Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

A+
A-
1
A+
A-
1
Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

DULBAHAR, Dulmaton, dan Dulkenyot adalah teman nongkrong. Mereka meninggal bersama gara-gara ketabrak kereta. Lalu, Dulbahar diberitahu bahwa ia telah menipu dalam melaporkan pajak penghasilannya. Karena itu, ia dihukum untuk bisa masuk surga.

Hukumannya adalah tidur dengan seorang perempuan bodoh yang jelek selama 5 tahun. Dulbahar sendiri merasa, hukuman tersebut adalah harga yang kecil untuk membayar keabadiannya di surga. Jadi, dia pergi dengan perempuan itu, dan berpura-pura bahagia.

Saat Dulbahar sedang jalan-jalan bersama perempuannya, tiba-tiba ia melihat temannya Dulmaton di depan. Ia sedang bersama seorang perempuan yang bahkan lebih jelek dari dirinya sendiri. Didorong rasa penasaran, ia pun segera bertanya.

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

“Eh, Dulmaton, apa yang terjadi?” kata Dulbahar sambil terkekeh.
“Kayak enggak tahu saja, kira-kira samalah seperti kau. Saya menipu pajak penghasilan saya, dan menipu pemerintah, padahal uang saya banyak,” jawab Dulmaton.

Mereka berdua lalu menggeleng-gelengkan kepala untuk memahami dan berpikir bahwa selama 5 tahun ini mereka harus bersama para perempuan itu. Wajah mereka mungkin pas-pasan, tapi mereka harus nongkrong bersama pasangannya untuk menghabiskan waktu.

Lalu Dulbahar, Dulmaton, dan pasangannya masing-masing, berjalan bersama. Tiba-tiba mereka melihat Dulkenyot. Tampaknya, Dulkenyot yang berwajah paling jelek ini sedang bersama seorang perempuan yang tinggi dan cantik sekali, dengan lenggok jalan seperti supermodel.

Baca Juga: Hukuman Guillotine

Tertegun karena penasaran, Dulbahar dan Dulmaton pun segera mendekati Dulkenyot. Mereka bertanya kepada Dulkenyot, bagaimana bisa dia berpasangan dengan dewi yang luar biasa itu, sementara mereka terjebak dengan wanita-wanita yang mengerikan.

“Aku tidak tahu, kawan, tapi pasti aku tidak mengeluh. Ini benar-benar waktu terbaik dalam hidupku. Hanya ada satu hal yang sepertinya tidak bisa kupahami. Setelah setiap kali berhubungan, dia selalu berguling dan bergumam pada dirinya sendiri, “Pajak penghasilan sialan!” (Bsi)

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan

Saat Dulbahar sedang jalan-jalan bersama perempuannya, tiba-tiba ia melihat temannya Dulmaton di depan. Ia sedang bersama seorang perempuan yang bahkan lebih jelek dari dirinya sendiri. Didorong rasa penasaran, ia pun segera bertanya.

Baca Juga: Bila Akuntan Bertemu Jin Lampu

“Eh, Dulmaton, apa yang terjadi?” kata Dulbahar sambil terkekeh.
“Kayak enggak tahu saja, kira-kira samalah seperti kau. Saya menipu pajak penghasilan saya, dan menipu pemerintah, padahal uang saya banyak,” jawab Dulmaton.

Mereka berdua lalu menggeleng-gelengkan kepala untuk memahami dan berpikir bahwa selama 5 tahun ini mereka harus bersama para perempuan itu. Wajah mereka mungkin pas-pasan, tapi mereka harus nongkrong bersama pasangannya untuk menghabiskan waktu.

Lalu Dulbahar, Dulmaton, dan pasangannya masing-masing, berjalan bersama. Tiba-tiba mereka melihat Dulkenyot. Tampaknya, Dulkenyot yang berwajah paling jelek ini sedang bersama seorang perempuan yang tinggi dan cantik sekali, dengan lenggok jalan seperti supermodel.

Baca Juga: Hukuman Guillotine

Tertegun karena penasaran, Dulbahar dan Dulmaton pun segera mendekati Dulkenyot. Mereka bertanya kepada Dulkenyot, bagaimana bisa dia berpasangan dengan dewi yang luar biasa itu, sementara mereka terjebak dengan wanita-wanita yang mengerikan.

“Aku tidak tahu, kawan, tapi pasti aku tidak mengeluh. Ini benar-benar waktu terbaik dalam hidupku. Hanya ada satu hal yang sepertinya tidak bisa kupahami. Setelah setiap kali berhubungan, dia selalu berguling dan bergumam pada dirinya sendiri, “Pajak penghasilan sialan!” (Bsi)

Baca Juga: Anomali Jumlah Persediaan
Topik : humor pajak, anekdot pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 04 Juni 2016 | 13:18 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 09 Januari 2017 | 10:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 20 Juli 2016 | 16:12 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Februari 2020 | 11:28 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Sabtu, 22 Februari 2020 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 22 Februari 2020 | 10:58 WIB
PELAPORAN SPT
Sabtu, 22 Februari 2020 | 09:46 WIB
RUU OMNIBUS LAW PERPAJAKAN
Sabtu, 22 Februari 2020 | 09:30 WIB
PELAPORAN SPT
Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:00 WIB
KOTA PADANG
Jum'at, 21 Februari 2020 | 21:00 WIB
DAMPAK VIRUS CORONA
Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:12 WIB
PMK 11/2020
Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:11 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:40 WIB
BARANG KENA CUKAI
Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:16 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK