PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Final Turun, Kemenkeu Beberkan Penyebabnya

Muhamad Wildan | Kamis, 25 November 2021 | 18:15 WIB
Setoran PPh Final Turun, Kemenkeu Beberkan Penyebabnya

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Keputusan pemerintah untuk memangkas tarif PPh final atau bunga obligasi ternyata memberikan dampak terhadap realisasi PPh final yang diterima oleh pemerintah.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi PPh final sepanjang Januari-Oktober 2021 terkontraksi hingga minus 1,1% dari periode yang sama tahun lalu. Khusus pada Oktober, realisasi penerimaan PPh final turun 18,1%.

"PPh final terkontraksi disebabkan oleh penurunan tarif pajak atas bunga obligasi dan penurunan tingkat suku bunga," tulis Kementerian Keuangan dalam laporan APBN KiTa Oktober 2021, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga:
Cara Buat Kode Billing atas Pemotongan PPh Final UMKM

Seperti diketahui, tarif PPh final atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri resmi dipangkas pemerintah dari 15% menjadi 10%. Pemangkasan tarif PPh final bunga obligasi diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 91/2021.

Tarif PPh atas bunga obligasi yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri diturunkan mengingat UU Cipta Kerja dan PP 9/2021 menurunkan tarif PPh Pasal 26 atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak luar negeri dari 20% menjadi 10%.

Akibat perbedaan tarif tersebut, tarif PPh final bagi wajib pajak dalam negeri pun disesuaikan untuk memberikan kesetaraan perlakuan PPh.

Baca Juga:
Penghasilan Kontraktor Migas dari Pengalihan PI Kena PPh Final

Tarif PPh final atas bunga obligasi sebesar 10% dikenakan atas 3 jenis dasar pengenaan pajak (DPP). Pertama, atas bunga dari obligasi dengan kupon maka DPP ditetapkan sebesar jumlah bruto sesuai dengan masa kepemilikan obligasi.

Kedua, atas diskonto dari obligasi dengan kupon, DPP ditetapkan sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi tidak termasuk bunga berjalan.

Ketiga, atas diskonto dari obligasi tanpa bunga, DPP ditetapkan sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi. (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
BERITA PILIHAN
Selasa, 23 April 2024 | 17:30 WIB TIPS PAJAK

Cara Buat Kode Billing atas Pemotongan PPh Final UMKM

Selasa, 23 April 2024 | 17:15 WIB REFORMASI PAJAK

Jelang Implementasi Coretax, DJP Bakal Uji Coba dengan Beberapa WP

Selasa, 23 April 2024 | 17:00 WIB PROVINSI JAWA TENGAH

Tak Ada Lagi Pemutihan Denda, WP Diminta Patuh Bayar Pajak Kendaraan

Selasa, 23 April 2024 | 16:55 WIB PERATURAN PERPAJAKAN

Aturan Penyelesaian BKC yang Dirampas, Dikuasai, dan Jadi Milik Negara

Selasa, 23 April 2024 | 16:00 WIB HARI BUKU SEDUNIA

World Book Day, Ini 3 Ketentuan Fasilitas Perpajakan untuk Buku

Selasa, 23 April 2024 | 15:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Apresiasi 57 WP Prominen, Kanwil Jakarta Khusus Gelar Tax Gathering

Selasa, 23 April 2024 | 15:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Barang Bawaan dari Luar Negeri yang Perlu Diperiksa via Jalur Merah

Selasa, 23 April 2024 | 14:49 WIB PAJAK PENGHASILAN

Ingat, PTKP Disesuaikan Keadaan Sebenarnya Tiap Awal Tahun Pajak