Berita
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

DJP Ajak Perguruan Tinggi Memasyarakatkan Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
DJP Ajak Perguruan Tinggi Memasyarakatkan Pajak

Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Eddi Wahyudi. (tangkapan layar Zoom)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga anggaran pendidikan meskipun kondisi ekonomi tengah tertekan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah juga berharap adanya kerja sama dari perguruan tinggi dalam pengelolaan pajak yang menjadi kontributor terbesar penerimaan negara.

Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Eddi Wahyudi mengungkapkan hal tersebut dalam webinar bertajuk Kewajiban Perpajakan di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Tax Center Universitas Lampung. Menurutnya, pembiayaan Covid-19 tidak akan memengaruhi dana abadi pendidikan.

“Terkait dengan pendidikan, tentunya pemerintah selalu berkomitmen untuk menjaga agar pendidikan tetap sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang dan yang paling penting pemerintah berkomitmen pada riset, beasiswa, pembangunan, rehabilitasi kampus, KIP, dan tentunya dana abadi pendidikan,” ungkap Eddi, Kamis (24/9/2020)

Baca Juga: Ada Acara Online Tax Corner Soal Pemajakan Ekonomi Digital, Tertarik?

Dalam kesempatan tersebut, Eddi juga menjabarkan tentang kondisi terkini keuangan negara di tengah pandemi Covid-19. Dia menyatakan kondisi ekonomi Indonesia tengah tertekan akibat pandemi Covid-19. Kondisi serupa juga terjadi pada perekonomian negara lain.

Untuk itu, pemerintah hadir melakukan berbagai intervensi guna menjaga ekonomi agar tidak terlalu turun serta menjaga daya beli. Pemerintah melakukan intervensi dengan memberikan beragam stimulus baik dari sisi kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, pembiayaan korporasi, dan perpajakan.

Eddi mengutarakan harapannya agar kerja sama antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik. Dia menekankan jika pajak tidak bisa dikelola sendiri oleh DJP.

Baca Juga: PKN STAN Gelar Kompetisi Poster Perpajakan Gratis, Tertarik?

“Pajak harus kita kelola bersama dan kita harus menyadari betul tulang punggung ekonomi kita terutama saat pandemi adalah pajak. Untuk itu, kita harus sama-sama menjaga keuangan negara, memasyarakatkan pajak dan anggap saja pajak merupakan sedekah untuk negara,” ungkap Eddi.

Dekan FEB Unila Nairobi dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan webinar ini merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, melalui tema yang diusung perguruan tinggi dapat memahami masalah apa saja yang berkaitan dengan pajak untuk perguruan tinggi.

Nairobi menyebut isu terbaru terkait dengan pajak untuk perguruan tinggi yaitu bagaimana perlakuan pajak penghasilan atas beasiswa dan nilai sisa lebih yang diterima badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan.

Baca Juga: Ada Beragam Kegiatan Tax Center di Kanwil DJP Jabar II, Apa Saja?

“Memahami aspek pajak dengan baik dan benar sangat penting. Sebab, jika perguruan tinggi memahami pajak dan memiliki kesadaran pajak yang tinggi, hal tersebut dapat menular ke masyarakat. Dengan demikian penerimaan pajak dapat terhimpun dengan baik, karena pajak memiliki peranan yang vital,”

Adapun webinar yang diselenggarakan secara daring melalui media platform Zoom. Peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa, dosen, pegawai pemerintah, dan masyarakat umum dari seluruh wilayah di Indonesia.

Ada 2 pembicara yang hadir dalam webinar ini, yaitu Ketua Umum Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) sekaligus Managing Partner DDTC Darussalam serta Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan (PPIP) Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Sugeng Wibowo.

Baca Juga: Peran Tax Center Perlu Diperluas, Ini Alasannya

Webinar ini merupakan hasil kerja sama dengan Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung serta didukung oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Lampung dan Atpetsi Wilayah Lampung. (kaw)

Topik : webinar, kampus, Universitas Lampung, Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Atpetsi, IAI
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 15:00 WIB
HAK WAJIB PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 13:24 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:30 WIB
BAHAMA
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020