Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN EKONOMI

MSCI Usulkan Penurunan Status Pasar Saham RI, Ini Respons Airlangga

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 16 Oktober 2026 | 15.15 WIB
MSCI Usulkan Penurunan Status Pasar Saham RI, Ini Respons Airlangga
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memberikan tanggapan mengenai Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi berstatus pasar berdiri sendiri (standalone market).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada sejumlah evaluasi dari MSCI yang menjadi catatan bagi pemerintah. Menurutnya, evaluasi tersebut akan menjadi salah satu acuan untuk melakukan reformasi pasar saham Indonesia.

"Ini menjadi catatan bagi kita ke depan, reform itu harus dijalankan dan progresnya harus kelihatan, terutama bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," katanya kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (16/10/2026).

Airlangga mengungkapkan aspek utama yang harus dibenahi dan menjadi perhatian MSCI adalah terkait dengan penegakan aturan di pasar modal.

Guna menindaklanjuti usulan MSCI tersebut, pemerintah akan membahas sejumlah perihal teknis sekaligus merumuskan langkah reformasi konkret yang harus dilakukan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat.

"Concern paling utama adalah implementing regulation, implementing action dari bursa," ujarnya.

Pengumuman MSCI yang berencana untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market berdampak besar terhadap perdagangan saham pagi ini. Hal ini menunjukkan pelaku pasar langsung merespons pengumuman MSCI.

Perubahan klasifikasi pasar Indonesia juga ditengarai dapat memengaruhi keputusan investor, dan berpotensi meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar saham Indonesia.

Apabila investor asing menjual saham Indonesia dan mengubah hasil penjualannya dari rupiah menjadi dolar AS untuk ditarik, permintaan dolar akan meningkat. Pada gilirannya, kondisi tersebut dapat menekan rupiah.

Ketika ditanya apakah pemerintah sudah menghitung dampak pengumuman MSCI yang memengaruhi arus modal keluar dan pelemahan rupiah, Airlangga mengungkapkan pemerintah baru akan membahas masalah tersebut.

Dia berharap investor tidak hanya mengandalkan satu lembaga saja untuk melihat kondisi pasar saham Indonesia. Dia juga memastikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini tetap stabil dan kuat sehingga dapat menjadi sinyal positif bagi investor.

"Nanti kita bahas lagi [soal pelemahan rupiah]. Sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat, tapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimental. Kami berharap para investor paham mana yang sentimental, mana yang fundamental, dan mana yang diberikan oleh rating agency lain," tutur Airlangga. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.