yang tertarik mendalami fenomena aliran dana ilegal dalam dunia perpajakan internasional. Silakan berkunjung ke DDTC Library untuk dapat langsung membaca buku ini.*

Topik : buku, buku pajak, aliran dana gelap, analisis perpajakan, studi empiris, DDTC Academy
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 17 Agustus 2020 | 11:00 WIB
HUT KE-75 KEMERDEKAAN RI & HUT KE-13 DDTC
Senin, 17 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:19 WIB
AKTIVITAS PEREKONOMIAN
berita pilihan
Selasa, 22 September 2020 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 22 September 2020 | 17:15 WIB
PP 50/2020
Selasa, 22 September 2020 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 16:22 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:39 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 September 2020 | 15:11 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:08 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024
Selasa, 22 September 2020 | 14:58 WIB
KEBIJAKAN FISKAL