Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Permudah Klaim PPN Rumah, Negara Ini Luncurkan Aplikasi Online Baru

A+
A-
2
A+
A-
2
Permudah Klaim PPN Rumah, Negara Ini Luncurkan Aplikasi Online Baru

ilustrasi.

ABU DHABI, DDTCNews—Otoritas Pajak Uni Emirat Arab meluncurkan platform pajak online baru untuk masyarakat yang ingin mengajukan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) saat membangun rumah baru.

Dengan platform tersebut, otoritas memastikan proses pengajuan restitusi akan lebih cepat dan hanya membutuhkan empat dokumen seperti kartu keluarga, KTP, izin mendirikan rumah, dan dokumen rumah yang ditempati.

Restitusi PPN hanya bisa berlaku untuk warga UEA dengan waktu pengajuan maksimal enam bulan sejak rumah selesai dibangun. Setiap pemohon bisa menggunakan fitur e-Services di laman Otoritas pajak UEA, dan tidak lagi mengirim via pos.

Baca Juga: Data Finansial Makin Transparan, Indonesia Peringkat Berapa?

Dirjen Otoritas Pajak UEA Khalid Ali Al Bustani mengatakan fasilitas platform untuk restitusi rumah baru tersebut menjadi bagian dari usaha pemerintah menyediakan layanan pajak yang terbaik untuk masyarakat.

“FTA berkomitmen melibatkan semua pihak dalam mengembangkan prosedur pelayanan pajak yang lebih baik," kata Khalid, dikutip Rabu (22/01/2020).

Khalid menjelaskan platform klaim PPN disiapkan dengan standar terbaru demi menjaga efisiensi, kecepatan, kemudahan dan kejelasan prosedur. Otoritas bahkan berkonsultasi dengan wajib pajak, termasuk agen pajak perihal platform baru itu.

Baca Juga: Negara Paling Aman Simpan Aset di Dunia: Cayman dan AS Salip Swiss

Dia juga menambahkan otoritas pajak akan terus merevisi prosedur eksekutif pada Undang-undang Perpajakan guna memastikan kinerja lembaganya transparan, efisien, dan memuaskan masyarakat.

Dilansir dari Albawaba.com, otoritas pajak mencatat permohonan restitusi PPN sepanjang 2019 mencapai 1.474 aplikasi dengan klaim senilai 84,07 juta dirham. Pada 2018, otoritas pajak hanya menerima 539 aplikasi, dengan klaim AED 23,74 juta. (rig)

Baca Juga: Negara Ini akan Terapkan Pajak Digital Paling Lambat Desember

Restitusi PPN hanya bisa berlaku untuk warga UEA dengan waktu pengajuan maksimal enam bulan sejak rumah selesai dibangun. Setiap pemohon bisa menggunakan fitur e-Services di laman Otoritas pajak UEA, dan tidak lagi mengirim via pos.

Baca Juga: Data Finansial Makin Transparan, Indonesia Peringkat Berapa?

Dirjen Otoritas Pajak UEA Khalid Ali Al Bustani mengatakan fasilitas platform untuk restitusi rumah baru tersebut menjadi bagian dari usaha pemerintah menyediakan layanan pajak yang terbaik untuk masyarakat.

“FTA berkomitmen melibatkan semua pihak dalam mengembangkan prosedur pelayanan pajak yang lebih baik," kata Khalid, dikutip Rabu (22/01/2020).

Khalid menjelaskan platform klaim PPN disiapkan dengan standar terbaru demi menjaga efisiensi, kecepatan, kemudahan dan kejelasan prosedur. Otoritas bahkan berkonsultasi dengan wajib pajak, termasuk agen pajak perihal platform baru itu.

Baca Juga: Negara Paling Aman Simpan Aset di Dunia: Cayman dan AS Salip Swiss

Dia juga menambahkan otoritas pajak akan terus merevisi prosedur eksekutif pada Undang-undang Perpajakan guna memastikan kinerja lembaganya transparan, efisien, dan memuaskan masyarakat.

Dilansir dari Albawaba.com, otoritas pajak mencatat permohonan restitusi PPN sepanjang 2019 mencapai 1.474 aplikasi dengan klaim senilai 84,07 juta dirham. Pada 2018, otoritas pajak hanya menerima 539 aplikasi, dengan klaim AED 23,74 juta. (rig)

Baca Juga: Negara Ini akan Terapkan Pajak Digital Paling Lambat Desember
Topik : fasilitas pajak, klaim ppn, uni emirat arab, otoritas pajak, restitusi, aplikasi online, internasion
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 01 Februari 2017 | 15:08 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 02 Agustus 2017 | 13:01 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Rabu, 11 Januari 2017 | 11:38 WIB
PERU
Rabu, 31 Mei 2017 | 15:31 WIB
KOREA SELATAN
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI