Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Partner DDTC Raih Gelar LLM di Austria

0
0

VIENNA, DDTCNews - Pada tanggal 23 Juni 2016 yang lalu, bertempat di Gedung Oesterreichische Nationalbank, Romi Irawan partner DDTC, mengikuti prosesi wisuda atas keberhasilannya mendapatkan gelar S2 LLM dalam bidang hukum pajak internasional. Gelar itu didapatkannya dari Vienna University of Economics and Business, Austria.

Acara tersebut sebagai rangkaian akhir dari program yang telah ia jalani selama kurang lebih 10 bulan di kota Vienna. Romi Irawan mengikuti program S2 dalam rangka Program Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dikembangkan oleh DDTC. Setiap tahun DDTC memberangkatkan pegawainya dengan beasiswa penuh untuk menimba ilmu S2 pajak di manca negara.

Baca Juga: World Bank Puji Reformasi Pajak Duterte

Acara wisuda dibuka dengan kata sambutan dari Dr. Kurt Pribil selaku Direktur Eksekutif Oesterreichische Nationalbank. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan Prof. Dr. Dr.h.c. Michael Lang yang menjabat Direktur Akademi dari program LLM hukum pajak internasional.

Dalam sambutannya, Michael Lang memberikan sedikit paparan mengenai pentingnya peran riset dalam menghadapi dunia perpajakan internasional yang dinamis. Serta, mengingatkan semakin beratnya tantangan yang akan dihadapi oleh para praktisi pajak atas derasnya arus globalisasi yang sedang terjadi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Awarding Ceremony kepada masing-masing wisudawan yang berasal dari berbagai negara. Yaitu, Indonesia, Brazil, Belgia, Kolombia, India, Filipina, Hungaria, Italia, Peru, Finlandia, Serbia, Chile, dan Swiss.

Baca Juga: Perdana Menteri Kini Boleh Hapus Utang Pajak

Dalam menyelesaikan program ini, Romi Irawan mengikuti seluruh rangkaian perkuliahan dengan total 90 ECTS (European Credit Transfer System), termasuk kewajiban menyelesaikan master thesis. Topik yang diangkat, yaitu penyalahgunaan perjanjian penghindaaran pajak berganda (P3B) dengan judul Historical Development of OECD’s Work on Treaty Abuse.

Thesis ini memaparkan dan menganalisis langkah-langkah yang telah dilakukan OECD untuk mencegah penyalahgunaan P3B. Adapun objek rentang penelitian, yaitu sejak pertama kali OECD Model dikeluarkan hingga finalisasi Rencana Aksi ke-6 dari proyek BEPS.

Sebagai catatan, sampai saat ini, DDTC telah memberikan beasiswa S2 di bidang pajak internasional ke berbagai universitas di Eropa kepada 5 pegawainya. Serta, untuk S2 dalam negeri 6 pegawai. Sedangkan untuk kursus pajak di luar negeri, meliputi kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Serikat,  telah memberangkatkan 21 pegawainya. (Amu)

Baca Juga: G20 Bakal Sahkan Program Kerja untuk Capai Konsensus Pajak Digital

Acara tersebut sebagai rangkaian akhir dari program yang telah ia jalani selama kurang lebih 10 bulan di kota Vienna. Romi Irawan mengikuti program S2 dalam rangka Program Pengembangan Sumber Daya Manusia yang dikembangkan oleh DDTC. Setiap tahun DDTC memberangkatkan pegawainya dengan beasiswa penuh untuk menimba ilmu S2 pajak di manca negara.

Baca Juga: World Bank Puji Reformasi Pajak Duterte

Acara wisuda dibuka dengan kata sambutan dari Dr. Kurt Pribil selaku Direktur Eksekutif Oesterreichische Nationalbank. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan Prof. Dr. Dr.h.c. Michael Lang yang menjabat Direktur Akademi dari program LLM hukum pajak internasional.

Dalam sambutannya, Michael Lang memberikan sedikit paparan mengenai pentingnya peran riset dalam menghadapi dunia perpajakan internasional yang dinamis. Serta, mengingatkan semakin beratnya tantangan yang akan dihadapi oleh para praktisi pajak atas derasnya arus globalisasi yang sedang terjadi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Awarding Ceremony kepada masing-masing wisudawan yang berasal dari berbagai negara. Yaitu, Indonesia, Brazil, Belgia, Kolombia, India, Filipina, Hungaria, Italia, Peru, Finlandia, Serbia, Chile, dan Swiss.

Baca Juga: Perdana Menteri Kini Boleh Hapus Utang Pajak

Dalam menyelesaikan program ini, Romi Irawan mengikuti seluruh rangkaian perkuliahan dengan total 90 ECTS (European Credit Transfer System), termasuk kewajiban menyelesaikan master thesis. Topik yang diangkat, yaitu penyalahgunaan perjanjian penghindaaran pajak berganda (P3B) dengan judul Historical Development of OECD’s Work on Treaty Abuse.

Thesis ini memaparkan dan menganalisis langkah-langkah yang telah dilakukan OECD untuk mencegah penyalahgunaan P3B. Adapun objek rentang penelitian, yaitu sejak pertama kali OECD Model dikeluarkan hingga finalisasi Rencana Aksi ke-6 dari proyek BEPS.

Sebagai catatan, sampai saat ini, DDTC telah memberikan beasiswa S2 di bidang pajak internasional ke berbagai universitas di Eropa kepada 5 pegawainya. Serta, untuk S2 dalam negeri 6 pegawai. Sedangkan untuk kursus pajak di luar negeri, meliputi kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Serikat,  telah memberangkatkan 21 pegawainya. (Amu)

Baca Juga: G20 Bakal Sahkan Program Kerja untuk Capai Konsensus Pajak Digital

Topik : pajak internasional, P3B, tax treaty, perencanaan pajak, BEPS
artikel terkait
Rabu, 26 Juni 2019 | 08:05 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 25 Juni 2019 | 19:06 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Selasa, 25 Juni 2019 | 18:26 WIB
TATA KELOLA KEUANGAN NEGARA
Selasa, 25 Juni 2019 | 17:38 WIB
PENERIMAAN NEGARA
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Jum'at, 12 April 2019 | 11:51 WIB
PEREKONOMIAN GLOBAL
Jum'at, 23 September 2016 | 17:01 WIB
PEMERIKSAAN BPK
Selasa, 29 Januari 2019 | 11:54 WIB
KEBIJAKAN CUKAI