Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Jokowi: Tax Amnesty Berlaku, Rupiah Menguat

0
0

JAKARTA, DDTCNews — Pelaksanaan tax amnesty telah mendorong penguatan nilai tukar rupiah beberapa hari terakhir ini. Tercatat kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai tukar rupiah Rabu (20/7) senilai Rp13.100 per dolar AS.

Presiden Joko Widodo mengatakan tax amnesty memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian nasional. Menurut Presiden selain penguatan rupiah, tax amnesty mampu mendongkrak cadangan devisa.

“Cadangan devisa kita pasti akan naik. Ini baru 1-2 hari saja sudah naik. Sekarang cadangan devisa US$109 miliar, naik US$6 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar US$103 miliar,” jelas Presiden seperti dikutip laman Kementerian Keuangan, Kamis (21/7).

Baca Juga: Duh, Cadangan Devisa Tergerus Lagi

Tax amnesty juga diyakini akan menaikkan likuiditas perbankan yang bisa meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat.

“Perbankan kita akan kebanjiran uang, penyaluran kredit pun juga akan semakin besar, baik bagi usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, juga usaha besar,” tambah Presiden.

Secara kumulatif, tambah Presiden Jokowi, penerimaan negara di tahun-tahun mendatang dipastikan meningkat sejalan dengan percepatan pembangunan nasional guna kesejahteraan rakyat Indonesia. Lebih jau, pertumbuhan ekonomi juga akan turut meningkat. 

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan 5 Tahun Terakhir Hanya Tumbuh 7,2%, Kok Bisa?

“Kalau pembangunan cepat, pertumbuhan ekonomi juga akan naik. Yang dapat siapa? Rakyat. Kalau ekonomi tumbuh, semuanya mau jualan apa juga laku,” pungkasnya. (Amu)

“Cadangan devisa kita pasti akan naik. Ini baru 1-2 hari saja sudah naik. Sekarang cadangan devisa US$109 miliar, naik US$6 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar US$103 miliar,” jelas Presiden seperti dikutip laman Kementerian Keuangan, Kamis (21/7).

Baca Juga: Duh, Cadangan Devisa Tergerus Lagi

Tax amnesty juga diyakini akan menaikkan likuiditas perbankan yang bisa meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat.

“Perbankan kita akan kebanjiran uang, penyaluran kredit pun juga akan semakin besar, baik bagi usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, juga usaha besar,” tambah Presiden.

Secara kumulatif, tambah Presiden Jokowi, penerimaan negara di tahun-tahun mendatang dipastikan meningkat sejalan dengan percepatan pembangunan nasional guna kesejahteraan rakyat Indonesia. Lebih jau, pertumbuhan ekonomi juga akan turut meningkat. 

Baca Juga: Penerimaan Perpajakan 5 Tahun Terakhir Hanya Tumbuh 7,2%, Kok Bisa?

“Kalau pembangunan cepat, pertumbuhan ekonomi juga akan naik. Yang dapat siapa? Rakyat. Kalau ekonomi tumbuh, semuanya mau jualan apa juga laku,” pungkasnya. (Amu)

Topik : tax amnesty, nilai rupiah, cadangan devisa
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 02 Agustus 2016 | 20:02 WIB
WIEF KE-12
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Senin, 05 Juni 2017 | 13:52 WIB
VIETNAM
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:40 WIB
VAT REFUND
Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:11 WIB
VAT REFUND
Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:59 WIB
UU PNBP