Berita
Minggu, 27 September 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Minggu, 27 September 2020 | 14:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 27 September 2020 | 13:28 WIB
LAYANAN PENGADILAN PAJAK
Minggu, 27 September 2020 | 13:01 WIB
APBN 2021
Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Otoritas Pajak Buru 1.000 Lebih Warga Asing Pembeli Properti

A+
A-
0
A+
A-
0
Otoritas Pajak Buru 1.000 Lebih Warga Asing Pembeli Properti

Jajaran apartemen di Seoul, Korea Selatan. (Foto: theculturetrip.com)

SEOUL, DDTCNews - Otoritas pajak Korea Selatan, National Tax Service (NTS), melakukan pemeriksaan atas 42 warga negara asing yang ditengarai memiliki properti hunian lebih dari satu unit.

Langkah ini dilakukan untuk menekan harga rumah dan apartemen yang melonjak di Seoul dan sekitarnya. Menurut NTS, terdapat sekitar 40 warga negara Amerika Serikat (AS) yang membeli 42 rumah atau apartemen di Korea Selatan dengan nilai KRW6,7 miliar atau US$5,6 juta sejak 2018.

"Warga negara AS ini menyewakan properti itu untuk mendapatkan keuntungan, tetapi mereka melakukan pengelakan pajak dengan melaporkan penghasilan yang lebih rendah dari yang sebenarnya," ujar NTS sebagaimana dilansir koreatimes.co.kr, seperti dikutip Senin (3/8/2020).

Baca Juga: Pengelakan Pajak Properti Makin Marak, 98 Orang Diperiksa

Dalam kasus lain, NTS juga menemukan warga negara China pemegang visa pelajar di Korea Selatan yang membeli 8 rumah di Korea Selatan dan menyewakan rumah-rumah tersebut. Namun, warga negara China ini tidak melaporkan penghasilan dari aktivitas persewaan yang dilakukannya.

Secara total, NTS mencatat sejak 2017 hingga Mei 2020 terdapat 1.036 warga negara asing yang memiliki rumah 2 unit atau lebih di Korea Selatan. Dari total 23.167 rumah yang dibeli warga negara asing sejak 2017 tersebut, 32,7% di antaranya tidak dihuni oleh warga negara asing dimaksud.

Menurut NTS, kepemilikan rumah atau apartemen dalam jumlah 2 unit atau lebih oleh warga negara asing di Korea Selatan ini dilatarbelakangi oleh aksi spekulasi.

Baca Juga: Terindikasi Mengelak Pajak, Netflix dan Delivery Hero Diperiksa

Memang, dalam beberapa tahun terakhir harga properti residensial di Korea Selatan terutama apartemen terus melonjak akibat rendahnya suku bunga kredit serta berlimpahnya likuiditas di negara tersebut.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-In sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan aksi spekulasi atas rumah dan properti dan menghambat laju pertumbuhan harga rumah terutama di Seoul dan wilayah penyangganya.

Yang terbaru, NTS berencana untuk meningkatkan tarif pajak properti bagi wajib pajak orang pribadi yang memiliki dua unit properti residensial atau lebih. Tarif pajak akan naik dari 0,6%-3,2% menjadi 1,2%-6%. Tarif pajak properti yang lebih tinggi ini rencananya akan mulai dikenakan tahun depan.

Baca Juga: Pajak Merosot, Defisit Anggaran Melambung US$93 Miliar

Untuk wajib pajak badan, entitas bisnis pemilik properti lebih dari 1 unit akan dikenai pajak 6%. Wajib pajak badan dikenai tarif khusus dan langsung 6% karena ada spekulan yang sengaja mendirikan entitas usaha untuk menghindari pengenaan pajak ketika membeli rumah lebih dari 1 unit. (Bsi)

Topik : NTS, pajak properti, Korea Selatan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 28 Februari 2020 | 15:45 WIB
KOREA SELATAN
Rabu, 19 Februari 2020 | 09:22 WIB
KOREA SELATAN
Senin, 20 Januari 2020 | 13:25 WIB
KOREA SELATAN
berita pilihan
Minggu, 27 September 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Minggu, 27 September 2020 | 14:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 27 September 2020 | 13:28 WIB
LAYANAN PENGADILAN PAJAK
Minggu, 27 September 2020 | 13:01 WIB
APBN 2021
Minggu, 27 September 2020 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 27 September 2020 | 11:01 WIB
UNI EROPA
Minggu, 27 September 2020 | 10:01 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 27 September 2020 | 09:06 WIB
KOREA SELATAN
Minggu, 27 September 2020 | 08:01 WIB
RUU PAJAK ATAS BARANG & JASA
Minggu, 27 September 2020 | 07:01 WIB
KOTA PALEMBANG