Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Kasus Restitusi Bodong Cum-Ex Kembali Diinvestigasi

0
0

Ilustrasi. (foto: dw.com)

FRANKFURT, DDTCNews – Jaksa penuntut Jerman kembali menyelidiki sejumlah kantor dan rumah pribadi atas tuduhan restitusi saham bodong yang dilakukan secara besar-besaran selama lebih dari satu dekade.

Skema yang akrab disebut transaksi cum-ex ini memungkinkan penggunanya meminjamkan saham antara satu dan yang lainnya sehingga bisa mendapatkan restitusi pajak. Padahal, orang-orang tersebut tidak membayar pajak sama sekali.

Seorang Jaksa Frankfurt menyebut 170 petugas telah menggerebek 19 wilayah di negara bagian Hessen, Lower Saxony, Baden-Württemberg, dan Bavaria untuk menyelidiki kasus tersebut. Secara total, otoritas Jerman melakukan 10 investigasi terpisah dalam skema cum-ex.

Baca Juga: Jerman Harapkan Kesepakatan Pajak Minimum untuk Perusahaan Digital

“Perubahan kepemilikan yang kompleks memungkinkan mereka mengklaim pengembalian pajak berkali-kali. Setelah ditemukan, kami menutup celah hukum yang memungkinkan terjadinya skema tersebut,” demikian informasi yang dikutip dari The Local Deutsche, Jumat (12/4/2019).

Otoritas Jerman telah memvonis mantan karyawan bank swasta J. Safra Sarasin AG Volker S. karena memberikan informasi tentang skema penghindaran pajak. Pengadilan memutuskan Volker S. mendapatkan hukuman 13 bulan penjara dan denda 18.028 euro (Rp287,78 juta).

Kolega Volker, yakni Bernhard V. dan Eckart Seith diputus bersalah atas pelanggaran yang lebih kecil dari Undang-Undang Perbankan Swiss dalam kasus tersebut, tetapi membebaskan kedua pria itu dari 4 tuduhan lainnya.

Baca Juga: Genjot Anggaran, Menkeu Usul Cukai Tembakau Dikerek

Seith diganjar denda sebanyak 146.378 euro (Rp2,33 miliar) dan Bernhard V. diganjar denda sebanyak 114.565 euro (Rp1,82 miliar). Namun, Hakim Aeppli tidak mengganjar kedua orang ini dengan sanksi penjara.

Pengacara Hanno Berger, dalang penipuan, hingga saat ini menunggu persidangan bersama dengan 5 mantan karyawan Hypovereinsbank. Namun, Hypovereinsbank sepakat membayar 113 juta euro (Rp1,8 triliun) kepada otoritas pajak Jerman dan denda 5 juta euro (Rp79,87 miliar).

Sejak 2012, jaksa Frankfurt telah melakukan 10 investigasi berdasarkan jenis penipuan serupa yang menggerus 815 juta euro (Rp13,01 triliun) pajak. Otoritas berhasil memulihkan lebih dari separuh nilai pajak tersebut.

Baca Juga: Ini 3 Yurisdiksi yang Dikeluarkan dari Daftar Pajak Non-Kooperatif UE

Skema cum-ex telah menggerus penerimaan negara sedikitnya 7,2 miliar euro (Rp114,95 triliun) di Jerman, 1,7 miliar euro (Rp27,13 triliun) di Denmark dan 201 juta euro (Rp3,2 triliun) di Belgia sejak 2001.

Seorang Jaksa Frankfurt menyebut 170 petugas telah menggerebek 19 wilayah di negara bagian Hessen, Lower Saxony, Baden-Württemberg, dan Bavaria untuk menyelidiki kasus tersebut. Secara total, otoritas Jerman melakukan 10 investigasi terpisah dalam skema cum-ex.

Baca Juga: Jerman Harapkan Kesepakatan Pajak Minimum untuk Perusahaan Digital

“Perubahan kepemilikan yang kompleks memungkinkan mereka mengklaim pengembalian pajak berkali-kali. Setelah ditemukan, kami menutup celah hukum yang memungkinkan terjadinya skema tersebut,” demikian informasi yang dikutip dari The Local Deutsche, Jumat (12/4/2019).

Otoritas Jerman telah memvonis mantan karyawan bank swasta J. Safra Sarasin AG Volker S. karena memberikan informasi tentang skema penghindaran pajak. Pengadilan memutuskan Volker S. mendapatkan hukuman 13 bulan penjara dan denda 18.028 euro (Rp287,78 juta).

Kolega Volker, yakni Bernhard V. dan Eckart Seith diputus bersalah atas pelanggaran yang lebih kecil dari Undang-Undang Perbankan Swiss dalam kasus tersebut, tetapi membebaskan kedua pria itu dari 4 tuduhan lainnya.

Baca Juga: Genjot Anggaran, Menkeu Usul Cukai Tembakau Dikerek

Seith diganjar denda sebanyak 146.378 euro (Rp2,33 miliar) dan Bernhard V. diganjar denda sebanyak 114.565 euro (Rp1,82 miliar). Namun, Hakim Aeppli tidak mengganjar kedua orang ini dengan sanksi penjara.

Pengacara Hanno Berger, dalang penipuan, hingga saat ini menunggu persidangan bersama dengan 5 mantan karyawan Hypovereinsbank. Namun, Hypovereinsbank sepakat membayar 113 juta euro (Rp1,8 triliun) kepada otoritas pajak Jerman dan denda 5 juta euro (Rp79,87 miliar).

Sejak 2012, jaksa Frankfurt telah melakukan 10 investigasi berdasarkan jenis penipuan serupa yang menggerus 815 juta euro (Rp13,01 triliun) pajak. Otoritas berhasil memulihkan lebih dari separuh nilai pajak tersebut.

Baca Juga: Ini 3 Yurisdiksi yang Dikeluarkan dari Daftar Pajak Non-Kooperatif UE

Skema cum-ex telah menggerus penerimaan negara sedikitnya 7,2 miliar euro (Rp114,95 triliun) di Jerman, 1,7 miliar euro (Rp27,13 triliun) di Denmark dan 201 juta euro (Rp3,2 triliun) di Belgia sejak 2001.

Topik : cum-ex, Jerman, penghindaran pajak
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA