Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Tinggalkan Dolar AS, Transaksi RI-Thailand Pakai Rupiah dan Baht

A+
A-
1
A+
A-
1
Tinggalkan Dolar AS, Transaksi RI-Thailand Pakai Rupiah dan Baht

Gedung Bank Indonesia. (foto: Antara)

JAKARTA, DDTCNews – Dua bank sentral dari Indonesia dan Thailand menyepakati penggunaan rupiah dan baht sebagai mata uang dalam transaksi perdagangan dan investasi langsung antara kedua negara, bukan lagi dolar AS.

Dalam keterangan resmi, Bank Indonesia (BI) menyatakan penguatan kerangka kerja sama local currency settlement (LCS) antara Indonesia dan Thailand telah dimulai sejak 2 Januari 2018. Alhasil, transaksi rupiah-baht mulai berlaku efektif hari ini.

"Inisiatif ini menunjukkan komitmen yang berkelanjutan dari BI dan BOT [Bank of Thailand] dalam mendorong penggunaan mata uang lokal antara kedua negara," bunyi pernyataan tertulis BI, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Dalam Satu Dekade, Kebocoran Pajak di Negara Ini Tembus Rp333 Triliun

Kerangka kerja sama LCS antara BI dan BOT tersebut meliputi perluasan underlying ke investasi langsung dari sebelumnya hanya untuk perdagangan, dan pelonggaran aturan transaksi valas antara lain terkait dengan pemberian relaksasi penyiapan dokumen transaksi.

Strategi penguatan kerangka kerja sama LCS ini juga menjadi bagian dari upaya bersama kedua bank sentral dalam mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas, sekaligus meningkatkan perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Thailand.

BI dan BOT saat ini telah menunjuk beberapa tambahan bank di masing-masing negara sebagai Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) untuk mendukung implementasi penguatan kerangka LCS menggunakan rupiah dan baht.

Baca Juga: Pengusaha Minta Periode Insentif Pajak dalam PMK 9/2021 Diperpanjang

Bank yang ditunjuk tersebut memiliki tingkat ketahanan dan kesehatan yang cukup. Bank juga harus berpengalaman dalam memfasilitasi perdagangan atau memiliki kapasitas dalam menyediakan berbagai jasa keuangan.

"Serta memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan bank di negara mitra," bunyi pernyataan tersebut.

BI menunjuk 12 bank sebagai ACCD yang delapan bank di antaranya baru ditunjuk sebagai ACCD. Sementara itu, BOT menunjuk 11 bank sebagai ACCD yang enam bank di antaranya baru ditunjuk sebagai ACCD.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, 1 Hari Cuti Bersama Dihapus

Bank dari Indonesia yang ditunjuk sebagai ACCD antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT. Bank CIMB Niaga Tbk.

Kemudian, PT Bank BTPN Tbk., PT Bank Danamon Indonesia Tbk., PT Bank Maybank Indonesia Tbk., PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank Permata Tbk., PT Bank HSBC Indonesia, dan MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch.

Sementara itu, bank dari Thailand antara lain CIMB Thai Bank PCL, TMB Bank PCL, Standard Chartered Bank (Thai) PCL, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Bangkok Branch.

Baca Juga: Tangani Covid-19, Pemerintah Pinjam Rp7,2 Triliun ke World Bank

Kemudian, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Bangkok Branch. Mizuho Bank Limited Bangkok Branch, Bangkok Bank PCL, Bank of Ayudhya PCL, Kasikornbank PCL, Krung Thai Bank PCL, dan Siam Commercial Bank PCL. (rig)

Topik : bank indonesia, dolar AS, baht, rupiah, transaksi perdagangan, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 Juni 2021 | 20:18 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 19:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 17:44 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:30 WIB
PERPRES 34/2021
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:30 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:18 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:55 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:48 WIB
LAYANAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:07 WIB
PMK 56/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA