Berita
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Bagaimana Kinerja Penerimaan PPN di Negara-Negara OECD?

A+
A-
3
A+
A-
3
Bagaimana Kinerja Penerimaan PPN di Negara-Negara OECD?

DALAM konsep makroekonomi, pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi tingkat konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, serta neraca perdagangan. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi yang baik akan dapat turut serta mendorong penerimaan negara, khususnya pajak.

Dalam masa krisis seperti sekarang ini, tingkat konsumsi cenderung menurun. Kondisi ini berpotensi mengurangi kinerja penerimaan pajak atas konsumsi (consumption tax), khususnya pajak pertambahan nilai (PPN).

Pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan (PPn) merupakan jenis pajak atas konsumsi yang bersifat umum (taxes on general consumption). Sementara itu, cukai dan bea masuk merupakan jenis-jenis pajak atas konsumsi yang bersifat spesifik (taxes on spesific consumption).

Baca Juga: Sengketa Pajak atas Penyerahan Jasa Perdagangan di Luar Daerah Pabean

VAT Revenue Ratio (VRR) merupakan rasio untuk mengukur kinerja penerimaan PPN dengan membandingkan realisasi penerimaan PPN yang ada dengan potensi penerimaan PPN yang didasarkan pada tingkat konsumsi nasional (rumah tangga dan perusahaan). Lebih lanjut, Implicit Tax Rates (ITR) atas konsumsi mencerminkan beban efektif pajak atas konsumsi di suatu negara.

Negara-negara dengan VRR yang rendah serta memiliki proporsi konsumsi pemerintah (government consumption) yang lebih tinggi, kinerja penerimaan PPN-nya akan lebih mudah terdampak oleh perubahan kondisi ekonomi (OECD, 2020).

Tabel berikut menunjukkan besaran tarif PPN, rasio VRR, serta beban ITR atas konsumsi dari negara-negara OECD pada 2017. Informasi dalam tabel bersumber dari working paper yang dirilis OECD pada 2020.

Baca Juga: Lawan Penipuan Pajak PPN, Uni Eropa Ajak China Bikin Kesepakatan


Dari tabel tersebut dapat terlihat di antara negara-negara OECD, Luksemburg merupakan negara dengan VRR tertinggi, yaitu sebesar 95%. Tarif PPN dan beban pajak efektif atas konsumsi negara ini relatif cukup besar, masing-masing mencapai 17% dan 24,7%.

Denmark yang memiliki standar tarif PPN cukup tinggi, yakni 25%, mempunyai proporsi penerimaan PPN sebesar 67%. Besaran itu masih jauh dibandingkan dengan Estonia yang mencapai 80% walaupun memiliki tarif PPN yang lebih kecil, yakni 20%.

Baca Juga: Implementasi PMK 89/2020, DJP: Tidak Ada Aplikasi Baru

Menariknya, dengan tarif PPN sebesar 8%, proporsi realisasi penerimaan PPN terhadap potensinya untuk Jepang sangat tinggi, yakni sebesar 74%. Selain itu, apabila dilihat dari besaran beban efektif pajak atas konsumsi, Jepang juga tergolong sangat rendah, yakni hanya 9,6%.

Di sisi lain, Meksiko merupakan negara dengan VRR terendah di OECD dengan proporsi mencapai 33%. Padahal, standar tarif PPN di mesiko tergolong besar, yakni 16%.

Pada kesimpulannya, tingginya standar tarif PPN tidak serta merta dapat meningkatkan kinerja penerimaan PPN. Di masa pandemi, tentunya perluasan basis PPN lebih diharapkan untuk menstabilkan pendapatan PPN.*

Baca Juga: DJP: Bebas Pilih Dasar Pengenaan Pajak Produk Pertanian Tertentu

Topik : narasi data, penerimaan pajak, PPN, OECD, VRR, ITR
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Dika Meiyani

Senin, 20 Juli 2020 | 12:29 WIB
Terimakasih Infonya DDTC
1
artikel terkait
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:01 WIB
INSENTIF FISKAL
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 17:08 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 12:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
berita pilihan
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:35 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:10 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:34 WIB
KINERJA EKONOMI KUARTAL II/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:24 WIB
PMK 89/2020