Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Distrik Ini Berencana Terapkan 'Pajak Tempat Tidur', Apa Itu?

1
1

Ilustrasi. (foto: ahstatic)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah distrik Queenstown Lakes berencana mengenakan ‘pajak tempat tidur’ (bed tax) sebagai salah satu retribusi untuk pengunjung atau turis.

Bed tax bagi pengunjung Queenstown dan Wanaka ini kemungkinan akan dikenakan untuk akomodasi jangka pendek. Penyedia jasa seperti Airbnb juga berpotensi menjadi pihak yang terkena efek rencana kebijakan tersebut.

“Pungutan berdasarkan persentase antara 5% sampai 10% dan lebih baik dikumpulkan oleh pemerintah pusat,” kata Walikota Queenstown Lakes Jim Boult, seperti dikutip pada Kamis (28/3/2019).

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Dukung RUU Perpajakan

Jim merilis rincian rencana kebijakan ini menjelang referendum yang tidak mengikat untuk menguji dukungan masyarakat untuk retribusi pengunjung lokal. Referendum ini akan berlangsung pada 5 Juni 2019.

Dia berharap retribusi berupa bed tax ini dapat meningkatkan peningkatan penerimaan negara sekitar US$25 juta hingga US$40 juta setiap tahunnya. Tambahan penerimaan negara ini, sambungnya, bisa digunakan untuk belanja infrastruktur yang hingga saat ini masih sangat diperlukan.

Gagasan tentang bed tax sejatinya telah diperdebatkan selama bertahun-tahun di distrik ini. Namun, sudah sekian lama juga penyedia akomodasi menolak gagasan tersebut. Sementara, baru-baru ini, ada dukungan dari Airbnb karena dia berjuang untuk mengatur akomodasi jangka pendek di daerah perumahan.

Baca Juga: Duh, Hampir 1 Juta WP Tidak Dapat Pengembalian Pajak

Jim pun telah lama berpendapat bahwa pajak terhadap pengunjung/turis diperlukan di wilayahnya untuk menutupi biaya infrastruktur seperti transportasi. Wilayah ini dikunjungi sekitar 2 juta orang tiap tahunnya, tapi hanya mempunyai sekitar 24.000 pembayar pajak.

Retribusi yang ditargetkan pada penyedia akomodasi jangka pendek, paparnya, telah digunakan di beberapa negara wilayah lain. Model yang diusulkan akan melengkapi, tetapi tidak menggantikan metode pemulihan biaya yang ada seperti biaya pengguna.

“Kami ingin model akhir menjadi seadil mungkin pada pengguna akhir dan memiliki efek minimum pada penyedia akomodasi sehubungan dengan mengelola retribusi,” imbuh Jim.

Baca Juga: Pajak Penginapan Dikerek Jadi 8%

Seperti dilansir Stuff, jika rencana ini dieksekusi, distrik Queenstown Lakes akan menjadi yang pertama kali – di Selandia Baru – menerapkan pajak turis regional. (kaw)

“Pungutan berdasarkan persentase antara 5% sampai 10% dan lebih baik dikumpulkan oleh pemerintah pusat,” kata Walikota Queenstown Lakes Jim Boult, seperti dikutip pada Kamis (28/3/2019).

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Dukung RUU Perpajakan

Jim merilis rincian rencana kebijakan ini menjelang referendum yang tidak mengikat untuk menguji dukungan masyarakat untuk retribusi pengunjung lokal. Referendum ini akan berlangsung pada 5 Juni 2019.

Dia berharap retribusi berupa bed tax ini dapat meningkatkan peningkatan penerimaan negara sekitar US$25 juta hingga US$40 juta setiap tahunnya. Tambahan penerimaan negara ini, sambungnya, bisa digunakan untuk belanja infrastruktur yang hingga saat ini masih sangat diperlukan.

Gagasan tentang bed tax sejatinya telah diperdebatkan selama bertahun-tahun di distrik ini. Namun, sudah sekian lama juga penyedia akomodasi menolak gagasan tersebut. Sementara, baru-baru ini, ada dukungan dari Airbnb karena dia berjuang untuk mengatur akomodasi jangka pendek di daerah perumahan.

Baca Juga: Duh, Hampir 1 Juta WP Tidak Dapat Pengembalian Pajak

Jim pun telah lama berpendapat bahwa pajak terhadap pengunjung/turis diperlukan di wilayahnya untuk menutupi biaya infrastruktur seperti transportasi. Wilayah ini dikunjungi sekitar 2 juta orang tiap tahunnya, tapi hanya mempunyai sekitar 24.000 pembayar pajak.

Retribusi yang ditargetkan pada penyedia akomodasi jangka pendek, paparnya, telah digunakan di beberapa negara wilayah lain. Model yang diusulkan akan melengkapi, tetapi tidak menggantikan metode pemulihan biaya yang ada seperti biaya pengguna.

“Kami ingin model akhir menjadi seadil mungkin pada pengguna akhir dan memiliki efek minimum pada penyedia akomodasi sehubungan dengan mengelola retribusi,” imbuh Jim.

Baca Juga: Pajak Penginapan Dikerek Jadi 8%

Seperti dilansir Stuff, jika rencana ini dieksekusi, distrik Queenstown Lakes akan menjadi yang pertama kali – di Selandia Baru – menerapkan pajak turis regional. (kaw)

Topik : pajak tempat tidur, bed tax, Selandia Baru, Queenstown Lakes
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Jum'at, 28 September 2018 | 12:32 WIB
KASUS PENGHINDARAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:37 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
YUNANI
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:42 WIB
ARAB SAUDI
Jum'at, 27 Juli 2018 | 16:21 WIB
JEPANG