Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sri Mulyani: Tugas DJP Tidak Populer

A+
A-
9
A+
A-
9
Sri Mulyani: Tugas DJP Tidak Populer

Menteri Keuangan Sri Mulyani berfoto bersama jajaran pimpinan Ditjen Pajak. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Tugas Ditjen Pajak (DJP) tidak populer sehingga membutuhkan kehati-hatian dalam menjalankannya.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DJP, Senin (20/1/2020). Tugas untuk mengumpulkan penerimaan pajak harus dilakukan di tengah adanya upaya untuk tidak membayar atau menghindari pajak.

“Jadi, karena tugas kita tidak populer, kita harus melaksanakannya dengan ekstra hati-hati, ekstra bertanggung jawab, ekstra kerja keras, ekstra smart, ekstra efektif. Jadi, tolong secara organisasi terus-menerus dilakukan perbaikan-perbaikan,” jelas Sri Mulyani, dikutip dari laman resmi Kemenkeu.

Baca Juga: Pajak Terus Tertekan, Realisasi PPh Badan Tumbuh Minus 29%

Berbicara di depan 648 jajaran pimpinan DJP dari seluruh Indonesia, dia meminta agar semua dapat menjaga tujuan organisasi. Selain memiliki tujuan dan sasaran target penerimaan pajak, sambungnya, DJP juga memiliki tujuan lain dari organisasi.

Tujuan lain organisasi yang dimaksud Sri Mulyani adalah membangun suatu organisasi atau institusi penerima pajak yang andal, kredibel, profesional, jujur, dipercaya, dan menjadi tulang punggung Indonesia. Apalagi, lebih dari 75% penerimaan negara berasal dari pajak.

“Tujuan-tujuan institusi DJP menghendaki kita semua memberikan perhatian yang sama tingginya,” imbuhnya.

Baca Juga: Baru Januari, Defisit APBN 2020 Sudah Tembus Rp36 triliun

Sri Mulyani ingin agar DJP memiliki kreativitas bagaimana cara mengelola kesadaran membayar pajak – terutama kemudahan membayar pajak – serta meningkatkan kemampuan DJP dalam melayani dengan lebih mudah dan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengapresiasi kinerja para pegawai DJP yang telah bekerja keras dalam mengumpulkan penerimaan pajak pada tahun lalu. Apresiasi disampaikan meskipun realisasi penerimaan tahun lalu tidak mencapai target.

Seperti diketahui, realisasi penerimaan pajak 2019 tercatat memenuhi 84,4% dari target APBN 2019 yang senilai Rp1.557,6 triliun. Kendati demikian, sebagian kantor pelayanan pajak (KPP) tercatat mampu memenuhi target yang ditetapkan.

Baca Juga: Duh, Penerimaan Perpajakan Januari 2020 Malah Turun, Ada Apa?

“Saya sebagai Menteri Keuangan ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Anda dan seluruh keluarga Anda karena telah bekerja keras mengumpulkan pendapatan negara pada 2019 tanpa kenal lelah dan mengorbankan banyak waktu berkumpul bersama keluarga,” tutur Sri Mulyani. (kaw)

“Jadi, karena tugas kita tidak populer, kita harus melaksanakannya dengan ekstra hati-hati, ekstra bertanggung jawab, ekstra kerja keras, ekstra smart, ekstra efektif. Jadi, tolong secara organisasi terus-menerus dilakukan perbaikan-perbaikan,” jelas Sri Mulyani, dikutip dari laman resmi Kemenkeu.

Baca Juga: Pajak Terus Tertekan, Realisasi PPh Badan Tumbuh Minus 29%

Berbicara di depan 648 jajaran pimpinan DJP dari seluruh Indonesia, dia meminta agar semua dapat menjaga tujuan organisasi. Selain memiliki tujuan dan sasaran target penerimaan pajak, sambungnya, DJP juga memiliki tujuan lain dari organisasi.

Tujuan lain organisasi yang dimaksud Sri Mulyani adalah membangun suatu organisasi atau institusi penerima pajak yang andal, kredibel, profesional, jujur, dipercaya, dan menjadi tulang punggung Indonesia. Apalagi, lebih dari 75% penerimaan negara berasal dari pajak.

“Tujuan-tujuan institusi DJP menghendaki kita semua memberikan perhatian yang sama tingginya,” imbuhnya.

Baca Juga: Baru Januari, Defisit APBN 2020 Sudah Tembus Rp36 triliun

Sri Mulyani ingin agar DJP memiliki kreativitas bagaimana cara mengelola kesadaran membayar pajak – terutama kemudahan membayar pajak – serta meningkatkan kemampuan DJP dalam melayani dengan lebih mudah dan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengapresiasi kinerja para pegawai DJP yang telah bekerja keras dalam mengumpulkan penerimaan pajak pada tahun lalu. Apresiasi disampaikan meskipun realisasi penerimaan tahun lalu tidak mencapai target.

Seperti diketahui, realisasi penerimaan pajak 2019 tercatat memenuhi 84,4% dari target APBN 2019 yang senilai Rp1.557,6 triliun. Kendati demikian, sebagian kantor pelayanan pajak (KPP) tercatat mampu memenuhi target yang ditetapkan.

Baca Juga: Duh, Penerimaan Perpajakan Januari 2020 Malah Turun, Ada Apa?

“Saya sebagai Menteri Keuangan ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Anda dan seluruh keluarga Anda karena telah bekerja keras mengumpulkan pendapatan negara pada 2019 tanpa kenal lelah dan mengorbankan banyak waktu berkumpul bersama keluarga,” tutur Sri Mulyani. (kaw)

Topik : Ditjen Pajak, DJP, penerimaan pajak, shortfall, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:40 WIB
VAT REFUND
Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:11 WIB
VAT REFUND
Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:59 WIB
UU PNBP
Senin, 24 September 2018 | 09:53 WIB
UTANG PEMERINTAH PUSAT
berita pilihan
Rabu, 19 Februari 2020 | 19:50 WIB
KINERJA APBN PER JANUARI 2020
Rabu, 19 Februari 2020 | 18:58 WIB
KINERJA APBN PER JANUARI 2020
Rabu, 19 Februari 2020 | 18:42 WIB
KINERJA APBN PER JANUARI 2020
Rabu, 19 Februari 2020 | 18:20 WIB
KOTA YOGYAKARTA
Rabu, 19 Februari 2020 | 18:13 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Rabu, 19 Februari 2020 | 17:58 WIB
SPANYOL
Rabu, 19 Februari 2020 | 16:44 WIB
PMK 11/2020
Rabu, 19 Februari 2020 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Rabu, 19 Februari 2020 | 15:17 WIB
INVESTASI
Rabu, 19 Februari 2020 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN CUKAI