Fokus
Literasi
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Ekonomi Tumbuh 3,51 Persen, Kemenkeu: Momentum Pemulihan Tetap Terjaga

A+
A-
1
A+
A-
1
Ekonomi Tumbuh 3,51 Persen, Kemenkeu: Momentum Pemulihan Tetap Terjaga

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu.

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan menilai pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 sebesar 3,51% mencerminkan momentum pemulihan dari pandemi Covid-19 tetap terjaga meski sempat terjadi peningkatan kasus Covid-19..

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan aktivitas ekonomi sempat tertahan karena Covid-19 varian Delta pada Juli-Agustus. Namun, kegiatan ekonomi langsung kembali bergerak ketika tren penyebaran varian Delta terus menurun.

"Ini menunjukkan momentum pemulihan tetap terjaga dan akan makin kuat pascapenurunan kasus varian Delta di pertengahan Agustus hingga akhir September 2021," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga: Keterbukaan Informasi Perpajakan Punya Peran dalam Menekan Korupsi

Febrio menuturkan Covid-19 varian Delta memaksa pemerintah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di berbagai wilayah. Akibatnya, mobilitas masyarakat turun hingga rata-rata 17,6% di bawah level prapandemi.

Ketika penyebaran Covid-19 terkendali dan PPKM dilonggarkan, berbagai indikator ekonomi kembali membaik. Penurunan level PPKM secara gradual telah mendorong aktivitas perekonomian kembali menguat sampai dengan saat ini.

Menurut Febrio, APBN telah menjalankan peran sebagai countercyclical ketika Covid-19 merebak. Penyesuaian atau refocusing anggaran dilakukan pada alokasi anggaran kesehatan untuk penguatan sistem kesehatan, penanganan pandemi, dan vaksinasi.

Baca Juga: Banyak yang Makin Kaya Selama Pandemi, Negara Ini Pajaki Barang Mewah

Belanja perlindungan sosial juga diperluas dan diperpanjang untuk menjangkau masyarakat yang rentan terdampak agar mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Faktor tersebut mendukung kinerja konsumsi pemerintah sehingga tetap tumbuh positif 0,66%.

Selanjutnya, konsumsi rumah tangga tumbuh 1,03% atau melambat ketimbang kuartal II/2021 yang tumbuh 5,96%. Penerapan PPKM ketat menyebabkan tertahannya pertumbuhan konsumsi masyarakat serta aktivitas investasi, khususnya dari sektor swasta.

Kemudian, investasi relatif mampu bertahan dengan tumbuh 3,74%. Pertumbuhan investasi ini salah satunya ditopang ekspansi belanja modal pemerintah untuk keberlanjutan proyek-proyek infrastruktur strategis.

Baca Juga: NIK Sebagai NPWP, Pemerintah Siapkan Mitigasi Kebocoran Data WP

Sumbangan ekspor terhadap keseluruhan ekonomi pada kuartal III/2021 juga cukup signifikan dengan tumbuh 29,16%. Ekonomi global yang makin pulih dan harga komoditas yang meningkat menjadi faktor utama yang mendorong kinerja ekspor tetap tangguh.

Sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan mampu tumbuh kuat masing-masing sebesar 3,68%, 5,16%, dan 7,78%. Sementara itu, sektor konstruksi juga tumbuh 3,84% seiring dengan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional.

Menurut Febrio, geliat sektor strategis tersebut telah memberikan implikasi positif pada penyerapan tenaga kerja. Pemerintah berharap pemulihan ekonomi terus menguat hingga akhir tahun ini seiring dengan terkendalinya kasus Covid-19 dan akselerasi vaksinasi.

Baca Juga: NIK Sebagai NPWP Permudah DJP Awasi Wajib Pajak

"Implementasi program pemulihan ekonomi juga akan makin diperkuat untuk mendorong penciptaan tenaga kerja dan menstimulasi aktivitas dunia usaha yang terdampak," jelasnya.

Tambahan informasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 sebesar 3,51% tersebut lebih rendah dari proyeksi pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memperkirakan laju ekonomi kuartal III/2021 akan tumbuh 4,5%. (rig)

Baca Juga: Soal Implementasi Pajak Karbon pada Tahun Ini, Begini Pernyataan BKF
Topik : kemenkeu, pertumbuhan ekonomi, kepala bkf febrio kacaribu, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Haris

Jum'at, 05 November 2021 | 16:28 WIB
Masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM juga mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Pemerintah memberikan kemudahan/stimulus fiskal dan moneter, seyogyanya disambut dengan positif oleh pelaku usaha dengan menggerakkan usahanya secara baik
1

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 08 Agustus 2022 | 12:55 WIB
KINERJA FISKAL

Kemenkeu Prediksi Defisit APBN 2022 akan Lebih Kecil dari 3,92%

Senin, 08 Agustus 2022 | 11:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hingga Juli 2022, APBN Cetak Surplus Rp106,1 Triliun

Senin, 08 Agustus 2022 | 10:45 WIB
AMERIKA SERIKAT

Biden Harap DPR Segera Sepakati Pajak Korporasi Minimum 15 Persen

Senin, 08 Agustus 2022 | 10:00 WIB
THAILAND

Pariwisata Masih Megap-Megap, Otoritas Ini Tunda Lagi Pajak Turis

berita pilihan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Keterbukaan Informasi Perpajakan Punya Peran dalam Menekan Korupsi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Menyimak Lagi Siasat DJBC Lindungi Perusahaan dari Pukulan Pandemi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:05 WIB
PER-03/PJ/2022

Upload Faktur Pajak Muncul Eror ETAX-API-10041, Perhatikan Tanggalnya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:10 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Kembangkan CRM-BI, Data Keuangan dan Aset Wajib Pajak Berperan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PMK 112/2022

NIK Jadi NPWP Bisa Dorong Standardisasi Identitas, Ini Alasannya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:09 WIB
PER-03/PJ/2022

Isi Keterangan Jenis Barang dalam Faktur Pajak? Begini Ketentuannya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:00 WIB
KPP PRATAMA BATANG

WP Tak Lunasi Tagihan Rp285 Juta, Kantor Pajak Adakan Penyitaan Aset

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:30 WIB
CRYPTOCURRENCY

Makin Banyak! Bappebti Rilis 383 Aset Kripto yang Legal Diperdagangkan