Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Industri Penerbangan Tertekan, Pajak Bahan Bakar Mau Dipangkas

A+
A-
0
A+
A-
0
Industri Penerbangan Tertekan, Pajak Bahan Bakar Mau Dipangkas

Armada pesawat Japan Airlines menjalanii uji coba di pabrik Airbus. (Foto: airbus.com)

TOKYO, DDTCNews - Pemerintah Jepang disebut berencana memangkas pajak bahan bakar pesawat hingga 80% untuk meringankan industri aviasi yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Jepang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif pajak bahan bakar pesawat dari sebesar JPY18.000 atau Rp2,44 juta per kiloliter menjadi JPY4.000 atau sebesar Rp542 ribu per kiloliter pada tahun fiskal 2021.

"Meski demikian, Pemerintah Jepang bersama partai petahana masih akan mendiskusikan besaran penurunan tarif pajak yang tepat mengingat pemerintah juga masih memerlukan dana untuk pengelolaan bandara," tulis japantoday.com dalam pemberitaannya, dikutip Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Negara Ini akan Sita Aset Luar Negeri Milik Penunggak Pajak

Berdasarkan laporan aerotime.aero, permintaan jasa penerbangan di Jepang menurun signifikan akibat serangkaian protokol pembatasan sosial dan work from home sepanjang pandemi Covid-19.

Industri penerbangan di Jepang tercatat mengalami rugi bersih hingga JPY349,7 miliar atau Rp46,88 triliun dalam 6 bulan terhitung sejak April hingga September 2020.

Operator terbesar di Jepang yakni ANA Holdings telah memproyeksikan akan terjadi rugi bersih sebesar US$4,8 miliar sepanjang tahun fiskal hingga Maret 2021. AirAsia Japan bahkan telah berhenti beroperasi di Jepang sejak 5 Oktober.

Baca Juga: Partai Koalisi Sepakati Proposal Paket Insentif Pajak 2021

Akibat ditutupnya perbatasan sebagai respons atas pandemi, jumlah kunjungan dari luar negeri ke Jepang tercatat menurun drastis. Pada Oktober 2020, total kunjungan WNA ke Jepang menurun hingga 99% bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai respons untuk membangkitkan kembali sektor aviasi dan pariwisata, Pemerintah Jepang sempat meluncurkan kampanye Go To Travel. Hanya saja, promosi pariwisata tersebut tidak berhasil karena wisatawan dari luar negeri masih enggan bepergian. (Bsi)

Baca Juga: Gaet Wisatawan Asing, Uang Hasil Judi Bakal Bebas Pajak
Topik : pajak bahan bakar pesawat, jepang, industri penerbangan jepang
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 23 Juni 2020 | 12:47 WIB
PENANAMAN MODAL
Kamis, 18 Juni 2020 | 11:55 WIB
PERJANJIAN PAJAK
Rabu, 17 Juni 2020 | 16:01 WIB
PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA
Selasa, 17 Maret 2020 | 18:15 WIB
JEPANG
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 14:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 22 Januari 2021 | 14:10 WIB
PERLAKUAN PERPAJAKAN LPI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 14:00 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:45 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:35 WIB
PELAYANAN PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:26 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:15 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:00 WIB
DANA TABUNGAN PERUMAHAN
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI