Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Jokowi Larang Ekspor CPO, Malaysia Ketiban Rezeki Nomplok

A+
A-
1
A+
A-
1
Jokowi Larang Ekspor CPO, Malaysia Ketiban Rezeki Nomplok

 

Pekerja menimbang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bram Itam, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (15/3/2022). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/tom.
 

KUALA LUMPUR, DDTCNews – Malaysia diprediksi bakal meraup untung besar dari kebijakan pelarangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang dilakukan Indonesia. Importir CPO diyakini bakal menggeser pesanannya dari Indonesia ke Negeri Jiran, Malaysia.

Public Investment Bank (PIB) Malaysia merilis bahwa kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang ekspor CPO bakal berbuntut panjang terhadap lonjakan harga minyak nabati global.

“Indonesia, produsen utama dunia, dan pengekspor minyak sawit mengumumkan keputusannya untuk memberlakukan larangan ekspor pada komoditas tersebut mulai 28 April hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar PIB Malaysia, dikutip Selasa (26/4/2022).

Baca Juga: Impor Barang Bantuan untuk Ukraina Dibebaskan dari Bea Masuk dan PPN

Kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia menjadi langkah untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng domestik. Adanya kebijakan tersebut tentunya menjadi peluang manfaat bagi Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia.

Ekspor minyak sawit Indonesia mencapai sekitar 57% dari ekspor minyak sawit global. Selain itu, Indonesia berkontribusi sebesar 32% dari ekspor minyak nabati global.

"Langkah mengejutkan datang di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pengetatan pasokan minyak nabati global. Menanggapi langkah tak terduga, harga minyak kedelai melonjak ke rekor tertinggi US$ 1.795 per ton [sekitar Rp25 juta],” dilansir Malay Mail.

Baca Juga: Tambal Defisit APBN, India Pungut Windfall Tax dari Perusahaan Migas

Tidak hanya harga minyak kedelai, harga minyak sawit ikut merangkak naik senilai RM36 menjadi RM6.349 per ton (setara Rp20 juta per ton).

Pebisnis perkebunan Malaysia seperti Genting Plantation, KLK, Sime Darby Plantation, dan TSH yang memiliki eksposur kuat ke pasar Indonesia tidak akan dapat sepenuhnya mengimbangi kinerja harga CPO yang kuat saat ini karena bea ekspor yang besar dan kuat dan kebijakan ekspor nol persen. (sap)

Baca Juga: Tarif PPN Urgen Dinaikkan, Pemerintah Singapura Temui DPR
Topik : pajak internasional, ekonomi global, ekspor, CPO, minyak kelapa sawit, Malaysia, Jokowi

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:00 WIB
PMK 106/2022

PMK Baru! Kemenkeu Revisi Peraturan Pemungutan Bea Keluar

Rabu, 29 Juni 2022 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 26 JUNI - 5 JULI 2022

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:00 WIB
DENMARK

Redam Lonjakan Harga Energi, Negara Ini Pangkas Pajak Listrik

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:30 WIB
KTT G-7 JERMAN

Jokowi Bertemu Macron & Modi, Bahas Situasi Ukraina Hingga Soal Pangan

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet