Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sudah Tinggi, Negara Ini akan Naikan Pajak Rokok

2
2

TOKYO, DDTCNews – Industri tembakau terus mendapat tekanan dari kenaikan pajak dan cukai di berbagai negara di Asia. Setelah Filipina, kini Jepang berencana menaikan pajak rokok secara bertahap dalam lima tahun ke depan.

Rencana mengerek pajak rokok ini merupakan bagian dari reformasi pajak yang saat ini tengah digodok oleh parlemen Jepang. Kenaikan ini juga akan berlaku bagi penggunaan rokok elektrik yang mulai populer di Negeri Sakura itu.

“Kenaikan pajak tembakau tersebut diperkirakan akan mendorong pendapatan pemerintah sebesar 240 miliar Yen per tahun,” kata Kepala anggota parlemen, Yoichi Miyazawa dilansir japantimes.co.jp, Kamis (14/12).

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

Seperti yang diketahui, pajak rokok di Jepang sebetulnya sudah tinggi jika dibandingkan Indonesia. Saat ini saja untuk satu batang rokok dikenakan pajak sebesar ¥12,2 atau Rp1.400, jika membeli satu bungkus rokok maka pajak yang harus dibayar sebesar ¥244 atau Rp29.428.

Ke depannya, dalam reformasi pajak Jepang yang tengah dibahas tersebut, pajak tembakau akan dinaikan secara bertahap. Pajak akan meningkat dari Oktober 2018 sampai Oktober 2021 angkanya akan mencapai ¥15,2 per batang rokok.

Serupa dengan pajak rokok konvensional, pajak rokok elektrik juga akan ikut terdampak rencana kebijakan ini dan akan ada perhitungan ulang atas pajak rokok elektrik.

Baca Juga: Soal Sistem Baru Setelah Tarif Pajak Penjualan Naik, Ini Janji PM Abe

Angkanya dipastikan akan naik dalam lima tahun ke depan. Rencana ini diprediksi akan mempengaruhi penjualan tiga merek besar rokok elektrik yang saat ini dijual di Jepang. Rokok elektrik dengan cepat memiliki basis pengemar dan angkanya terus bertumbuh. Hal ini karena bau yang dihasilkan tidak terlalu menyengat dan risiko kesehatan yang lebih rendah dari pengguna rokok konvensional.

Selain pajak rokok, rencana reformasi pajak ini juga akan menyasar kenaikan pajak untuk pegawai dengan penghasilan tinggi. Selain itu, akan ada relaksasi pajak untuk mendorong konsumsi dalam negeri di Jepang. (Amu)

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Berlaku Tarif Pajak Penjualan Baru di Jepang

“Kenaikan pajak tembakau tersebut diperkirakan akan mendorong pendapatan pemerintah sebesar 240 miliar Yen per tahun,” kata Kepala anggota parlemen, Yoichi Miyazawa dilansir japantimes.co.jp, Kamis (14/12).

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

Seperti yang diketahui, pajak rokok di Jepang sebetulnya sudah tinggi jika dibandingkan Indonesia. Saat ini saja untuk satu batang rokok dikenakan pajak sebesar ¥12,2 atau Rp1.400, jika membeli satu bungkus rokok maka pajak yang harus dibayar sebesar ¥244 atau Rp29.428.

Ke depannya, dalam reformasi pajak Jepang yang tengah dibahas tersebut, pajak tembakau akan dinaikan secara bertahap. Pajak akan meningkat dari Oktober 2018 sampai Oktober 2021 angkanya akan mencapai ¥15,2 per batang rokok.

Serupa dengan pajak rokok konvensional, pajak rokok elektrik juga akan ikut terdampak rencana kebijakan ini dan akan ada perhitungan ulang atas pajak rokok elektrik.

Baca Juga: Soal Sistem Baru Setelah Tarif Pajak Penjualan Naik, Ini Janji PM Abe

Angkanya dipastikan akan naik dalam lima tahun ke depan. Rencana ini diprediksi akan mempengaruhi penjualan tiga merek besar rokok elektrik yang saat ini dijual di Jepang. Rokok elektrik dengan cepat memiliki basis pengemar dan angkanya terus bertumbuh. Hal ini karena bau yang dihasilkan tidak terlalu menyengat dan risiko kesehatan yang lebih rendah dari pengguna rokok konvensional.

Selain pajak rokok, rencana reformasi pajak ini juga akan menyasar kenaikan pajak untuk pegawai dengan penghasilan tinggi. Selain itu, akan ada relaksasi pajak untuk mendorong konsumsi dalam negeri di Jepang. (Amu)

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Berlaku Tarif Pajak Penjualan Baru di Jepang
Topik : berita pajak internasional, pajak rokok, jepang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA