Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Perubahan Basis Cukai Sepeda Motor Disambut Pabrikan

A+
A-
0
A+
A-
0

BANGKOK, DDTCNews—Perubahan perhitungan cukai untuk sepeda motor di Thailand dari semula berbasis kapasitas mesin menjadi kadar emisi CO2 pada awal 2020 disambut oleh pabrikan. Namun, mereka masih melakukan evaluasi internal untuk menghitung harga jual produknya.

Christian Samlowski, Kepala BMW (Bayerische Motoren Werke) Motorrad Thailand mengatakan BMW siap mematuhi rezim pajak baru itu. Namun, saat ini mereka sedang dalam evaluasi internal sebelum membuat pengumuman di masa depan.

“Kami memahami upaya pemerintah untuk mengurangi emisi CO2 sejalan dengan pengembangan lingkungan di negara lain. BMW telah meningkatkan standar emisi Euro 4, sedangkan persyaratan pemerintah sekarang di Euro 3,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Baca Juga: Beleid Baru Tax Allowance & E-Commerce, Download Aturannya di Sini

Seperti diketahui, pertengahan Mei lalu kabinet telah menyetujui perhitungan baru untuk cukai sepeda motor, dari berbasis kapasitas mesin menjadi berbasis emisi CO2, efektif pada awal 2020. Langkah ini sejalan dengan pajak cukai mobil, yang efektif pada awal 2016.

Sepeda motor listrik dan berbasis bahan bakar yang melepaskan emisi CO2 kurang dari 10 gram per kilometer terkena cukai 1%. Sepeda motor berbasis bahan bakar atau hybrid dengan emisi CO2 10-50 gr/km akan terkena 3%, 51-90 gr/km 5%, 91-130 gr/km 9% dan lebih dari 130 gr/km 18%.

Apabila dibandingkan dengan struktur cukai saat ini yang sedang berjalan, tarif cukai baru akan ada peningkatan 0,5-1% pada setiap segmen. Hal tersebut akan berpengaruh pada kenaikan harga akhir yang ditawarkan ke konsumen.

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Cukai Minuman untuk Peribadatan Umum

Samlowski mengatakan peraturan pajak baru itu mensyaratkan penempatan stiker ramah lingkungan di setiap sepeda motor, mirip dengan langkah-langkah pada mobil. Untuk itu, BMW bekerja dengan otoritas yang relevan bersama dengan produsen dan distributor sepeda motor lain.

“Stiker ini merupakan langkah yang baik dalam upaya untuk menginformasikan pelanggan tentang spesifikasi, emisi, dan konsumsi bahan bakar dari masing-masing sepeda motor,” katanya seperti dilansir bangkokpost.com. (MG-dnl/Bsi)

Baca Juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Penyelundupan Barang dari Luar Negeri

“Kami memahami upaya pemerintah untuk mengurangi emisi CO2 sejalan dengan pengembangan lingkungan di negara lain. BMW telah meningkatkan standar emisi Euro 4, sedangkan persyaratan pemerintah sekarang di Euro 3,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Baca Juga: Beleid Baru Tax Allowance & E-Commerce, Download Aturannya di Sini

Seperti diketahui, pertengahan Mei lalu kabinet telah menyetujui perhitungan baru untuk cukai sepeda motor, dari berbasis kapasitas mesin menjadi berbasis emisi CO2, efektif pada awal 2020. Langkah ini sejalan dengan pajak cukai mobil, yang efektif pada awal 2016.

Sepeda motor listrik dan berbasis bahan bakar yang melepaskan emisi CO2 kurang dari 10 gram per kilometer terkena cukai 1%. Sepeda motor berbasis bahan bakar atau hybrid dengan emisi CO2 10-50 gr/km akan terkena 3%, 51-90 gr/km 5%, 91-130 gr/km 9% dan lebih dari 130 gr/km 18%.

Apabila dibandingkan dengan struktur cukai saat ini yang sedang berjalan, tarif cukai baru akan ada peningkatan 0,5-1% pada setiap segmen. Hal tersebut akan berpengaruh pada kenaikan harga akhir yang ditawarkan ke konsumen.

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Cukai Minuman untuk Peribadatan Umum

Samlowski mengatakan peraturan pajak baru itu mensyaratkan penempatan stiker ramah lingkungan di setiap sepeda motor, mirip dengan langkah-langkah pada mobil. Untuk itu, BMW bekerja dengan otoritas yang relevan bersama dengan produsen dan distributor sepeda motor lain.

“Stiker ini merupakan langkah yang baik dalam upaya untuk menginformasikan pelanggan tentang spesifikasi, emisi, dan konsumsi bahan bakar dari masing-masing sepeda motor,” katanya seperti dilansir bangkokpost.com. (MG-dnl/Bsi)

Baca Juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Penyelundupan Barang dari Luar Negeri
Topik : thailand, cukai sepeda motor, cukai
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Kamis, 24 Oktober 2019 | 16:01 WIB
EODB 2020
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG