Review
Rabu, 08 Februari 2023 | 11:44 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (5)
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Fokus
Data & Alat
Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Reportase

Ada Kenaikan Suku Bunga, Suahasil Imbau UMKM Manfaatkan Insentif Ini

A+
A-
0
A+
A-
0
Ada Kenaikan Suku Bunga, Suahasil Imbau UMKM Manfaatkan Insentif Ini

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memiliki beberapa instrumen yang dapat menjadi bantalan bagi UMKM di tengah kenaikan suku bunga.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kenaikan suku bunga bakal merembet pada kenaikan bunga kredit UMKM. Untuk itu, ia berharap UMKM memanfaatkan kebijakan dan program pemerintah untuk mengurangi dampak kenaikan bunga kredit tersebut.

"Kami melihat UMKM pada saat ini banyak sekali bantalan yang diberikan kepada UMKM. Di pajak, insentif pajak untuk UMKM tetap berjalan dan semua UMKM bisa mendapatkannya," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, dikutip pada Minggu (27/11/2022).

Baca Juga: Mudahkan Pegawai Pabrik Bayar PKB, Pemprov Jabar Hadirkan Samsat Kawin

Insentif pajak yang dimaksud Suahasil tersebut ialah tarif PPh final sebesar 0,5% dari peredaran bruto untuk UMKM. Ketentuan itu diatur berdasarkan PP 23/2018 dan dapat dimanfaatkan UMKM yang memiliki penghasilan bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam setahun.

Selain itu, wajib pajak orang pribadi UMKM yang membayar pajak menggunakan skema PPh final UMKM akan mendapatkan fasilitas batas omzet tidak kena pajak senilai Rp500 juta. Ketentuan ini diatur dalam UU 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Dengan ketentuan tersebut, UMKM dengan omzet hingga Rp500 juta dalam setahun tidak perlu membayar PPh final. Jika UMKM tersebut memiliki omzet melebihi Rp500 juta maka penghitungan pajaknya hanya dilakukan pada omzet yang di atas Rp500 juta.

Baca Juga: Ini Data Jumlah Berkas Sengketa yang Masuk Pengadilan Pajak

Suahasil menambahkan pemerintah juga memiliki program kredit usaha rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. KUR merupakan kredit/pembiayaan modal kerja kepada debitur perorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, tetapi belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

Skema KUR diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembiayaan yang utama bagi UMKM sekaligus memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif.

Hingga 30 September 2022, subsidi bunga KUR diberikan kepada 5,64 juta debitur dengan total penyaluran KUR mencapai Rp269,31 triliun.

Baca Juga: Siap-Siap! Pemutihan Pajak Kendaraan Bakal Digelar Mulai April 2023

"Artinya, baki kredit KUR masih ada ruang untuk digunakan. Belum semuanya terpakai dan tentu nanti implikasinya ke subsidi bunga di APBN akan dihitung dengan cermat," ujarnya.

Suahasil menambahkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memiliki komitmen yang besar untuk mendukung UMKM. Selain Kemenkeu, kebijakan untuk mendukung KUR diberikan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baru-baru ini, BI telah menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) secara bertahap dari semula 3,5% menjadi 5,25% pada November 2022. (rig)

Baca Juga: NPWP 15 Digit Tak Berlaku Mulai 2024, Ini Langkah-Langkah Validasi NIK

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : insentif pajak, pph final, UMKM, uu hpp, wamenkeu suahasil, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK

Tren Kinerja VAT Gross Collection Ratio di Indonesia

Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023

Berlanjut, Rupiah Menguat Terhadap Mayoritas Mata Uang Negara Mitra

Selasa, 07 Februari 2023 | 18:00 WIB
KP2KP SAMBAS

Ada PTKP, UMKM Perlu Cek Lagi Catatan Omzet Saat Lapor SPT Tahunan

berita pilihan

Rabu, 08 Februari 2023 | 19:00 WIB
PROVINSI JAWA BARAT

Mudahkan Pegawai Pabrik Bayar PKB, Pemprov Jabar Hadirkan Samsat Kawin

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:58 WIB
SENGKETA PAJAK

Ini Data Jumlah Berkas Sengketa yang Masuk Pengadilan Pajak

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG

Siap-Siap! Pemutihan Pajak Kendaraan Bakal Digelar Mulai April 2023

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:30 WIB
KP2KP SAMBAS

NPWP 15 Digit Tak Berlaku Mulai 2024, Ini Langkah-Langkah Validasi NIK

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:15 WIB
BINCANG ACADEMY

Menyiapkan TP Doc 2023 dari Awal Tahun, Ternyata Ini Keuntungannya

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:54 WIB
PMK 177/2022

Begini Ketentuan Tindak Lanjut Pemeriksaan Bukper di PMK 177/2022

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:45 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Gandeng Pemda, DJP Bisa Lacak WP yang Omzetnya Tembus Rp500 Juta

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
SENGKETA PAJAK

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Pajak, Putusan ‘Menolak’ Naik 41%

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Orang Kaya Cuma Bayar Pajak 8%, Biden Usulkan Pengenaan Pajak Minimum

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH

Bakal Segera Terbit, DJPK Sebut RPP Pajak Daerah Sudah Diharmonisasi