Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Lagi, 2 Profesional DDTC Raih Gelar LL.M. di Austria

A+
A-
8
A+
A-
8
Lagi, 2 Profesional DDTC Raih Gelar LL.M. di Austria

Senior Specialist Transfer Pricing Services Rahmat Muttaqin (kiri) dan Manager Tax Compliance & Litigation Services Anggi P.I. Tambunan berfoto bersama setelah wisuda. 

HARI ini, tepatnya pada 16 Juni 2020, dua profesional DDTC berhasil meraih gelar LL.M. dalam bidang hukum pajak internasional dari Vienna University of Economics and Business (WU Vienna), Austria.

Mereka adalah Manager Tax Compliance & Litigation Services Anggi P.I. Tambunan dan Senior Specialist Transfer Pricing Services Rahmat Muttaqin. Bertempat di Ceremonial Hall, Federal Ministry for Digital and Economic Affairs Austria, kedua profesional DDTC ini mengikuti prosesi wisuda yang menjadi rangkaian akhir dari studi S2 yang telah berlangsung selama kurang lebih sepuluh bulan.

Tesis pada tahun ini mengangkat tema “Hybrid Entities in Tax Treaty Law”. Anggi P.I. Tambunan mengambil topik “The Tax Treatment of Hybrid Entities in Developing Countries: The UN Model Position and Source State Concerns”. Sementara itu, Rahmat Muttaqin mengambil topik “Hybrid Entities in the Pre-BEPS Era: Impact of the OECD Partnership Report”.

Baca Juga: UU HPP Jadi Jembatan Menuju Sistem Pajak yang Lebih Modern

Studi ini merupakan bagian dari program Human Resources Development Programme (HRDP) DDTC. Setiap tahunnya, DDTC memberangkatkan pegawainya dengan beasiswa penuh untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S2 di berbagai universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

Anggi bersyukur telah mendapatkan kesempatan belajar di WU Vienna, Austria. Dia berharap semua ilmu yang telah didapat saat menempuh studi dapat melengkapi kemampuannya sebagai salah satu profesional DDTC.

“Tentunya saya ucapkan terima kasih untuk keluarga besar DDTC, terutama Pak Darussalam dan Pak Danny Septriadi atas kesempatannya untuk terus belajar. Semoga dengan ilmu yang saya terima, saya dapat berkontribusi terhadap pencapaian visi dan misi DDTC dan dunia perpajakan Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga: Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?

Rahmat juga mengucapkan terima kasih kepada DDTC atas kesempatan yang telah diberikan. Menurutnya, ilmu pajak merupakan ilmu yang sangat dinamis. Oleh karena itulah, setiap orang yang berkecimpung di dalam dunia pajak harus terus melihat perkembangan yang ada.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DDTC atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ilmu pajak merupakan ilmu yang berkembang setiap saat. sebagai profesional DDTC, kami harus selalu siap dan up to date. Semoga ilmu yang saya dapatkan ini nantinya bermanfaat bagi DDTC maupun komunitas pajak Indonesia,” tuturnya.

Acara wisuda dibuka dengan kata sambutan dari Dr. Matthias Tschirf selaku Direktur Jenderal Federal Ministry for Digital and Economic Affairs Austria. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan Prof. Dr. DDr.h.c. Michael Lang selaku Wakil Rektor WU Vienna sekaligus menjabat sebagai Direktur Akademi dari program LL.M. hukum pajak internasional.

Baca Juga: Beragam Cerita 'Derita' Kocak Praktisi Pajak, Simak di Sini!


Acara kemudian dilanjutkan dengan Awarding Ceremony yang dipimpin langsung oleh Prof. Lang kepada masing-masing wisudawan yang berasal dari berbagai negara. Tahun ini, WU Vienna meluluskan wisudawan dari Indonesia, Chile, Peru, Bolivia, Kosta Rika, Brazil, Panama, Korea Selatan, Jepang, India, Belgia, Italia, Serbia, Belarus, Kanada, dan Turki.

Kelulusan Anggi dan Rahmat melengkapi lima profesional DDTC lain yang telah menyelesaikan studinya lewat program HRDP. Mereka adalah Partner Research and Training Services B. Bawono Kristiaji, Partner Transfer Pricing Services Romi Irawan, Senior Manager Tax Compliance & Litigation Services Deborah, Senior Manager Transfer Pricing Services Yusuf Wangko Ngantung, dan Senior Manager Tax Compliance & Litigation Services Ganda C. Tobing.*

Baca Juga: Masih Ragu Ikut PPS? Simak Lagi, Ini Sederet Manfaatnya

Topik : reportase, HRDP, WU Vienna, Austria, profesional pajak, hukum pajak internasional, DDTC

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Rumawi

Senin, 06 Juli 2020 | 18:57 WIB
Selamat....... saya belajar hukum pajak. terima kasih
1

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 14 Desember 2021 | 13:15 WIB
PAJAK DALAM BERITA

Simak Videonya! UU HKPD Disahkan dan UMKM Wajib Lapor Omzet Mulai 2022

Senin, 13 Desember 2021 | 16:21 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY

Webinar Gratis Kolaborasi UNP & DDTC Academy Bahas PPh 2022, Tertarik?

Senin, 13 Desember 2021 | 13:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center di Kampus Perlu Disinergikan dengan Program Merdeka Belajar

berita pilihan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA

Simak Profil Pajak Kota Mutiara dari Priangan Timur

Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:00 WIB
KABUPATEN SUKAMARA

Optimalkan Pajak Pusat dan Daerah, Pemda Teken MoU dengan DJP

Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022

77,24% Peserta Debat Setuju Sidang Online Tetap Ada Pascapandemi

Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:00 WIB
GHANA

Pajak Transaksi Elektronik 1,75 Persen Diusulkan ke DPR

Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:52 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Objek Tak Kena PPN Dikurangi, Sektor Informal Diharapkan Masuk Sistem

Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:35 WIB
UU HPP

Dirjen Pajak Sebut Pengesahan UU HPP Tak Sulut Konfrontasi

Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

India Batalkan BMAD Produk Benang Pintal Poliester, Begini Kata Mendag

Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Badan PP 23/2018