Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:14 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:39 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:31 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Ketentuan Soal Saat Terutang Bea Meterai dalam UU yang Baru

A+
A-
3
A+
A-
3
Ketentuan Soal Saat Terutang Bea Meterai dalam UU yang Baru

Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak (DJP) Arif Yanuar dalam Media Briefing, Rabu (30/1/2020). (tangkapan layar Zoom)

JAKARTA, DDTCNews – Ketentuan mengenai saat terutang bea meterai dalam UU Bea Meterai yang baru akan diatur lebih terperinci dibandingkan ketentuan dalam UU No. 13/1985.

Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak (DJP) Arif Yanuar mengatakan terdapat 5 ketentuan saat terutang bea meterai dalam UU Bea Meteri yang baru nantinya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan jumlah dalam UU No. 13/1985 sebanyak 3 ketentuan saat terutang.

Suatu dokumen terutang bea meterai yakni saat dokumen dibubuhi tanda tangan. Kemudian, saat dokumen selesai dibuat (khusus untuk surat berharga). Selanjutnya, saat dokumen diserahkan kepada pihak untuk siapa dokumen dibuat (untuk surat yang menyangkut uang seperti kwitansi).

Baca Juga: Soal Tata Kelola Pengembangan Aplikasi Situs Web DJP, Cek di Sini

“Kemudian, saat dokumen diajukan ke pengadilan dan saat dokumen yang dibuat di luar negeri digunakan di Indonesia," ujar Arif, Rabu (30/9/2020).

Dalam ketentuan sebelumnya, saat terutang bea meterai adalah ketika dokumen diserahkan (bila dokumen tersebut dibuat oleh 1 pihak), saat dokumen selesai dibuat (bila dokumen tersebut dibuat oleh lebih dari 1 pihak), atau ketika dokumen yang dibuat di luar negeri digunakan di Indonesia.

Adapun pihak yang terutang bea meterai pun diperinci melalui UU Bea Meterai yang baru. Arif mengatakan pihak yang terutang bea meterai adalah pihak yang menerima dokumen apabila dokumen yang dimaksud dibuat sepihak.

Baca Juga: Momentum Covid-19 Perlu Dimanfaatkan untuk Tekan Penghindaran Pajak

Apabila dokumen dibuat oleh 2 pihak atau lebih, pihak yang terutang adalah masing-masing pihak atas dokumen yang diterima. Apabila dokumen yang diterbitkan adalah surat berharga, pihak terutang bea meterai adalah pihak yang menerbitkan dokumen.

Selanjutnya, pihak yang mengajukan dokumen sebagai alat bukti di pengadilan juga menjadi pihak yang terutang bea meterai. Khusus untuk dokumen yang dibuat di luar negeri dan digunakan di Indonesia, pihak terutang bea meterai adalah pihak yang menerima manfaat dari dokumen tersebut.

Dalam ketentuan sebelumnya, tidak diperinci secara jelas siapa pihak yang terutang bea meterai. Pasal 6 UU No. 13/1985 hanya menjelaskan bea meterai terutang oleh pihak yang menerima atau pihak yang mendapat manfaat dari dokumen, kecuali pihak atau pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain.

Baca Juga: Dirjen Pajak Rilis Aturan Baru Soal Tata Kelola Situs Web DJP

Sebagai informasi, DPR telah mengesahkan RUU Bea Meterai yang baru menjadi UU. Proses selanjutnya adalah menunggu penomoran atau pengundangan RUU tersebut. (kaw)

Topik : bea meterai, UU Bea Meterai, Ditjen Pajak, DJP, saat terutang bea meterai
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 18 Oktober 2020 | 11:01 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:31 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 18:10 WIB
PELAYANAN PAJAK
berita pilihan
Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:47 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:32 WIB
PROVINSI BALI
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:14 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:42 WIB
PER-18/PJ/2020
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:39 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:01 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL