Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Bebas Pajak bagi Ibu yang Punya Banyak Anak

A+
A-
1
A+
A-
1
Bebas Pajak bagi Ibu yang Punya Banyak Anak

Perdana Menteri Viktor Orban. (foto: AFP/Getty Images)

BUDAPEST, DDTCNews – Pemerintah Hongaria di bawah Perdana Menteri Viktor Orban berupaya keras meningkatkan populasi warganya. Insentif pajak menjadi salah satu instrumen yang dijanjikan untuk memberikan stimulus penambahan jumlah penduduk.

Insentif pajak ini berupa pembebasan dari pungutan pajak penghasilan (PPh) seumur hidup bagi warga perempuan (ibu) Hongaria. Syarat dari insentif ini adalah memiliki empat anak atau lebih. Kebijakan ini merupakan manifestasi politik Perdana Menteri Viktor Orban yang anti imigran.

"Di seluruh Eropa saat ini jumlah anak-anak terus menurun dan jawaban atas persoalan itu di Eropa barat ialah migrasi. Kami orang Hongaria punya cara berbeda, migrasi adalah tanda menyerah,” katanya dilansir, seperti dikutip pada Senin (11/2/2019).

Baca Juga: Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Gerakan politik sayap kanan kembali mendapat tempat di sebagian besar negara Eropa. Kebijakan anti imigrasi dari negara yang tengah dilanda konflik di Timur Tengah menjadi komoditas politik yang laris memikat pemilih. Oleh karena itu, instrumen pajak disiapkan untuk mengangkat kembali angka kelahiran yang terus menurun.

Penurunan populasi merupakan salah satu masalah akut di negara Eropa tengah dan timur. Jutaan penduduk usia produktif lebih memilih bekerja di negara Eropa bagian barat karena gaji yang lebih tinggi. Fenomena ini jamak ditemukan untuk negara seperti Hongaria, Polandia, Rumania, dan Bulgaria.

Kosongnya usia produktif kemudian ditambah dengan angka kelahiran yang rendah membuat penyusutan populasi bertambah cepat setiap tahunnya. Viktor dengan tegas menolak solusi pengisian pasar tenaga kerja lokal dengan imigran. Blokade justru digulirkan sejak 2015 dengan membangun tembok untuk mencegah masuknya imigran ilegal ke tanah Eropa.

Baca Juga: Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

“Orang-orang Eropa kini berada dalam persimpangan sejarah. Transformasi negara akan bergerak cepat dengan adanya imigran,” tandasnya, seperti dilansir The Guardian.

Hongaria dibawah Viktor menyatakan dengan tegas fokus pemerintah saat ini adalah demografi. Konsultasi publik telah digelar sejak tahun lalu untuk menangkap aspirasi warga terkait kebijakan untuk mendongrak jumlah populasi. Sejumlah rencana aksi sudah mulai dirilis sejak pekan lalu.

Selain insentif pajak penghasilan bagi perempuan yang mempunyai empat anak atau lebih, pemerintah juga menjanjikan jaminan sosial bagi keluarga. Kemudian, ada pula janji kemudahan akses untuk membeli mobil untuk keluarga yang mempunyai tiga anak, dan meningkatkan anggaran negara untuk bisnis penitipan anak serta sekolah setingkat Taman Kanak-Kanak (TK). (kaw)

Baca Juga: Cegah Peredaran Gelap, Jualan Ganja Kini Dipungut Pajak 20%

Topik : Hongaria, pajak penghasilan, Viktor Orban, demografi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:30 WIB
AUSTRIA

Tarif PPh Orang Pribadi Bakal Dipangkas Bertahap Hingga 2024

Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tarif PPh Badan Batal Diturunkan, Konsolidasi Fiskal Jadi Alasannya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:00 WIB
IRLANDIA

Siapkan Rp8 Triliun, Program Relaksasi Pajak Berlanjut Tahun Depan

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 19:00 WIB
MALAYSIA

Pacu Industri Pariwisata 2022, Berbagai Insentif Pajak Disiapkan

Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Senin, 06 Desember 2021 | 18:00 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Jangan Gampang Tergiur Penawaran Aset Kripto, Investor Perlu Tahu Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 17:21 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Target Presidensi G-20 Indonesia: Proposal Pilar 1 Diteken Juli 2022

Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI

Cara Mengajukan Pemesanan Pita Cukai Rokok

Senin, 06 Desember 2021 | 16:37 WIB
KPP PRATAMA KUBU RAYA

Telusuri Aset WP yang Tunggak Pajak, DJP Gandeng Pemda

Senin, 06 Desember 2021 | 16:30 WIB
KINERJA FISKAL

Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah

Senin, 06 Desember 2021 | 16:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim