Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ada Keringanan Pajak Buku, Ini yang Dilakukan PM Thailand

0
0

Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayut Chan-o-cha.

BANGKOK, DDTCNews—Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayut Chan-o-cha mendorong warga Thailand membeli dan membaca lebih banyak buku, karena pembeli dapat mengklaim biaya membeli buku tersebut untuk mengurangi pembayaran pajak penghasilannya.

PM Thailand Prayut mengatakan dengan membeli dan membaca buku, masyarakat Thailand akan memperoleh lebih banyak ilmu dan pengetahuan, serta sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negara tersebut.

“Dengan membaca buku, ada lebih banyak pengetahuan yang kita peroleh. Dan ini sejalan dengan upaya kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan strategi nasional pemerintah,” katanya seusai rapat kabinet, akhir pekan lalu (21/6/2019).

Baca Juga: Perubahan Basis Cukai Sepeda Motor Disambut Pabrikan

Untuk dapat mengklaim pengurangan pajak atas pembelian buku dan e-book, pembeli perlu memiliki tanda terima atau faktur pajak yang disediakan oleh toko buku. Pengurangan pajak untuk pembelian buku dan e-book antara 1 Januari dan 31 Desember 2019tidak dapat melebihi 15.000 baht.

Dalam kesempatan itu, PM Prayut juga meminta warga Thailand memeriahkan KTT Asean ke-34. Ia juga akan mengecek stan yang dibuat untuk mempromosikan lagu selama KTT ASEAN yang disusun oleh Kementerian Kebudayaan.

Ia mengatakan dia ingin orang-orang Thailand mengikuti KTT ASEAN ke-34 sekaligus menjadi tuan rumah yang baik bagi para delegasi acara tersebut. Sebab, acara tersebut membawa banyak manfaat bagi Thailand, terutama sektor pariwisata.

Baca Juga: Wah, Thailand Berencana Turunkan Tarif Pajak Orang Pribadi

“Dengan bersikap baik, kita dapat menjadi tuan rumah yang baik. Itu yang harus kita tunjukkan ke negara-negara Asean, bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik,” katanya seperti dilansir news.thaivisa.com.

Perdana Menteri juga akan mengunjungi gerai-gerai yang memajang produk Pusat Dukungan Seni dan Kerajinan Internasional Thailand. Satu acara akan diadakan untuk mempromosikan seni dan kerajinan Thailand mulai 27 hingga 30 Juni 2019, di distrik Bang Sai, Ayutthaya. (Bsi)

Baca Juga: Saling Pangkas Tarif Impor, Kesepakatan UE & Vietnam Ancam Thailand

“Dengan membaca buku, ada lebih banyak pengetahuan yang kita peroleh. Dan ini sejalan dengan upaya kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan strategi nasional pemerintah,” katanya seusai rapat kabinet, akhir pekan lalu (21/6/2019).

Baca Juga: Perubahan Basis Cukai Sepeda Motor Disambut Pabrikan

Untuk dapat mengklaim pengurangan pajak atas pembelian buku dan e-book, pembeli perlu memiliki tanda terima atau faktur pajak yang disediakan oleh toko buku. Pengurangan pajak untuk pembelian buku dan e-book antara 1 Januari dan 31 Desember 2019tidak dapat melebihi 15.000 baht.

Dalam kesempatan itu, PM Prayut juga meminta warga Thailand memeriahkan KTT Asean ke-34. Ia juga akan mengecek stan yang dibuat untuk mempromosikan lagu selama KTT ASEAN yang disusun oleh Kementerian Kebudayaan.

Ia mengatakan dia ingin orang-orang Thailand mengikuti KTT ASEAN ke-34 sekaligus menjadi tuan rumah yang baik bagi para delegasi acara tersebut. Sebab, acara tersebut membawa banyak manfaat bagi Thailand, terutama sektor pariwisata.

Baca Juga: Wah, Thailand Berencana Turunkan Tarif Pajak Orang Pribadi

“Dengan bersikap baik, kita dapat menjadi tuan rumah yang baik. Itu yang harus kita tunjukkan ke negara-negara Asean, bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik,” katanya seperti dilansir news.thaivisa.com.

Perdana Menteri juga akan mengunjungi gerai-gerai yang memajang produk Pusat Dukungan Seni dan Kerajinan Internasional Thailand. Satu acara akan diadakan untuk mempromosikan seni dan kerajinan Thailand mulai 27 hingga 30 Juni 2019, di distrik Bang Sai, Ayutthaya. (Bsi)

Baca Juga: Saling Pangkas Tarif Impor, Kesepakatan UE & Vietnam Ancam Thailand
Topik : thailand, pajak buku, ktt asean
artikel terkait
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:58 WIB
ZIMBABWE