Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Setoran Pajak Transfer Uang Elektronik Melonjak

0
0

Ilustrasi. 

HARARE, DDTCNews – Otoritas pajak Zimbabwe (Zimbabwe Revenue Authority/Zimra) mencatat pajak transfer uang sementara (intermediate money transfer tax/IMTT) meningkat signifikan.

Ketua Dewan Zimra Calliosto menjelaskan hingga Maret 2019, penerimaan pajak dari transfer uang berbasis elektronik senilai US$242 juta, jauh lebih tinggi dari capaian akhir Maret 2018 senilai US$5 juta (Rp70,33 miliar). Pajak yang diperkenalkan pada Oktober 2018 ini tercatat menyumbang hampir 15% dari pendapatan kotor US$2.059 miliar.

“Pengumpulan pajak transfer uang elektronik sudah terkumpul sebanyak US$242,84 juta terhadap target US$150 juta,” katanya seperti dikutip pada Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Ini Realisasi Penerimaan Perpajakan Zimbabwe Kuartal I/2019

Peningkatan signifikan terjadi setelah Menteri Keuangan Mthuli Ncube mendapat protes pada Oktober 2018 saat memperkenalkan pajak transfer uang untuk meningkatkan biaya pajak elektronik dari 0,05% menjadi 5% untuk seluruh transaksi.

Ncube terpaksa meninjau dan memutuskan kenaikan pajak itu hanya pada angka 2% setelah harga dan layanan diperkenalkan. Ncube pun mengumumkan beberapa pengecualian dan jenis transaksi di mana pajak tidak akan berlaku setelah protes tersebut

Dikabarkan, pajak atas transfer uang secara elektronik ini menjadi taktik pemerintah untuk memperluas aliran pendapatan negara dalam menghadapi kurangnya dukungan anggaran dari institusi pemberi pinjaman internaional.

Baca Juga: Zimra Mulai Pungut Pajak dalam Mata Uang Asing

Seperti dilansir newsday.co.zw, Presiden Emmerson Mnangagwa membela pemajakan seperlunya. Dia beralasan hal tersebut tidak dirancang untuk menyakiti orang-orang biasa dan perusahaan, tetapi untuk membantu sektor manufaktur mendapatkan dana untuk perbaikan dan modernisasi.

“Pengumpulan pajak transfer uang elektronik sudah terkumpul sebanyak US$242,84 juta terhadap target US$150 juta,” katanya seperti dikutip pada Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Ini Realisasi Penerimaan Perpajakan Zimbabwe Kuartal I/2019

Peningkatan signifikan terjadi setelah Menteri Keuangan Mthuli Ncube mendapat protes pada Oktober 2018 saat memperkenalkan pajak transfer uang untuk meningkatkan biaya pajak elektronik dari 0,05% menjadi 5% untuk seluruh transaksi.

Ncube terpaksa meninjau dan memutuskan kenaikan pajak itu hanya pada angka 2% setelah harga dan layanan diperkenalkan. Ncube pun mengumumkan beberapa pengecualian dan jenis transaksi di mana pajak tidak akan berlaku setelah protes tersebut

Dikabarkan, pajak atas transfer uang secara elektronik ini menjadi taktik pemerintah untuk memperluas aliran pendapatan negara dalam menghadapi kurangnya dukungan anggaran dari institusi pemberi pinjaman internaional.

Baca Juga: Zimra Mulai Pungut Pajak dalam Mata Uang Asing

Seperti dilansir newsday.co.zw, Presiden Emmerson Mnangagwa membela pemajakan seperlunya. Dia beralasan hal tersebut tidak dirancang untuk menyakiti orang-orang biasa dan perusahaan, tetapi untuk membantu sektor manufaktur mendapatkan dana untuk perbaikan dan modernisasi.

Topik : transaksi elektronik, Zimbabwe
artikel terkait
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA