Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

6 Negara Ini Naikkan Tarif PPh Orang Pribadi Saat Pandemi Covid-19

A+
A-
2
A+
A-
2
6 Negara Ini Naikkan Tarif PPh Orang Pribadi Saat Pandemi Covid-19

Ilustrasi. 

PANDEMI Covid-19 telah menyebabkan tekanan berat pada isu kesehatan dan ekonomi masyarakat di dunia. Pada situasi tersebut, sebagian besar negara juga mengalami penurunan penerimaan pajak sebagai akibat dari pelemahan aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, kebutuhan belanja negara justru melonjak untuk menangani pandemi, mendukung pemulihan dunia usaha, serta melindungi masyarakat rentan. Beberapa negara di dunia memilih untuk menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) orang pribadi untuk menambah pundi penerimaan.

OECD Secretary-General Tax Report to G20 Finance Ministers and Central Bank Governors pada April 2021 memuat daftar negara yang memperkenalkan lapisan penghasilan penghasilan kena pajak baru dengan tarif tertinggi pada masa pandemi.

Baca Juga: Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Sebagian negara melanjutkan tren sebelum krisis, sedangkan sisanya memilih kebijakan itu sebagai respons atas pandemi Covid-19. Penerimaan yang didapat dari penambahan bracket PPh dengan tarif tertinggi itu digunakan untuk mendanai sistem kesehatan.

Selain OECD Secretary-General Tax Report to G20 Finance Ministers and Central Bank Governors April 2021, DDTCNews juga mengolah data dari berbagai sumber, termasuk taxsummaries.pwc.com. Berikut ini daftar beberapa negara yang menaikkan tarif PPh orang pribadi saat pandemi Covid-19.

  1. Korea Selatan
    Korea Selatan menambah tax bracket baru untuk penghasilan lebih dari 1 miliar won atau Rp12,8 miliar dengan tarif sebesar 45%. Sekarang, ada 8 bracket tarif PPh, yakni 6%, 15%, 24%, 35%, 38%, 40%, 42%, dan 45%.
  2. Selandia Baru
    Selandia Baru menaikkan tarif PPh pada bracket tertinggi dari 33% menjadi 39% pada masyarakat berpenghasilan di atas NZ$180.000 atau Rp1,83 miliar. Dengan demikian, jumlah bracket PPh orang pribadi ada 5, yaitu 10,5%, 17,5%, 30%, 33%, dan 39%.
  3. Kolombia
    Kolombia menambah 3 tax bracket baru dengan tarif lebih tinggi, yaitu 35%, 37%, dan 39%. Kolombia menerapkan tarif PPh orang pribadi yang sama untuk penghasilan pekerja dan pendapatan pensiun. Sebelumnya, pendapatan atas pensiun dikenakan dengan tarif yang berbeda dengan sejumlah pengecualian.
    Tarif yang berlaku terdiri atas 6 bracket, yakni 19%, 28%, 33%, 35%, 37%, dan 39%.
  4. Spanyol
    Spanyol menaikkan tarif PPh orang pribadi sebesar 2 poin persentase untuk wajib pajak berpenghasilan di atas €300.000 atau Rp5,2 miliar, seperti dari 43,5% menjadi 45,5% untuk penduduk Madrid dan dari 48% menjadi 50% untuk penduduk Catalonia.
    Secara umum, Spanyol menerapkan layer PPh orang pribadi, meliputi 19% untuk penghasilan hingga €12.450, 24% untuk penghasilan €12.451-€20.200, 30% untuk penghasilan €20.201-€35.200, 37% untuk penghasilan €35.201-€60.000, serta 45% untuk penghasilan di atas €60.000.
  5. Rusia
    Rusia resmi menaikkan tarif PPh orang pribadi dari 13% menjadi 15% pada wajib pajak dengan penghasilan di atas 5 juta rubel atau Rp943,3 juta mulai tahun ini. Namun, untuk penghasilan hingga 5 juta rubel tetap dikenakan tarif 13%.
  6. Republik Ceko
    Republik Ceko kembali menerapkan tarif pajak progresif untuk PPh orang pribadi mulai tahun ini dengan tarif tertinggi 23%. Dengan kebijakan tersebut, kini Republik Ceko memiliki 2 bracket tarif PPh orang pribadi, yakni 15% dan 23%. Tarif pajak yang tinggi berlaku untuk pada wajib pajak dengan penghasilan melebihi ambang 48 kali upah rata-rata, yakni CZK1,7 juta atau €64.646.

Pemerintah Indonesia belum lama ini juga menyampaikan rencana penambahan lapisan penghasilan kena pajak dan tarif PPh orang pribadi. Rencana yang akan memuat bracket baru dengan tarif hingga 35% ini diambil dengan harapan mampu menciptakan sistem perpajakan yang lebih sehat dan adil. (kaw)

Baca Juga: Pajak Karbon Diterapkan, Beban Eksportir Bakal Naik Belasan Triliun



Topik : pajak penghasilan, tarif PPh, PPh orang pribadi, kebijakan pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 22 Juli 2021 | 11:53 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal Rencana Pengenaan Pajak Karbon, Begini Kata Wamenkeu

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:00 WIB
KOTA BATU

Bisnis Vila Jadi Sasaran Ekstensifikasi Pajak

berita pilihan

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis-Jenis Retribusi Daerah

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:00 WIB
RESENSI JURNAL

Menilik Kebijakan Insentif Pajak China dalam Hadapi Pandemi Covid-19

Rabu, 28 Juli 2021 | 11:50 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Respons BKF

Rabu, 28 Juli 2021 | 11:00 WIB
SURAT EDARAN MENTERI PAN-RB 16/2021

ASN Sektor Nonesensial WFH 100%, Tjahjo Terbitkan Surat Edaran

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA KHUSUS

Ratusan Wajib Pajak Diperiksa, DJP Adakan Edukasi e-Objection

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:17 WIB
INSENTIF PAJAK

Lewat Instagram, Sri Mulyani: Ayo Segera Manfaatkan Insentif Pajak

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

PBB Tunjuk 25 Anggota Baru UN Tax Committee, Ada Perwakilan Indonesia

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

5 PMK Tarif Preferensi Dirilis, DJBC Harap Kinerja Ekspor Meningkat