Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

RUU Tax Amnesty Terancam Gagal

0
0

JAKARTA, DDTCNews — Berita mengenai pembahasan rancangan undang-undang (RUU) pengampunan pajak (tax amnesty) yang berjalan lambat di panitia kerja (Panja) tersebar di beberapa media cetak pagi ini, Selasa (7/6). Hingga senin kemarin, dikabarkan Panja belum juga membahas pasal penting seputar tarif tebusan, mekanisme repatriasi, dan instrumen investasi.

Selain itu, ada juga berita mengenai ekonomi Indonesia yang kembali mendapatkan dana segar dengan datangnya Lebaran. Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang perayaan Lebaran tahun ini akan sangat besar, hal ini juga dilihat dari kebutuhan uang tahun ini yang juga sangat tinggi. Lantas, berapakah jumlah kenaikannya? Berikut ringkasan berita selengkapnya:

  • RUU Tax Amnesty Terancam Gagal Juni Ini

Pembahasan RUU tax amnesty yang berjalan lambat di panitia kerja (Panja). Hingga senin kemarin, dikabarkan Panja belum juga membahas pasal penting seputar tarif tebusan, mekanisme repatriasi, dan instrumen investasi. Juru bicara Presiden Johan Budi mengatakan, presiden tidak pasang target penyelesaian RUU tax amnesty. Dia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan opsi-opsi lain apabila RUU tersebut  tidak selesai.

Baca Juga: Agar Dana Repatriasi Tidak Kabur, Kemenkeu Bersinergi dengan BI & OJK
  • Stimulus Lebaran Bernilai Rp160 Triliun

Ekonomi Indonesia kembali mendapatkan injeksi dana segar stimulus tahunan bernama uang Lebaran. Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang perayaan Lebaran tahun ini mencapai Rp160,4 triliun. Jumlah ini naik 14,57% daripada lebaran tahun 2015. Kebutuhan uang lebaran dipicu 2 faktor. Pertama, pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan polri. Kedua, jumlah hari libur Lebaran 2016 lebih banyak dari tahun lalu.

  • Pertumbuhan Ekonomi Realistis 5,1%

Pemerintah mulai realistis dengan target pertumbuhan ekonomi yang diusulkan dalam RAPBN-P 2016. Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, setelah rapat kerja dengan Komisi XI dan Badan Anggaran (Banggar) DPR, target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN-P 2016 akan lebih moderat. Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2016 sudah cukup baik jika mencapai 5,1%. Target itu lebih rendah dari pengajuan RAPBN-P 2016 yakni 5,3%.

  • Target Cukai Naik Rp1,7 Triliun

Dalam RAPBN-P 2016 target cukai mengalami kenaikan sebesar Rp1,7 triliun. Sekitar Rp1 triliun di antaranya akan diperoleh dari kebijakan cukai baru terhadap kemasan botol plastik yang berlaku mulai semester II-2016. Potensi penerimaan cukai dari barang kena cukai baru ini telah dihitung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Baca Juga: Wah, Kepatuhan Formal WP Peserta Tax Amnesty Capai 92%
  • AS Dukung Kebijakan Ekonomi China

Amerika Serikat (AS)memutuskan untuk mendukung seluruh upaya terbaru China dalam mengantisipasi dampak negatif dari proses transisi ekonominya. Menteri Keuangan AS Jack Lew mengatakan, AS akan mendukung secara penuh upaya China dalam memangkas kapasitas produksi sektor industri dan penggunaan kebijakan fiskalnya. (Amu)

  • RUU Tax Amnesty Terancam Gagal Juni Ini

Pembahasan RUU tax amnesty yang berjalan lambat di panitia kerja (Panja). Hingga senin kemarin, dikabarkan Panja belum juga membahas pasal penting seputar tarif tebusan, mekanisme repatriasi, dan instrumen investasi. Juru bicara Presiden Johan Budi mengatakan, presiden tidak pasang target penyelesaian RUU tax amnesty. Dia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan opsi-opsi lain apabila RUU tersebut  tidak selesai.

Baca Juga: Agar Dana Repatriasi Tidak Kabur, Kemenkeu Bersinergi dengan BI & OJK
  • Stimulus Lebaran Bernilai Rp160 Triliun

Ekonomi Indonesia kembali mendapatkan injeksi dana segar stimulus tahunan bernama uang Lebaran. Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang perayaan Lebaran tahun ini mencapai Rp160,4 triliun. Jumlah ini naik 14,57% daripada lebaran tahun 2015. Kebutuhan uang lebaran dipicu 2 faktor. Pertama, pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan polri. Kedua, jumlah hari libur Lebaran 2016 lebih banyak dari tahun lalu.

  • Pertumbuhan Ekonomi Realistis 5,1%

Pemerintah mulai realistis dengan target pertumbuhan ekonomi yang diusulkan dalam RAPBN-P 2016. Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, setelah rapat kerja dengan Komisi XI dan Badan Anggaran (Banggar) DPR, target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN-P 2016 akan lebih moderat. Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2016 sudah cukup baik jika mencapai 5,1%. Target itu lebih rendah dari pengajuan RAPBN-P 2016 yakni 5,3%.

  • Target Cukai Naik Rp1,7 Triliun

Dalam RAPBN-P 2016 target cukai mengalami kenaikan sebesar Rp1,7 triliun. Sekitar Rp1 triliun di antaranya akan diperoleh dari kebijakan cukai baru terhadap kemasan botol plastik yang berlaku mulai semester II-2016. Potensi penerimaan cukai dari barang kena cukai baru ini telah dihitung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Baca Juga: Wah, Kepatuhan Formal WP Peserta Tax Amnesty Capai 92%
  • AS Dukung Kebijakan Ekonomi China

Amerika Serikat (AS)memutuskan untuk mendukung seluruh upaya terbaru China dalam mengantisipasi dampak negatif dari proses transisi ekonominya. Menteri Keuangan AS Jack Lew mengatakan, AS akan mendukung secara penuh upaya China dalam memangkas kapasitas produksi sektor industri dan penggunaan kebijakan fiskalnya. (Amu)

Topik : Pengampunan Pajak, APBN 2016, Tax Amnesty, pengampunan pajak
artikel terkait
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK