Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Ini Alasan Pentingnya Riset Bersama Tax Center dan Kanwil DJP

A+
A-
11
A+
A-
11
Ini Alasan Pentingnya Riset Bersama Tax Center dan Kanwil DJP

Ketua Umum Atpetsi Darussalam memaparkan materi dalam talk show bertajuk Peran Strategis Tax Center Dalam Mewujudkan Masyarakat Sadar Pajak, Sabtu (31/7/2021).

SURABAYA, DDTCNews - Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) berkomitmen untuk mendorong riset bersama berbasis kewilayahan. Kegiatan ini akan dijalankan tax center dan Kanwil Ditjen Pajak (DJP).

Ketua Umum Atpetsi Darussalam mengatakan pelaksanaan riset bersama berbasis kewilayahan adalah salah satu poin kerja sama yang sudah dijalin dengan DJP. Riset berbasis kewilayahan perlu dilakukan untuk mengetahui secara pasti potensi pajak dan kepatuhan pajak pada wilayah tertentu.

"Ini sangat menarik. Berapa potensi pajak dalam suatu Kanwil DJP? Kalau ada tax gap maka berapa tax gap-nya baik secara administrasi maupun secara kebijakan," ujar Darussalam dalam talk show bertajuk Peran Strategis Tax Center Dalam Mewujudkan Masyarakat Sadar Pajak, Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga: Kunjungi Toko Emas, Petugas Periksa Wajib Pajak dan Ajak Ikut PPS

Dalam acara yang digelar bersamaan dengan peluncuran Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) Jawa Timur tersebut, Darussalam mengatakan riset bersama sejalan dengan kebijakan pengawasan berbasis kewilayahan yang tengah dijalankan DJP.

Tidak hanya itu, Atpetsi juga mengajak seluruh stakeholder untuk duduk bersama merancang dan merevitalisasi kurikulum pajak. Hal ini diperlukan agar kurikulum pajak mampu menjawab tantangan perpajakan yang berkembang saat ini.

Darussalam mengatakan ruang lingkup dan isu perpajakan terus berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, diperlukan suatu kurikulum yang mampu menjawab berbagai tantangan. Terdapat 4 aspek yang tercakup dalam kerja sama antara Atpetsi dan DJP guna membina dan mengembangkan tax center di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Sisa 3 Hari! Rp346 Triliun Harta Diungkap, 178.496 Suket PPS Dirilis

Selain mendorong riset bersama berbasis kewilayahan, Atpetsi dan DJP juga bekerja sama dalam hal meningkatkan edukasi, inklusi, dan sosialisasi pajak; pemberian pelatihan pajak bagi stakeholder; dan pembaruan kurikulum pajak pada perguruan tinggi.

Mengutip Vito Tanzi dalam buku The Ecology of Tax Systems, Darussalam mengatakan keberhasilan suatu sistem pajak ditentukan oleh tarik-menarik kepentingan antar-stakeholder dalam mendesain sistem pajak yang tepat untuk perekonomian negara masing-masing.

Dalam suatu sistem perpajakan, setidaknya terdapat 2 stakeholder dengan kepentingan dan perspektif yang berbeda. Otoritas pajak memiliki kepentingan untuk mengumpulkan pajak demi penerimaan negara, sedangkan wajib pajak sendiri cenderung memandang pajak sebagai biaya.

Baca Juga: Temukan Data Wajib Pajak Terkait PPS? KPP Wajib Sampaikan ke Sini Dulu

Untuk menyeimbangkan kepentingan dan sudut pandang tersebut, perlu ada pihak ketiga yang menjembatani otoritas pajak dan wajib pajak. Dengan demikian, hubungan antara kedua pihak dapat berjalan dengan harmonis.

Salah satu pihak ketiga yang dimaksud adalah tax center. Selain tax center, sesungguhnya terdapat pihak lain yang dapat menjadi pihak ketiga seperti universitas secara umum, konsultan pajak, asosiasi pajak, dan lain-lain.

"Pihak yang independen, mempunyai basic knowledge perpajakan, bisa menjadi jembatan yang tidak memihak, tidak ada kepentingan revenue. Pilihannya menurut saya adalah tax center yang ada di perguruan tinggi," imbuh Darussalam. (kaw)

Baca Juga: Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Topik : tax center, edukasi pajak, Atpetsi, Atpetsi Jawa Timur, tax center, Ditjen Pajak, DJP, riset

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:00 WIB
SE-17/PJ/2022

WP Bisa Ajukan Pembetulan Suket Meski PPS Sudah Berakhir, Asalkan...

Kamis, 23 Juni 2022 | 12:00 WIB
SE-17/PJ/2022

Salah Tulis dan Hitung dalam Suket PPS, KPP Bisa Lakukan Penelitian

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Catat! NIK Segera Gantikan NPWP Jadi Basis Administrasi Perpajakan

Kamis, 23 Juni 2022 | 09:35 WIB
DATA PPS HARI INI

PPS Sisa 7 Hari, Deklarasi Harta Luar Negeri Melonjak Jadi Rp23,2 T

berita pilihan

Senin, 27 Juni 2022 | 12:00 WIB
KP2KP TANJUNG SELOR

Kunjungi Toko Emas, Petugas Periksa Wajib Pajak dan Ajak Ikut PPS

Senin, 27 Juni 2022 | 11:45 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Uji Kelayakan Calon Hakim Agung Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 27 Juni 2022 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

23 Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran Terbaru

Senin, 27 Juni 2022 | 11:00 WIB
KINERJA FISKAL

Hingga Akhir Mei 2022, Posisi Utang Pemerintah Sentuh Rp7.002 Triliun

Senin, 27 Juni 2022 | 10:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

PPS 3 Hari Lagi Rampung, Ditjen Pajak Tegaskan Tak Ada Perpanjangan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:30 WIB
KP2KP NUNUKAN

Wakili Istri Konsultasi PPS, Anggota Polri Ini Datangi Kantor Pajak

Senin, 27 Juni 2022 | 09:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Sisa 3 Hari! Rp346 Triliun Harta Diungkap, 178.496 Suket PPS Dirilis

Senin, 27 Juni 2022 | 08:27 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Temukan Data Wajib Pajak Terkait PPS? KPP Wajib Sampaikan ke Sini Dulu

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP