Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ada Isu PBB Gratis, Tunggakan Capai Miliaran Rupiah

A+
A-
0
A+
A-
0

SUMENEP, DDTCNews – Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Sumenep, Madura masih terbilang cukup tinggi. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir hingga pertengan Agustus 2016 ini angka tunggakan PBB sudah mencapai miliran rupiah.

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi menjelaskan pada 2014 terdapat sekitar 760 ribu wajib pajak di Kabupaten Sumenep dengan target perolehan sekitar Rp4 miliar. Namun kenyataannya, perolehan PBB pada tahun itu hanya Rp2,5 miliar, sehingga tersisa Rp1,5 miliar yang tertunggak di 2014.

“Tunggakan PBB yang cukup besar itu menyebar di seluruh wilayah Sumenep dan terbesar di kecamatan kota. Dalam artian, setiap kecamatan yang ada di Bumi Sumekar ini, terdapat masyarakat yang masih belum melunasi PBB-nya,” ujarnya, Senin (15/8).

Baca Juga: Wah, Pemerintah Bakal Lakukan Rasionalisasi Pajak Daerah

Sementara itu, hasil tersebut ternyata tidak juga membaik di 2015. Hal ini dilihat dari target pajak yang seharusnya mencapai Rp4,5 miliar. Namun pemerintah daerah hanya mampu menarik PBB sebesar Rp1,3 miliar. Sehingga di 2015 masih tersisa sekitar Rp3,2 miliar. Jika ditotal, tunggak pajak 2014-2015 mencapai Rp4,7 miliar.

Adapun target PBB di 2016 sebesar Rp4,5 miliar, dengan capaian per pertengahan Agustus 2016 ini sebesar Rp200 juta. Imam menambahkan, realisasi ini masih memiliki peluang untuk bertambah. Sebab, masih ada kesempatan membayar hingga jatuh tempo penarikan PBB samapi 31 Oktober 2016.

”Alhamdulillah tahun ini sudah mencapai 200 juta. Kalau tahun-tahun sebelumnya hingga Agustus belum ada yang masuk ke kami,” katanya.

Baca Juga: Melihat Profil Pajak di Sentra Kepulauan Borneo

Menurut Imam, salah satu faktor penyebab rendahnya pendapatan PBB karena masyarakat beranggapan membayar PBB itu gratis. Padahal, pemda setiap tahun terus mengeluarkan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) sebagai bukti bahwa PBB tidak gratis. ”Sejak munculnya isu PBB gratis itu, masyarakat enggan membayar pajak,” ungkapnya.

Isu PBB gratis itu dikabarkan datang dari Bupati Sumenep Busyro Karim berpasangan dengan Sungkono Sidik yang melontarkan janji kampanye bebas PBB untuk masyarakat Kabupaten Sumenep pada masa pemilihan 2010-2015.

Saat ini pemda masih mencari solusi untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat Sumenep tentang kewajiban menunaikan PBB. Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan sampai ke tingkat desa agar masyarakat membayar PBB sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Hanya 1 dari Ratusan Pengusaha Walet yang Patuh Bayar Pajak

“Kami akan menggandeng sejumlah pihak, seperti pihak camat, kepala desa hingga tokoh masyarakat supaya bisa menyadari dan mengetahui tentang wajib PBB tersebut. Selain itu, kami akan mencari tahu persoalan yang terjadi,” tukasnya.

Dari jumlah pajak yang dibayarkan sebesar 5% akan dikembalikan kepada desa. Jika desa lebih awal melunasi PBB, seperti dikutip koranmadura.com, pemerintah daerah akan memberikan penghargaan. ”Kalau pelunasannya lebih awal, pasti kami beri reward,” ujarnya. (Amu)

Baca Juga: Pemasangan Tapping Box Kerek Penerimaan Pajak Hingga 80%

“Tunggakan PBB yang cukup besar itu menyebar di seluruh wilayah Sumenep dan terbesar di kecamatan kota. Dalam artian, setiap kecamatan yang ada di Bumi Sumekar ini, terdapat masyarakat yang masih belum melunasi PBB-nya,” ujarnya, Senin (15/8).

Baca Juga: Wah, Pemerintah Bakal Lakukan Rasionalisasi Pajak Daerah

Sementara itu, hasil tersebut ternyata tidak juga membaik di 2015. Hal ini dilihat dari target pajak yang seharusnya mencapai Rp4,5 miliar. Namun pemerintah daerah hanya mampu menarik PBB sebesar Rp1,3 miliar. Sehingga di 2015 masih tersisa sekitar Rp3,2 miliar. Jika ditotal, tunggak pajak 2014-2015 mencapai Rp4,7 miliar.

Adapun target PBB di 2016 sebesar Rp4,5 miliar, dengan capaian per pertengahan Agustus 2016 ini sebesar Rp200 juta. Imam menambahkan, realisasi ini masih memiliki peluang untuk bertambah. Sebab, masih ada kesempatan membayar hingga jatuh tempo penarikan PBB samapi 31 Oktober 2016.

”Alhamdulillah tahun ini sudah mencapai 200 juta. Kalau tahun-tahun sebelumnya hingga Agustus belum ada yang masuk ke kami,” katanya.

Baca Juga: Melihat Profil Pajak di Sentra Kepulauan Borneo

Menurut Imam, salah satu faktor penyebab rendahnya pendapatan PBB karena masyarakat beranggapan membayar PBB itu gratis. Padahal, pemda setiap tahun terus mengeluarkan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) sebagai bukti bahwa PBB tidak gratis. ”Sejak munculnya isu PBB gratis itu, masyarakat enggan membayar pajak,” ungkapnya.

Isu PBB gratis itu dikabarkan datang dari Bupati Sumenep Busyro Karim berpasangan dengan Sungkono Sidik yang melontarkan janji kampanye bebas PBB untuk masyarakat Kabupaten Sumenep pada masa pemilihan 2010-2015.

Saat ini pemda masih mencari solusi untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat Sumenep tentang kewajiban menunaikan PBB. Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan sampai ke tingkat desa agar masyarakat membayar PBB sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Hanya 1 dari Ratusan Pengusaha Walet yang Patuh Bayar Pajak

“Kami akan menggandeng sejumlah pihak, seperti pihak camat, kepala desa hingga tokoh masyarakat supaya bisa menyadari dan mengetahui tentang wajib PBB tersebut. Selain itu, kami akan mencari tahu persoalan yang terjadi,” tukasnya.

Dari jumlah pajak yang dibayarkan sebesar 5% akan dikembalikan kepada desa. Jika desa lebih awal melunasi PBB, seperti dikutip koranmadura.com, pemerintah daerah akan memberikan penghargaan. ”Kalau pelunasannya lebih awal, pasti kami beri reward,” ujarnya. (Amu)

Baca Juga: Pemasangan Tapping Box Kerek Penerimaan Pajak Hingga 80%
Topik : pajak daerah, pbb, kabupaten sumenep
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 21 November 2019 | 11:56 WIB
KABUPATEN MURUNG RAYA
Rabu, 20 November 2019 | 16:55 WIB
KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Rabu, 20 November 2019 | 11:47 WIB
PROVINSI SUMATRA UTARA
Selasa, 19 November 2019 | 17:20 WIB
KABUPATEN MALANG
berita pilihan
Selasa, 28 November 2017 | 16:01 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30 WIB
BALIKPAPAN
Jum'at, 16 September 2016 | 08:02 WIB
KOTA CIMAHI
Jum'at, 30 September 2016 | 10:01 WIB
KOTA BANDUNG
Rabu, 14 Desember 2016 | 17:18 WIB
KOTA BANDUNG
Kamis, 30 Maret 2017 | 12:01 WIB
KOTA BANDUNG
Jum'at, 23 September 2016 | 13:31 WIB
PROVINSI JAWA TENGAH
Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:01 WIB
PROVINSI LAMPUNG
Minggu, 09 Oktober 2016 | 15:38 WIB
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Kamis, 08 Desember 2016 | 11:23 WIB
KOTA MALANG