Academy - IC TP Batch 34
News - STAN Tax Writing Challenge
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
MALAYSIA

Malaysia Kaji Relaksasi Pajak untuk Layanan Perawatan Lansia

[DDTCNews] Redaksi
Kamis, 08 Oktober 2026 | 12.00 WIB
Malaysia Kaji Relaksasi Pajak untuk Layanan Perawatan Lansia
<p>Ilustrasi.</p>

KUALA LUMPUR, DDTCNews - Pemerintah Malaysia tengah mengkaji usulan pemberian relaksasi atas pengenaan sales and service tax (SST) terhadap layanan perawatan lansia.

Kajian tersebut dilakukan oleh Kementerian Keuangan bersama Kementerian Pemberdayaan Wanita, Keluarga, dan Masyarakat. Pemerintah menilai perlakuan pajak atas layanan perawatan lansia perlu ditinjau seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut.

"Pemerintah menyadari kekhawatiran mengenai dampak pajak layanan terhadap biaya yang ditanggung oleh para lansia yang menerima layanan perawatan," bunyi pernyataan Kementerian Keuangan, dikutip pada Kamis (8/10/2026).

Mengutip nst.com.my, pembahasan tersebut mencakup usulan untuk merelaksasi perlakuan SST terhadap layanan yang diberikan oleh pusat perawatan lansia. Pemerintah juga mempertimbangkan karakteristik layanan yang diberikan.

Melalui kajian bersama, pemerintah akan memastikan pengenaan SST tidak memberikan beban yang berlebihan kepada masyarakat pengguna layanan perawatan lansia. Pemerintah Malaysia juga melihat kebutuhan untuk menyusun perlakuan pajak yang lebih tepat sasaran terhadap sektor tersebut.

Pengenaan SST terhadap layanan perawatan lansia sebelumnya telah menjadi perhatian pemerintah dan parlemen Malaysia. Pada Juli 2026, pemerintah menyatakan tengah melakukan kajian lebih lanjut atas usulan pembebasan pusat perawatan lansia dari SST.

Saat itu, Wakil Menteri Keuangan Liew Chin Tong mengatakan Kementerian Keuangan bersama Kementerian Pemberdayaan Wanita, Keluarga, dan Masyarakat tengah mengkaji proposal untuk memberikan keringanan SST bagi pusat perawatan lansia. Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan berbagai usulan dari pemangku kepentingan sebelum kajian tersebut diselesaikan.

"Setiap usulan perbaikan dari seluruh pemangku kepentingan juga akan dipertimbangkan sebelum kajian tersebut diselesaikan," kata Liew dalam sidang parlemen Juli lalu.

Liew mengatakan pemerintah juga perlu melihat lebih lanjut karakteristik layanan yang diberikan oleh pusat perawatan lansia. Salah satu aspek yang dibahas adalah pembedaan antara layanan perawatan dasar dan layanan premium.

Pemerintah juga mempertimbangkan dampak pengenaan SST terhadap kelompok masyarakat yang menggunakan layanan tersebut. Saat ini, tarif SST yang berlaku adalah sebesar 8%.

Usulan relaksasi tersebut sebelumnya disampaikan Anggota Parlemen Lee Chuan How. Dia meminta pemerintah mengecualikan layanan perawatan lansia yang disediakan pusat yang terdaftar pada Social Welfare Department dari pengenaan SST.

Usulan tersebut antara lain didasarkan pada tingginya biaya perawatan lansia yang harus ditanggung keluarga. Biaya layanan disebut dapat mencapai sekitar RM2.500 atau Rp10,94 juta per bulan sehingga pengenaan SST dinilai berpotensi menambah beban biaya.

Dilansir malaymail.com Pembahasan soal perlakuan SST atas layanan perawatan lansia mengemuka ketika Malaysia menghadapi perubahan demografi dan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan long-term care. Kebijakan SST dinilai menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan pemerintah dalam menjaga keterjangkauan layanan perawatan bagi kelompok lanjut usia. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.