Berita
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN JEMBRANA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 17:28 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:31 WIB
PENANAMAN MODAL
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:30 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 14:00 WIB
DISKUSI PERPAJAKAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Reportase

Anda Belum Lapor SPT Tahunan Hingga Deadline Lewat? Ini Imbauan DJP

A+
A-
82
A+
A-
82
Anda Belum Lapor SPT Tahunan Hingga Deadline Lewat? Ini Imbauan DJP

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama. 

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) tetap meminta wajib pajak untuk menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) tahunan meskipun sudah lewat tenggat penyampaian pada akhir April 2020.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan imbauan tetap akan dikedepankan untuk mendorong wajib pajak melaporkan SPT tahunan tahun pajak 2019. Imbauan ini berlaku baik untuk wajib pajak orang pribadi maupun badan.

"Walaupun sudah lewat batas waktu, wajib pajak tetap diminta dan dapat menyampaikan SPT tahunannya. Kami akan mengimbau wajib pajak yang belum lapor SPT tahunan," katanya, seperti dikutip pada Minggu (3/5/2020).

Baca Juga: Wajib Pajak Harus Berikan Tanda Tangan Elektronik pada Surat Keberatan

Seperti diketahui, berdasarkan data di laman resmi DJP, per 1 Mei 2020 pagi, jumlah SPT tahunan yang sudah masuk sebanyak 10,97 juta. Jumlah tersebut masih turun sekitar 9,43% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 12,11 juta.

Dari jumlah SPT tahunan yang sudah masuk, pelaporan secara elektronik atau online tetap mendominasi sebanyak 10,60 juta atau mengambil porsi 96,60%. Meskipun jumlah SPT yang masuk turun 6,33%, porsi tersebut sudah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 93,41%.

Sementara itu, pelaporan secara manual tercatat sebanyak 372.897 atau turun 53,30% dibandingkan posisi per 1 Mei 2019 sebanyak 798.475. Porsi penyampaian SPT tahunan secara manual ini juga menyusut dari 6,59% pada tahun lalu menjadi 3,40% pada tahun ini.

Baca Juga: Soal PMK 89/2020, Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pajak Diharap Naik

Dilihat dari jenis formulir SPT-nya, semuanya mengalami penurunan. SPT 1770 tercatat sebanyak 1,03 juta (turun 19,41%), SPT 1770 S sebanyak 5,61 juta (turun 9,01%), SPT 1770 SS sebanyak 3,66 juta (turun 6,57%), SPT 1771 sebanyak 657.441 (turun 10,72%), dan SPT 1771 USD sebanyak 1.516 (turun 3,93%). Simak artikel ‘Deadline Berakhir, Jumlah SPT yang Dilaporkan Turun dari Tahun Lalu’.

DJP, sambung Hestu, akan tetap melayani konsultasi dan bimbingan kepada wajib pajak. Di tengah kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) pelayanan tetap diberikan melalui saluran-saluran elektronik yang tersedia.

Optimalisasi pelayanan melalui saluran elektronik akan dijalankan. Apalagi, turunnya pelaporan SPT tahunan diyakini karena masih banyak wajib pajak yang belum mampu secara mandiri melaporkan SPT tahunannya. Simak artikel ‘Kata DJP, Musim Pelaporan SPT Tahun Ini Jadi Pembelajaran yang Baik’.

Baca Juga: Ini Cara DJP Memvalidasi Penyampaian Surat Keberatan Elektronik

“DJP tetap melayani konsultasi dan bimbingan kepada wajib pajak, melalui saluran-saluran elektronik yang telah tersedia seperti telepon, chat, email, dan kelas pajak online selama periode WFH ini," imbuh Hestu.

Sebagai informasi, ada sanksi administrasi yang akan dikenakan kepada wajib pajak yang terlambat melaporkan SPT tahunan. Sanksi administrasi berupa denda Rp100.000 (wajib pajak orang pribadi) dan Rp1 juta (wajib pajak badan). (kaw)

Baca Juga: Simak, Ini Cara Penyampaian Surat Keberatan Secara Elektronik
Topik : pelaporan SPT, SPT, SPT tahunan, Ditjen Pajak, DJP, DJP Online, e-Filing
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Alfred Nixon Nikolas Missa

Sabtu, 09 Mei 2020 | 21:24 WIB
Lebih baik terlambat dari pada tidak melaksanakan kewajiban #MariBicara

Danny Fe II

Selasa, 05 Mei 2020 | 05:55 WIB
sjp tetap melayani konsultasi dan bimbingan? yakin praktek nya di lapangan sprt itu? saya berusaha tlp tdk di angkat..via email tdk di respon. pdhl saya sadar utk melaksanakan laporan spt tahunan badan, yg kebetulan badan usaha saya br dibentuk april 2019.. jd ini pertama kali buat saya..saya m ... Baca lebih lanjut

Herawati

Selasa, 05 Mei 2020 | 04:01 WIB
untuk masyarakat Indonesia tolong bantu kantor pajak untuk lapor pajak demi pembangunan Indonesia

Tri asep

Senin, 04 Mei 2020 | 09:37 WIB
WP & SPT laporan tahun kali ini mengalami penurunan bisa jadi salah satu dampak dari adanya covid-19 , yg berimbas pelaporan ada keterlambatan & Selin itu pun sistem laporan online mengalami hambatan buat " loge in " atau server pusat terjadi masalah sehingga buat pelapor ada kendala di khusus H - ... Baca lebih lanjut

Agus Haryanto

Senin, 04 Mei 2020 | 07:51 WIB
#MariBicara karena sibuk fokus menghadapi Covid 19 bisa jadi penyebab WP lambat menyampaikan SPT tahunan. yah kl bisa khusus WP pribadi jangan dikenakan denda bagi yg terlambat agar target tercapai ada pepatah biarlah terlambat daripada tidak sama sekali. mohon maaf sebelumnya.

Esmarwan

Senin, 04 Mei 2020 | 04:57 WIB
transparansi sistim perpajakan mencerminkan keberhasilan pembangunan bangsa dan negara

Darto Pranowo

Minggu, 03 Mei 2020 | 20:16 WIB
Satu motto untuk pajak "3KITA". Dari KITA, Oleh KITA, dan Untuk KITA. Artinya, bersumber dari KITA, KITA yang membayar, dan untuk kesejahteraan KITA ( masyarakat ). #MariBicara
1
artikel terkait
Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:50 WIB
TAX CENTER
Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:05 WIB
KONSULTASI
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:59 WIB
PMK 96/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:38 WIB
PMK 96/2020
berita pilihan
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN JEMBRANA
Kamis, 06 Agustus 2020 | 17:28 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:31 WIB
PENANAMAN MODAL
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:30 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:03 WIB
PENANAMAN MODAL
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:00 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 06 Agustus 2020 | 15:45 WIB
PER-14/PJ/2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 15:30 WIB
KOTA DEPOK