Fokus
Data & Alat
Rabu, 04 Agustus 2021 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 4 - 10 AGUSTUS 2021
Senin, 02 Agustus 2021 | 17:00 WIB
KMK 43/2021
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Industri Penerbangan Tertekan, Pajak Bahan Bakar Mau Dipangkas

A+
A-
0
A+
A-
0
Industri Penerbangan Tertekan, Pajak Bahan Bakar Mau Dipangkas

Armada pesawat Japan Airlines menjalanii uji coba di pabrik Airbus. (Foto: airbus.com)

TOKYO, DDTCNews - Pemerintah Jepang disebut berencana memangkas pajak bahan bakar pesawat hingga 80% untuk meringankan industri aviasi yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Jepang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif pajak bahan bakar pesawat dari sebesar JPY18.000 atau Rp2,44 juta per kiloliter menjadi JPY4.000 atau sebesar Rp542 ribu per kiloliter pada tahun fiskal 2021.

"Meski demikian, Pemerintah Jepang bersama partai petahana masih akan mendiskusikan besaran penurunan tarif pajak yang tepat mengingat pemerintah juga masih memerlukan dana untuk pengelolaan bandara," tulis japantoday.com dalam pemberitaannya, dikutip Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: AS Serukan Pajak Minimum Global, Jepang: Momentum Positif

Berdasarkan laporan aerotime.aero, permintaan jasa penerbangan di Jepang menurun signifikan akibat serangkaian protokol pembatasan sosial dan work from home sepanjang pandemi Covid-19.

Industri penerbangan di Jepang tercatat mengalami rugi bersih hingga JPY349,7 miliar atau Rp46,88 triliun dalam 6 bulan terhitung sejak April hingga September 2020.

Operator terbesar di Jepang yakni ANA Holdings telah memproyeksikan akan terjadi rugi bersih sebesar US$4,8 miliar sepanjang tahun fiskal hingga Maret 2021. AirAsia Japan bahkan telah berhenti beroperasi di Jepang sejak 5 Oktober.

Baca Juga: DJBC Bebaskan Bea Masuk Hibah Mobil Damkar dan Ambulans dari Jepang

Akibat ditutupnya perbatasan sebagai respons atas pandemi, jumlah kunjungan dari luar negeri ke Jepang tercatat menurun drastis. Pada Oktober 2020, total kunjungan WNA ke Jepang menurun hingga 99% bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai respons untuk membangkitkan kembali sektor aviasi dan pariwisata, Pemerintah Jepang sempat meluncurkan kampanye Go To Travel. Hanya saja, promosi pariwisata tersebut tidak berhasil karena wisatawan dari luar negeri masih enggan bepergian. (Bsi)

Baca Juga: Wuih, Kekayaan Wajib Pajak di Luar Negeri Capai Rp1.300 Triliun
Topik : pajak bahan bakar pesawat, jepang, industri penerbangan jepang

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Rabu, 04 Agustus 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Daftar Barang Mewah Selain Kendaraan yang Dikenai PPnBM

Rabu, 04 Agustus 2021 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Bakal Salurkan Bantuan Pariwisata, Ini Daerah yang Disasar

Rabu, 04 Agustus 2021 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 4 - 10 AGUSTUS 2021

Rupiah Berbalik Menguat Terhadap Dolar AS

Rabu, 04 Agustus 2021 | 09:02 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Termasuk Pengawasan Pajak, Ini Langkah DJP Optimalkan Penerimaan 2021

Rabu, 04 Agustus 2021 | 09:00 WIB
RESENSI JURNAL

Transformasi MAP sebagai Remedi Efektif Bagi Wajib Pajak

Rabu, 04 Agustus 2021 | 08:31 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Catat, Ini Ketentuan PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah

Rabu, 04 Agustus 2021 | 08:30 WIB
PENANGANAN PANDEMI

Pemberian Insentif Perpajakan Bidang Kesehatan Rp4,31 Triliun

Rabu, 04 Agustus 2021 | 07:30 WIB
KABUPATEN CIREBON

Hanya Berlaku 2 Bulan, Ada Program Pemutihan Denda Pajak

Rabu, 04 Agustus 2021 | 07:00 WIB
BELGIA

Meski Ada Pajak Gula, Masyarakat Tidak Ubah Perilaku Konsumsi