Review
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Kapasitas Produksi Dinaikkan, Setoran Pajak Bakal Terkerek

A+
A-
1
A+
A-
1
Kapasitas Produksi Dinaikkan, Setoran Pajak Bakal Terkerek

Dirut Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim. 

JAKARTA, DDTCNews – PT. Geo Dipa Energi (Persero) tengah meningkatkan kapasitas produksi pembangkit listrik panas bumi. Setoran pajak ke kas negara diproyeksikan tumbuh paralel dengan peningkatan produksi listrik.

Dirut Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan kapasitas produksi listrik akan ditingkatkan hingga 270 MW pada 2023. Sebagian besar produksi tersebut akan disumbang pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Patuha Jawa Barat dan Dieng Jawa Tengah.

"Geo Dipa melanjutkan pembangunan PLTP unit 2 di Dieng dan Patuha yang masing-masing sebesar 60 MW dan selesai 2023. Kemudian, ditambah pembangunan proyek sendiri yaitu 10-15 MW small power plant dan 10-15 MW pembangkit organic rankine yang beroperasi 2020,” katanya saat Groundbreaking PLTP Dieng 2 dan Patuha 2 di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Bernie Sanders Ingin Naikkan Tarif Pajak Orang Kaya dan Korporasi AS

Peningkatan kapasitas produksi tersebut menurutnya akan berbanding lurus dengan setoran pajak korporasi. Hingga tahun fiskal 2018, kontribusi pajak baik pusat dan daerah serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sekitar Rp40 miliar.

Dengan selesainya proyek PLTP di Dieng dan Patuha maka setoran pajak diproyeksikan meningkat hingga 182%. Sementara itu, untuk PNBP diproyeksikan tumbuh 120% melalui pembayaran bonus produksi dan iuran eksplorasi ke kas daerah di masing-masing wilayah kerja.

“Kontibusi Geo Dipa baik dalam pajak, PNBP, community development maupun penyerapan tenaga kerja lokal menunjukan peningkatan yang positif,” paparnya.

Baca Juga: Tingginya Penerimaan Pajak Korporasi Justru Dikhawatirkan, Ada Apa?

Dia menambahkan, kapasitas produksi listrik yang dihasilkan Geo Dipa pada periode 2015-2019 sebesar 120 MW. Kemudian, secara bertahap kapasitas akan naik menjadi 140 MW pada periode 2020-2021.

Angkanya kemudian naik menjadi 270 MW pada 2022-2023 dengan selesainya dua proyek tambahan di Dieng dan Patuha. Dengan kapasitas produksi tersebut diharapkan Geo Dipa mampu menyuplai listrik untuk 540.000 rumah atau naik signifikan dari capain saat ini yang baru mengaliri listrik untuk 240.000 rumah.

Baca Juga: Ambil Peluang Perang Dagang, Negara Ini Pangkas Tarif Pajak Perusahaan
Topik : pembangkit listrik, Geo Dipa, pajak korporasi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 14:33 WIB
PENGADILAN PAJAK (12)
Senin, 25 Mei 2020 | 13:52 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 25 Mei 2020 | 13:12 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 25 Mei 2020 | 12:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 11:38 WIB
PELAYANAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 11:00 WIB
TIPS PAJAK UMKM
Senin, 25 Mei 2020 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK