Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Alasan Bank Indonesia Ikut Ambil Bagian Kembangkan Pariwisata

A+
A-
1
A+
A-
1

Konferensi pers rapat koordinasi terkait pariwisata di Kantor BI. 

JAKARTA, DDTCNews – Bank Indonesia (BI) ambil bagian dalam pengembangan pariwisata di Tanah Air. Sejumlah alasan melatarbelakangi aksi otoritas moneter tersebut.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sektor pariwisata mempunyai peran penting untuk menggenjot devisa negara. Bila dikembangkan dengan benar, sektor ini mempunyai potensi untuk menjadi motor utama pendulang devisa.

“Devisa dari pariwisata penting bagi perekonomian karena tahun lalu mencapai US$16 miliar,” katanya di Kantor BI, Senin (18/3/2019).

Baca Juga: Ini Posisi Cadangan Devisa Indonesia per Akhir November 2019

Dengan setoran sebesar itu, Perry menyebut devisa yang dihasilkan sektor pariwisata Indonesia menempati urutan kedua penyumbang devisa setelah minyak kelapa sawit. Selain itu, ruang pengembangan sektor pariwisata masih terbuka lebar.

Sektor pariwisata yang terus bertumbuh diharapkan menjadi alat ampuh untuk memangkas defisit neraca transaksi berjalan/current account deficit (CAD). Oleh karena itu, BI ikut berkepentingan untuk memajukan sektor ini untuk menjaga CAD dalam batas aman.

“Sektor ini memberikan dampak besar bagi perekonomian karena banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Perekonomian 2020, Ini Kata Bank Indonesia

Untuk mencapai terget devisa pariwisata senilai US$17,6 miliar, diperlukan sinergi antar pihak, baik pemerintah pusat, BI, maupun pemerintah daerah. Seluruh pihak memainkan peran dalam menentukan wajah parisiwata Indonesia di masa mendatang.

“Kita kaji progres dan pengembangan pariwisata ke depan secara keseluruhan. Sejauh ini, kerja sama antara pusat, daerah, dan BI terjalin baik dan berkesinambungan untuk meningkatkan pariwisata tahun ini dengan kunjungan 20 juta wisman dan devisa sebesar US17,6 miliar,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Dalam 2 Tahun, Presiden Ingin Ada 5 'Bali Baru'

“Devisa dari pariwisata penting bagi perekonomian karena tahun lalu mencapai US$16 miliar,” katanya di Kantor BI, Senin (18/3/2019).

Baca Juga: Ini Posisi Cadangan Devisa Indonesia per Akhir November 2019

Dengan setoran sebesar itu, Perry menyebut devisa yang dihasilkan sektor pariwisata Indonesia menempati urutan kedua penyumbang devisa setelah minyak kelapa sawit. Selain itu, ruang pengembangan sektor pariwisata masih terbuka lebar.

Sektor pariwisata yang terus bertumbuh diharapkan menjadi alat ampuh untuk memangkas defisit neraca transaksi berjalan/current account deficit (CAD). Oleh karena itu, BI ikut berkepentingan untuk memajukan sektor ini untuk menjaga CAD dalam batas aman.

“Sektor ini memberikan dampak besar bagi perekonomian karena banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Perekonomian 2020, Ini Kata Bank Indonesia

Untuk mencapai terget devisa pariwisata senilai US$17,6 miliar, diperlukan sinergi antar pihak, baik pemerintah pusat, BI, maupun pemerintah daerah. Seluruh pihak memainkan peran dalam menentukan wajah parisiwata Indonesia di masa mendatang.

“Kita kaji progres dan pengembangan pariwisata ke depan secara keseluruhan. Sejauh ini, kerja sama antara pusat, daerah, dan BI terjalin baik dan berkesinambungan untuk meningkatkan pariwisata tahun ini dengan kunjungan 20 juta wisman dan devisa sebesar US17,6 miliar,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Dalam 2 Tahun, Presiden Ingin Ada 5 'Bali Baru'
Topik : pariwisata, cadangan devisa, Bank Indonesia, neraca transaksi berjalan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 09 Desember 2019 | 11:16 WIB
KEPABEANAN
Senin, 09 Desember 2019 | 09:05 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 06 Desember 2019 | 17:55 WIB
PENGHARGAAN
Jum'at, 06 Desember 2019 | 16:46 WIB
SEA GAMES 2019
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 04 September 2019 | 18:14 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:53 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:03 WIB
TATA KELOLA PERKOTAAN LAYAK HUNI