Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Tarif PPh Badan Dipangkas Jadi 15%

0
0
Menkeu Inggris George Osborne

DUBLIN, DDTCNews – Inggris berencana memangkas tarif PPh badannya menjadi maksimal 15% dari posisi saat ini 20% guna meredam guncangan yang terjadi akibat keputusan hasil referendum yang mengakibatkan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Menteri Keuangan George Osborne mengatakan dengan pengurangan itu diharapkan Inggris bisa lebih kompetitif dalam perdagangan Eropa. “Saya ingin membangun sebuah ekonomi yang superkompetitif dengan tarif PPh badan yang rendah,” katanya, Kamis (7/7).

Namun, tarif 15% ini diumumkan tanpa target pengesahannya. Sebelumnya, Osborne pernah mengumumkan akan memangkas pajak korporasi menjadi 17% pada 2020 dari tarif 20%. Sementara tarif PPh badan yang ditetapkan di berbagai negara maju rata-rata 25%.

Baca Juga: Bukan Pengenaan Pajak, Parlemen Justru Minta Insentif untuk Robot

Kepercayaan diri ekonomi Inggris terpukul akibat voting yang memihak meninggalkan Uni Eropa. Tarif PPh badan yang lebih rendah diharapkan mencegah eksodus perusahaan yang akan menunda investasi akibat ketidakpastian yang timbul akibat guncangan ini.

“Pajak yang lebih rendah tetap menarik bagi beberapa perusahaan asing. Terlepas dari status masa depan Inggris di Uni Eropa. Inggris akan menjadi lebih kompetitif,” kata Ferdinand Mason, Partner di Kantor Hukum Jones Day, mengomentari kebijakan tersebut.

Osborne, sebagaimana dilansir The Japan News, juga menekankan dampak Brexit dapat sebegitu hebatnya mengubah dinamika Uni Eropa. “Ini jelas sekali menggambarkan begitu besarnya dampak dari hasil referendum Inggris mengubah dunia,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Brexit Tanpa Kesepakatan, Perubahan Kebijakan Pajak Minim

Namun, secara terpisah, Menteri Transportasi dan Pariwisata Irlandia Shane Ross berkomentar rencana Osborne memanhkas tarif pajak adalah langkah untuk memikat investor agar menjauh dari Irlandia. (Bsi)

Namun, tarif 15% ini diumumkan tanpa target pengesahannya. Sebelumnya, Osborne pernah mengumumkan akan memangkas pajak korporasi menjadi 17% pada 2020 dari tarif 20%. Sementara tarif PPh badan yang ditetapkan di berbagai negara maju rata-rata 25%.

Baca Juga: Bukan Pengenaan Pajak, Parlemen Justru Minta Insentif untuk Robot

Kepercayaan diri ekonomi Inggris terpukul akibat voting yang memihak meninggalkan Uni Eropa. Tarif PPh badan yang lebih rendah diharapkan mencegah eksodus perusahaan yang akan menunda investasi akibat ketidakpastian yang timbul akibat guncangan ini.

“Pajak yang lebih rendah tetap menarik bagi beberapa perusahaan asing. Terlepas dari status masa depan Inggris di Uni Eropa. Inggris akan menjadi lebih kompetitif,” kata Ferdinand Mason, Partner di Kantor Hukum Jones Day, mengomentari kebijakan tersebut.

Osborne, sebagaimana dilansir The Japan News, juga menekankan dampak Brexit dapat sebegitu hebatnya mengubah dinamika Uni Eropa. “Ini jelas sekali menggambarkan begitu besarnya dampak dari hasil referendum Inggris mengubah dunia,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Brexit Tanpa Kesepakatan, Perubahan Kebijakan Pajak Minim

Namun, secara terpisah, Menteri Transportasi dan Pariwisata Irlandia Shane Ross berkomentar rencana Osborne memanhkas tarif pajak adalah langkah untuk memikat investor agar menjauh dari Irlandia. (Bsi)

Topik : brexit, pajak internasional, inggris
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA