Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Diakses Ribuan Orang, Portal Pelaporan Pajak Bermasalah

3
3

Tampilan portal MyGov. 

JAKARTA, DDTCNews – Portal MyGov, situs pelaporan pajak milik Pemerintah Australia, mulai pagi tak dapat diakses. Ini terjadi setelah ribuan orang Australia mengirimkan laporan pajaknya.

Melalui akun Twitter MyGov, Department of Human Services menjelaskan terdapat kendala pada situs MyGov. Departemen tersebut menjanjikan akan segera menyelidiki dan melakukan perbaikan secepat mungkin.

“Beberapa layanan, termasuk myGov, saat ini tidak tersedia atau sedang melambat. Departemen tengah menangani masalah ini dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar juru bicara Department of Human Services, seperti dikutip pada Jumat (12/7/2019).

Baca Juga: Komisaris ATO Dapatkan Akses Dokumen Pribadi Gould

Tak dapat diaksesnya situs MyGov juga memberikan dampak signifikan pada penerima tunjangan kesejahteraan. Mereka perlu mengakses MyGov untuk menghubungi Centrelink – lembaga pembayar jaminan social – agar dukungan pendapatan mereka tak terputus sementara.

Hal tersebut disebabkan Centrelink mewajibkan penerima tunjangan untuk melaporkan pendapatan. Selain itu, adanya sistem baru single-touch payroll membuat sebagian besar pekerja harus mengakses MyGov agar dapat mengambil ringkasan gaji mereka dan mendapat pengembalian pajak tahun ini.

Bulan ini pemerintah meloloskan paket pajak A$158 miliar (sekitar Rp1,6 triliun) yang dikampanyekan pada pemilihan federal Mei lalu. Akibatnya, orang-orang yang berpenghasilan hingga A$126.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) akan berhak atas pengembalian pajak.

Baca Juga: Pemeriksaan Restitusi Pajak Digencarkan

Pengembelian pajak akan diberikan sekitar A$255 (sekitar Rp2,5 juta) hingga A$1.080 (sekitar Rp10,6 juta) ketika mereka mengajukan laporan pajak 2018/2019. Lebih dari satu juta orang telah mengajukan pengembalian pajak sejak awal Juli.

Dalam sebuah pernyataan, Australian Taxation Office (ATO) mengatakan tidak bisa digunakannya situs pelaporan pajak hanya dikarenakan masalah teknis. Mereka menampik jika masalah diakibatkan banyaknya orang yang menyampaikan laporan pajak.

Seperti dilansir dari The Guardian, Bendahara Australia Josh Frydenberg memberikan pernyataan melalui akun Twitter-nya. Dia mengatakan lebih dari 1,1 juta laporan pajak telah diajukan pada Kamis pagi. Jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu 600.000. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Pemerintah Diminta Majukan Rencana Pemangkasan Pajak Jadi 2020

“Beberapa layanan, termasuk myGov, saat ini tidak tersedia atau sedang melambat. Departemen tengah menangani masalah ini dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar juru bicara Department of Human Services, seperti dikutip pada Jumat (12/7/2019).

Baca Juga: Komisaris ATO Dapatkan Akses Dokumen Pribadi Gould

Tak dapat diaksesnya situs MyGov juga memberikan dampak signifikan pada penerima tunjangan kesejahteraan. Mereka perlu mengakses MyGov untuk menghubungi Centrelink – lembaga pembayar jaminan social – agar dukungan pendapatan mereka tak terputus sementara.

Hal tersebut disebabkan Centrelink mewajibkan penerima tunjangan untuk melaporkan pendapatan. Selain itu, adanya sistem baru single-touch payroll membuat sebagian besar pekerja harus mengakses MyGov agar dapat mengambil ringkasan gaji mereka dan mendapat pengembalian pajak tahun ini.

Bulan ini pemerintah meloloskan paket pajak A$158 miliar (sekitar Rp1,6 triliun) yang dikampanyekan pada pemilihan federal Mei lalu. Akibatnya, orang-orang yang berpenghasilan hingga A$126.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) akan berhak atas pengembalian pajak.

Baca Juga: Pemeriksaan Restitusi Pajak Digencarkan

Pengembelian pajak akan diberikan sekitar A$255 (sekitar Rp2,5 juta) hingga A$1.080 (sekitar Rp10,6 juta) ketika mereka mengajukan laporan pajak 2018/2019. Lebih dari satu juta orang telah mengajukan pengembalian pajak sejak awal Juli.

Dalam sebuah pernyataan, Australian Taxation Office (ATO) mengatakan tidak bisa digunakannya situs pelaporan pajak hanya dikarenakan masalah teknis. Mereka menampik jika masalah diakibatkan banyaknya orang yang menyampaikan laporan pajak.

Seperti dilansir dari The Guardian, Bendahara Australia Josh Frydenberg memberikan pernyataan melalui akun Twitter-nya. Dia mengatakan lebih dari 1,1 juta laporan pajak telah diajukan pada Kamis pagi. Jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu 600.000. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Pemerintah Diminta Majukan Rencana Pemangkasan Pajak Jadi 2020
Topik : Australia, pelaporan pajak, SPT
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG