Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Uni Eropa Sebut Penghindaran Pajak Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi?

A+
A-
0
A+
A-
0
Uni Eropa Sebut Penghindaran Pajak Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi?

Ilustrasi. (DDTCNews)

BRUSSELS, DDTCNews—Komisi Uni Eropa menekankan pentingnya menekan praktik penghindaran pajak dalam upaya pemulihan ekonomi setelah pandemi virus Corona atau Covid-19 berakhir.

Komisioner Bidang Pajak Uni Eropa Paolo Gentiloni mengatakan memerangi praktik penghindaran dan pengelakan pajak menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi, sekaligus menjadi salah satu rekomendasi Komisi Uni Eropa dalam laporan tahunannya.

“Pertarungan melawan perencanaan pajak agresif kembali menjadi salah satu rekomendasi kami,” katanya dikutip Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Ini Catatan Negara Berkembang Soal Proposal Pajak Digital OECD

Bukan tanpa sebab, praktik penghindaran pajak menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi. Hal ini dikarenakan dukungan fiskal menjadi bahan bakar utama dalam proses pemulihan ekonomi negara anggota Uni Eropa.

Belum lagi, proses perluasan basis pajak saat ini menjadi terhambat karena pandemi. Untuk itu, praktik penghindaran dan pengelakan pajak menjadi kunci agar negara memiliki kapasitas fiskal untuk melewati krisis.

Untuk mewujudkan hal itu, Paolo menegaskan kerja sama antar negara perihal pertukaran informasi harus diperkuat. Kerja sama ini dinilai dapat efektif untuk mengurangi praktik perencanaan pajak agresif.

Baca Juga: Genjot Ekonomi, Pemerintah Siapkan 10 Kawasan Ekonomi Khusus Baru

Dia juga meminta negara seperti Siprus, Hungaria, Irlandia, Luksemburg, Malta dan Belanda untuk mengetatkan aturan pajak domestik. Pasalnya, deretan negara tersebut menjadi wadah perusahaan multinasional untuk melakukan perencanaan pajak agresif.

“Dalam hal ini (memerangi praktik perencanaan pajak agresif), negara-negara ini direkomendasikan untuk mengekang perencanaan pajak yang agresif,” tuturnya dilansir dari Tax Notes International. (rig)

Baca Juga: Kuartal III, Bank Indonesia: Kinerja Manufaktur Diprediksi Membaik
Topik : pemulihan ekonomi, kapasitas fiskal, komisi uni eropa, penghindaran pajak, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 07 Juli 2020 | 14:56 WIB
INGGRIS
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:26 WIB
THAILAND
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:56 WIB
PRANCIS
berita pilihan
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
Senin, 13 Juli 2020 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK