Berita
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Pajak Panel Surya Dihapus

A+
A-
1
A+
A-
1
Pajak Panel Surya Dihapus

Ilustrasi. (foto:solarreviews.com)

MADRID, DDTCNews – Pemerintah Spanyol melakukan berbagai perubahan kebijakan fiskal untuk mendukung pencapaian target transformasi sumber energi ramah lingkungan pada 2050.

Pada awal 2021, pemerintah memutuskan untuk menghapus pungutan pajak untuk panel surya. Langkah ini untuk meningkatkan jumlah rumah tangga menggunakan sumber energi baru dan terbarukan. Penghapusan pungutan yang akrab disebut ‘pajak matahari' ini disambut baik.

"Spanyol menunjukan bahwa agenda melawan perubahan iklim merupakan pertempuran serius dan siap untuk mengambil manfaat dari dekarbonisasi," kata Kepala Eksekutif European Climate Foundation Laurence Tubiana, dikutip pada Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Irlandia Cs Tolak Proposal Transparansi Perusahaan Multinasional di UE

Dia menyebutkan penghapusan ‘pajak matahari’ tidak hanya meningkatkan jumlah rumah tangga yang menggunakan energi bersih. Menurutnya, kegiatan bisnis juga ikut berkembang. Hal ini dikarenakan Negeri Matador adalah lokasi ideal untuk memanen listrik dari tenaga surya di Eropa. Pasalnya, sinar Matahari tersedia lebih dari 300 hari per tahun.

Selain menghapus pungutan pajak untuk panel surya, pemerintah juga memberikan insentif berupa kompensasi finansial bagi kelebihan listrik yang dihasilkan rumah tangga. Setiap rumah tangga berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah karena surplus energi tersebut akan masuk dalam jaringan listrik nasional.

Pengembangan sumber energi baru terbarukan juga dilakukan dengan komitmen membangun lebih banyak pembangkit tenaga surya dan angin dengan kapasitas minimal 3.000 megawatt (MW) setiap tahun. Komitmen tersebut berlaku untuk satu dekade ke depan.

Baca Juga: Masuk Daftar Negara Suaka Pajak, Pemerintah Janji Lakukan Reformasi

Untuk mendukung komitmen tersebut, pemerintah juga tengah menyusun rancangan undang-undang (RUU) untuk mengurangi emisi karbon secara bertahap. Bila lolos pembahasan di parlemen maka pemerintah memiliki dasar hukum melakukan transisi sumber energi dengan target 70% kebutuhan nasional berasal dari sumber yang ramah lingkungan.

Seperti dilansir euroweeklynews.com, RUU terkait dengan pengurangan emisi karbon juga akan melarang setiap eksplorasi baru industri ekstraktif. Dengan demikian, tidak ada lagi lokasi tambang batu bara baru atau ladang migas baru di wilayah Spanyol. (kaw)

Baca Juga: Uni Eropa Membarui Data Negara Suaka Pajak, Ini Daftarnya
Topik : Spanyol, Eropa, Uni Eropa, panel surya, pajak karbon, energi hijau
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 26 Januari 2021 | 18:00 WIB
XABI ALONSO
Selasa, 26 Januari 2021 | 17:02 WIB
ENERGI
berita pilihan
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:16 WIB
PMK 20/2021
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:06 WIB
KABUPATEN KUNINGAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:14 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:00 WIB
PELAPORAN SPT
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:58 WIB
UNI EROPA
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:00 WIB
PMK 15/2021