Review
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB
DDTC PODTAX
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Meninjau Tarif Pajak Berbasis Kekayaan di Eropa

A+
A-
2
A+
A-
2
Meninjau Tarif Pajak Berbasis Kekayaan di Eropa

PANDEMI Covid-19 telah berdampak pada kondisi penghasilan dan tingkat kekayaan dari para individu. Ironisnya, individu-individu yang merupakan High Net Worth Individual (HNWI) di berbagai negara justru semakin kaya akibat pandemi tersebut.

Misal, individu yang menjalankan model bisnis sejalan dengan langkah-langkah penyesuaian di masa pandemi, yaitu jasa digitalisasi yang mendukung kebutuhan maupun aktivitas sehari-hari masyarakat di masa pandemi ini.

Tak pelak, hal ini memunculkan gagasan di berbagai yurisdiksi untuk mengenakan pajak kekayaan demi membantu menangani dampak ekonomi di masa pandemi. Pajak kekayaan adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan terhadap suatu kekayaan.

Baca Juga: Parlemen Eropa Ajak Bos Google Cs Diskusi Penerapan Pajak Digital

IMF (2013) membagi pendekatan dalam menentukan objek pajak kekayaan yang dilihat berdasarkan kepemilikan aset (asset base), transfer aset (asset transfer), serta kenaikan nilai suatu aset (capital gains).

Setidaknya terdapat tiga jenis objek pajak kekayaan. Pertama, pajak kekayaan bersih (net wealth tax) merupakan pajak yang dikenakan terhadap nilai bersih aset (net value asset) yang dimiliki seseorang secara berulang.

Kedua, pajak warisan (inheritance tax) di Eropa hanya dikenakan atas nilai aset yang telah berpindah tangan dan dibayar sendiri oleh ahli waris yang sah. Ketiga, pajak hibah (gift tax) yang dikenakan ketika aset berpindah tangan oleh individu yang masih hidup.

Baca Juga: Skema Pungutan Pajak Baru Disepakati, Dana Stimulus Ekonomi Siap Cair

Apabila dicermati, pajak kekayaan bersih memiliki pendekatan asset base, sedangkan pajak warisan dan hadiah memiliki pendekatan asset transfer. Lantas, berapakah tarif atas pajak-pajak di negara-negara Eropa?

Tabel Tarif Pajak Kekayaan Bersih, Warisan, dan Hibah di Negara-Negara Eropa Tahun 2019
Catatan: *apabila melewati batas minimum, **angka yang tertera merupakan pajak warisan untuk bangunan, pajak hadiah sesuai dengan tarif PPh, ***bea meterai, **** tarif pajak tergantung wilayah
Sumber: Tax Foundation, “Estate, Inheritance, and Gift Taxes in Europe”.

Berdasarkan tabel di atas, negara-negara seperti Spanyol, Belgia, dan Prancis memiliki batas atas tertinggi atas jenis-jenis pajak yang dikategorikan pajak kekayaan tersebut, yakni masing-masing mencapai 81,6%, 80%, dan 60%.

Baca Juga: Menangkan Sengketa Pajak, Duit Apple Rp244 Triliun Siap Dikembalikan

Besaran tarif ini tentunya mengacu pada batasan nilai aset serta hubungan pewaris dengan ahli waris, yakni semakin besar nilai aset yang dapat dipajaki atau semakin jauh hubungan keluarga maka semakin besar pula tarif pajak yang dikenakan.

Sementara itu, batas terendah di antara negara-negara tersebut antara lain Islandia, Lituania, dan Italia yang masing-masing hanya mencapai 10%, 10%, dan 8%. Menariknya, Italia tidak menerapkan batasan atas aset yang dapat dikecualikan dari pajak kekayaan tersebut apabila ahli waris bukan merupakan keluarga inti dari sang pewaris.

Pengenaan pajak berbasis kekayaan merupakan salah satu potensi sumber penerimaan negara, khususnya di masa pandemi. Meski begitu, perlu ada sosialisasi terlebih dahulu kebijakan tersebut dengan langkah-langkah yang komunikatif.

Baca Juga: Tantangan Profesional Pajak di Perusahaan pada Masa Pandemi

Kebijakan tersebut juga perlu dikaji lebih dalam mengingat pajak kekayaan memicu perpindahan puluhan ribu HNWI di Prancis, termasuk dari aspek efektivitas pajak kekayaan dalam memenuhi tujuan redistributif penghasilan (OECD, 2018).*

Topik : narasi data, statistik pajak, pajak kekayaan, eropa
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA
Jum'at, 28 Agustus 2020 | 17:30 WIB
BELGIA
Kamis, 27 Agustus 2020 | 10:09 WIB
RUSIA
berita pilihan
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 22 September 2020 | 17:15 WIB
PP 50/2020
Selasa, 22 September 2020 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 16:22 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:39 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 September 2020 | 15:11 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:08 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024