TIPS PAJAK

Cara Pemindahbukuan Karena Salah Jumlah Pajak di DJP Online

Redaksi DDTCNews | Selasa, 30 Januari 2024 | 15:00 WIB
Cara Pemindahbukuan Karena Salah Jumlah Pajak di DJP Online

SAAT ini, pemindahbukuan sudah bisa dilakukan secara online melalui DJP Online. Pemindahbukuan online atau e-Pbk juga sudah diperbarui, menjadi e-Pbk versi 2.0. Pembaruan tersebut membuat wajib pajak yang ingin melakukan pemindahbukuan menjadi makin mudah.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (28) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 242/2014 s.t.d.t.d. PMK 18/2021, Pbk dapat dipahami sebagai suatu proses memindahbukukan penerimaan pajak untuk dibukukan pada penerimaan pajak sesuai.

Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara mengajukan permohonan pemindahbukuan karena kesalahan setor jumlah pembayaran pajak di DJP Online. Mula-mula, login DJP Online. Masukkan NIK/NPWP, password, dan kode captcha.

Baca Juga:
Laksanakan Bantuan Penagihan Pajak, DJP: Perpres Perlu Direvisi

Pastikan fitur e-Pbk di DJP Online sudah diaktivasi. Jika sudah , pilih menu Layanan dan klik e-Pbk. Kemudian, pilih menu Permohonan. Silakan isi kolom-kolom yang tersedia, seperti nomor transaksi penerimaan negara (NTPN). Setelah itu, tekan Cari.

Setelah itu, isi juga kolom nomor handphone dan email. Kemudian, isi NPWP, nama dan alamat wajib pajak tujuan pemindahbukuan, dan nominal pembayaran yang sebenarnya. Setelahnya, isi kode akun pajak dan kode jenis pajak yang seharusnya.

Selanjutnya, isi juga kolom-kolom lainnya dengan data yang seharusnya. Setelah itu, tuliskan alasan wajib pajak melakukan pemindahbukuan. Misal, kesalahan setor jumlah pajak. Anda juga bisa upload data pendukung jika diperlukan.

Baca Juga:
Reorganisasi Instansi Vertikal DJP Berlanjut? Ini Kata Dirjen Pajak

Jangan lupa untuk mengecek lagi kolom-kolom yang Anda telah isi. Jika sudah yakin, beri centang dan tekan Simpan. Setelah itu, Anda akan diminta untuk melakukan verifikasi, baik melalui sertifikat elektronik atau via email.

Jika memilih via email, klik kolom di sebelah ambil kode verifikasi. Nanti, sistem akan mengirimkan kode ke email terdaftar. Setelah itu, salin kode dan masukkan kode verifikasi tersebut ke kolom yang tersedia.

Namun, apabila memilih menggunakan sertifikat elektronik maka Anda tinggal memasukkan kode passphrase ke dalam kolom kode verifikasi. Setelah itu, beri centang. Jika sudah tekan Kirim. Selesai. Semoga bermanfaat. (rig)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Kamis, 22 Februari 2024 | 18:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Laksanakan Bantuan Penagihan Pajak, DJP: Perpres Perlu Direvisi

Kamis, 22 Februari 2024 | 18:15 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Reorganisasi Instansi Vertikal DJP Berlanjut? Ini Kata Dirjen Pajak

Kamis, 22 Februari 2024 | 18:07 WIB KEBIJAKAN PAJAK

60 Juta NIK Sudah Dipadankan Dengan NPWP

Kamis, 22 Februari 2024 | 18:00 WIB KPP PRATAMA PALOPO

Edukasi soal Bukti Potong, KPP Bahas Tanggungan Pajak Khusus ASN

BERITA PILIHAN
Kamis, 22 Februari 2024 | 18:30 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Laksanakan Bantuan Penagihan Pajak, DJP: Perpres Perlu Direvisi

Kamis, 22 Februari 2024 | 18:15 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Reorganisasi Instansi Vertikal DJP Berlanjut? Ini Kata Dirjen Pajak

Kamis, 22 Februari 2024 | 18:07 WIB KEBIJAKAN PAJAK

60 Juta NIK Sudah Dipadankan Dengan NPWP

Kamis, 22 Februari 2024 | 17:45 WIB KONSULTASI PAJAK

Pengajuan Permohonan IKH secara Online, Bagaimana Tata Caranya?

Kamis, 22 Februari 2024 | 17:30 WIB BEA CUKAI MALANG

Cegat Bus Antarkota di Pintu Tol, DJBC Amankan 30 Koli Rokok Ilegal

Kamis, 22 Februari 2024 | 17:27 WIB KEPATUHAN PAJAK

4,3 Juta WP Sudah Lapor SPT Tahunan 2023, Mayoritas Gunakan e-Filing

Kamis, 22 Februari 2024 | 17:01 WIB KINERJA FISKAL

APBN Catatkan Surplus Rp31,3 Triliun pada Januari 2024

Kamis, 22 Februari 2024 | 17:00 WIB TIPS PAJAK

Cara Ikut Lelang Barang-Barang Sitaan Pajak

Kamis, 22 Februari 2024 | 16:37 WIB PENERIMAAN PAJAK

Kontraksi, Penerimaan Pajak Terkumpul Rp149,25 Triliun di Januari 2024

Kamis, 22 Februari 2024 | 16:30 WIB PMK 7/2024

Beli Rumah Lain, WP OP Tak Boleh Lagi Pakai Fasilitas PPN DTP 2024