Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Dukung Sugar Tax, Peneliti Anjurkan Anak Minum Air Mineral

0
0

Ilustrasi. 

LONDON, DDTCNews – Pemerintah Inggris telah memberlakukan pajak gula (sugar tax) pada minuman ringan untuk mengurangi obesitas. Kebijakan diterapkan karena minuman ringan berpemanis menjadi sumber gula terbesar kepada konsumen yang seharusnya mengonsumsi air mineral.

Peneliti Penn State University Asher Rosinger mengatakan anak-anak harus meminum air mineral setiap harinya karena itu merupakan minuman utama untuk anak-anak. Menurutnya, air mineral mencegah terjadinya penimbunan kalori yang menjadi penyebab obesitas.

“Jika mereka tidak minum air mineral, mereka mungkin akan menggantinya dengan minuman lain seperti minuman berpemanis yang kurang sehat dan memiliki lebih banyak kalori,” paparnya seperti dikutip pada Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Pajak Soda Sebabkan Penjualan Minuman Berpemanis Turun 51%

Dia menilai anak-anak yang tidak minum air putih dianggap mengonsumsi 93 kalori lebih banyak dari minuman manis. Penimbunan kalori diprediksi bisa meningkatkan risiko anak-anak menjadi gemuk karena 3.500 kalori cukup untuk menambah berat badan 0,5 kilogram.

Sepertiga dari anak-anak Inggris berusia 2-15 tahun dan telah dikategorikan sebagai anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sebagai perbandingan, satu dari lima remaja di Amerika Serikat (AS) dengan usia 6-19 tahun mengalami obesitas.

Rosinger bersama timnya telah menganalisis kebiasaan minum dari 8.400 anak berusia 2-19 tahun. Berdasarkan analisanya tersebut, dia menemukan 1 dari 5 anak tercatat tidak minum air mineral.

Baca Juga: 'Seperti Berdiri di Dalam Ember dan Mengangkat Diri dengan Gagangnya'

Padahal, Departemen Pertanian AS merekomendasikan agar tidak lebih dari 10% kalori harian seseorang harus berasal dari gula tambahan. Sayangnya, anak-anak yang tidak mengonsumsi air mineral cenderung melampaui batas tersebut.

Minuman berpemanis penelitian ini termasuk soda, jus buah manis, minuman olahraga, minuman energi, dan minuman teh dan kopi manis. Namun, itu tidak termasuk jus buah 100%, minuman yang dimaniskan dengan pemanis nol kalori, atau minuman yang dimaniskan oleh konsumen seperti teh.

Beberapa minuman termasuk Fanta, Lucozade, Sprite, Dr Pepper dan Vimto telah mengubah resepnya sehingga mengandung kurang dari 5 gram gula tidak dipajaki. Sementara minuman seperti Coca Cola dan Pepsi telah menolak untuk mengurangi jumlah gula dalam minuman kemasannya yang mengakibatkan peningkatan harga produk.

Baca Juga: Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

Pemerintah memperkirakan pajak itu akan meningkatkan GBP240 juta (Rp4,39 triliun) pada tahun pertama. Kabarnya, pendapatan tersebut akan dialokasikan untuk klub olahraga dan klub sarapan di sekolah.

“Jika mereka tidak minum air mineral, mereka mungkin akan menggantinya dengan minuman lain seperti minuman berpemanis yang kurang sehat dan memiliki lebih banyak kalori,” paparnya seperti dikutip pada Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Pajak Soda Sebabkan Penjualan Minuman Berpemanis Turun 51%

Dia menilai anak-anak yang tidak minum air putih dianggap mengonsumsi 93 kalori lebih banyak dari minuman manis. Penimbunan kalori diprediksi bisa meningkatkan risiko anak-anak menjadi gemuk karena 3.500 kalori cukup untuk menambah berat badan 0,5 kilogram.

Sepertiga dari anak-anak Inggris berusia 2-15 tahun dan telah dikategorikan sebagai anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sebagai perbandingan, satu dari lima remaja di Amerika Serikat (AS) dengan usia 6-19 tahun mengalami obesitas.

Rosinger bersama timnya telah menganalisis kebiasaan minum dari 8.400 anak berusia 2-19 tahun. Berdasarkan analisanya tersebut, dia menemukan 1 dari 5 anak tercatat tidak minum air mineral.

Baca Juga: 'Seperti Berdiri di Dalam Ember dan Mengangkat Diri dengan Gagangnya'

Padahal, Departemen Pertanian AS merekomendasikan agar tidak lebih dari 10% kalori harian seseorang harus berasal dari gula tambahan. Sayangnya, anak-anak yang tidak mengonsumsi air mineral cenderung melampaui batas tersebut.

Minuman berpemanis penelitian ini termasuk soda, jus buah manis, minuman olahraga, minuman energi, dan minuman teh dan kopi manis. Namun, itu tidak termasuk jus buah 100%, minuman yang dimaniskan dengan pemanis nol kalori, atau minuman yang dimaniskan oleh konsumen seperti teh.

Beberapa minuman termasuk Fanta, Lucozade, Sprite, Dr Pepper dan Vimto telah mengubah resepnya sehingga mengandung kurang dari 5 gram gula tidak dipajaki. Sementara minuman seperti Coca Cola dan Pepsi telah menolak untuk mengurangi jumlah gula dalam minuman kemasannya yang mengakibatkan peningkatan harga produk.

Baca Juga: Bantu Toko Jalanan, Pungutan Baru bagi Peritel Online Diusulkan

Pemerintah memperkirakan pajak itu akan meningkatkan GBP240 juta (Rp4,39 triliun) pada tahun pertama. Kabarnya, pendapatan tersebut akan dialokasikan untuk klub olahraga dan klub sarapan di sekolah.

Topik : pajak gula, sugar tax, Inggris
artikel terkait
Kamis, 16 Mei 2019 | 13:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 15 Mei 2019 | 17:49 WIB
BELANDA
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA