Review
Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:44 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Imbas BBM Naik, BI Sebut Lonjakan Harga Barang akan Terasa 3 Bulan

A+
A-
1
A+
A-
1
Imbas BBM Naik, BI Sebut Lonjakan Harga Barang akan Terasa 3 Bulan

Pekerja memanggul karung berisi beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu (14/9/2022). Harga sejumlah jenis beras di sentra perdagangan beras Jakarta tersebut mengalami kenaikan dengan margin Rp1.000-Rp2.000 per kilogram sejak pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 3 September 2022. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

JAKARTA, DDTCNews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indonesia pada September 2022 akan mencapai 5,89%. Proyeksi tersebut diperoleh berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan oleh BI.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan lonjakan inflasi pada bulan ini merupakan dampak langsung dari keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022 lalu.

"Dampak penyesuaian harga BBM khususnya Pertalite dan Solar tidak hanya ke harga langsung, melainkan juga berdampak ke tarif angkutan," ujar Perry, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Inflasi Capai 5,95 Persen, BKF: Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Tak hanya menimbulkan peningkatan inflasi pada September, kenaikan harga BBM akan menimbulkan dampak lanjutan atau second round impact setidaknya selama 3 bulan ke depan. Artinya, harga-harga barang selain BBM juga akan ikut naik pada bulan-bulan berikutnya.

Secara keseluruhan, inflasi pada 2022 diperkirakan akan sedikit lebih tinggi dari 6%. Dampak langsung dan tidak langsung dari kenaikan harga BBM meningkatkan inflasi sebesar 1,8% hingga 1,9%.

"Setelah bulan-bulan itu, kenaikan inflasinya tidak akan besar dan tentu saja akan makin melandai," ujar Perry.

Baca Juga: Adakan KPDL, Petugas Pajak Temukan Perusahaan Belum Punya NPWP

Untuk diketahui, Indonesia tercatat mengalami inflasi di atas 4% sejak Juni 2022 dan telah memuncak ke level 4,94% pada Juli 2022. Lonjakan inflasi pada Juli 2022 disebabkan oleh inflasi komponen harga pangan bergejolak atau volatile food yang kala itu mencapai 11,47%.

Setelah melonjak pada Juli 2022, inflasi pada Agustus 2022 tercatat sedikit melambat ke level 4,69%. Inflasi volatile food pada bulan tersebut tercatat melunak ke level 8,93% berkat turunnya beberapa harga komoditas seperti cabai dan bawang merah.

Walau demikian, BPS mencatat harga beras dan telur ayam mulai merangkak naik. Kenaikan harga 2 produk pangan tersebut perlu diantisipasi mengingat keduanya memberikan andil besar terhadap inflasi. (sap)

Baca Juga: Respons Kenaikan Harga BBM, Angkot dan Ojol Dibebaskan dari Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : inflasi, BBM, barang pokok, kenaikan harga, BI, Solar, Pertalite

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 28 September 2022 | 11:45 WIB
KONSULTAN PAJAK

Pembinaan Konsultan Pajak Berpindah, DJP dan PPPK Gelar Serah Terima

Rabu, 28 September 2022 | 11:17 WIB
BANTUAN SOSIAL

Jokowi Janjikan Penyaluran Subsidi Gaji Dipercepat, Fokusnya ke Daerah

Rabu, 28 September 2022 | 09:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA

Ada Sertifikatnya! FEB UI Adakan Webinar Soal Akuntansi untuk Start Up

Selasa, 27 September 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi BBM dan Listrik Tahun Depan Rp211 Triliun, DPR Beri Catatan

berita pilihan

Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:40 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Pakai PPh Final, DJP: Ada Kewajiban Pelaporan

Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Anjak Piutang dalam Perpajakan?

Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Inflasi Capai 5,95 Persen, BKF: Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Rabu, 05 Oktober 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Masih Proses, Integrasi CRM Bikin Peta Kepatuhan WP Lebih Komprehensif

Rabu, 05 Oktober 2022 | 17:15 WIB
DDTC ACADEMY

Ketahui Aspek Transfer Pricing Pertambangan Batu Bara pada Kelas Ini

Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Adakan KPDL, Petugas Pajak Temukan Perusahaan Belum Punya NPWP

Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Banyak Temuan BPK Soal Insentif Pajak, Begini Update Tindak Lanjut DJP

Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:30 WIB
OPERASI JARING SRIWIJAYA 2022

DJBC Gagalkan Penyelundupan Barang Rp244 M di Perairan Indonesia Barat

Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:10 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Mengantisipasi Risiko Hilangnya Potensi Pajak dari Sharing Economy