Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Tarif PPh Badan Naik, Laba Bank Diprediksi Tergerus Ratusan Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Tarif PPh Badan Naik, Laba Bank Diprediksi Tergerus Ratusan Triliun

Ilustrasi. (DDTCNews)

WASHINGTON, DDTCNews—Penghasilan bersih setelah pajak dari 10 bank besar di AS diprediksi bisa terpangkas US$7 miliar, atau setara dengan Rp102 triliun setiap tahun apabila calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terpilih.

Prediksi ini diambil berdasarkan analisis yang dilakukan S&P Global Market Intelligence. Menurut S&P, penghasilan bersih dari 209 bank yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek bakal terpangkas US$9,36 miliar.

"Secara historis, beban pajak yang ditanggung oleh bank cenderung sama besar dengan tarif PPh badan. Artinya, kenaikan PPh badan akan sangat berdampak pada bank dibandingkan dengan sektor lainnya," tulis S&P, Senin (21/9/2020).

Baca Juga: Pangkas Tarif Cukai BBM, Setoran ke Negara Ini Hilang Rp188 Triliun

S&P Global Market Intelligence memperkirakan kenaikan tarif pajak akan mempengaruhi persepsi investor atas saham perbankan, terutama karena investor sangat berfokus pada price to earning ratio (PER) dalam menginvestasikan dananya pada instrumen saham.

Meski begitu, beberapa saham bank bisa saja makin menarik di mata investor terutama pada bank-bank yang memiliki deferred tax asset.

“Kenaikan tarif pajak akan membuat deferred tax asset lebih bernilai. Deferred tax asset bisa meningkatkan penghasilan bank pada setiap kuartal yang tercantum dalam nilai buku,” sebut S&P.

Baca Juga: Anthony Albanese Unggul di Pemilu 2022, Janji Pungut Pajak Secara Adil

Berdasarkan catatan S&P Global Market Intelligence, Citigroup merupakan bank dengan deferred tax asset terbesar yaitu mencapai US$23,87 miliar.

Seperti diketahui, Biden akan meningkatkan tarif PPh badan dari 21% menjadi 28%. Biden berupaya membalikkan kebijakan Donald Trump yang menurunkan PPh badan dari 35% menjadi 21% melalui Tax Cuts and Jobs Act (TCJA).

Biden memerlukan dukungan dari Senat AS untuk merealisasikan kenaikan tarif PPh badan. Meski begitu, Senat AS diperkirakan masih akan dikuasai Partai Republik sehingga rencana tersebut bisa jadi tidak akan berjalan mulus.

Baca Juga: Unggul di Pemilu 2022, Capres Ini Dituntut Lanjutkan Reformasi Pajak

S&P Global Market Intelligence memperkirakan Partai Republik dan Partai Demokrat akan menyepakati jalan tengah dengan tarif PPh badan hanya naik menjadi 25% atau 26%, tidak mencapai 28% seperti yang direncanakan oleh Biden. (rig)

Topik : amerika serikat, joe biden, pemilu presiden as, tarif pph badan, kenaikan tarif pajak, pajak interna

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 14:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Penghapusan NPWP Orang Pribadi yang Meninggal Dunia, Begini Caranya

Senin, 23 Mei 2022 | 14:07 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Upload Faktur Pajak Kena Reject dan Muncul ETAX-API-1001? Coba Ini

Senin, 23 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Progres PPS Melandai, DJP Yakin Peserta Ramai pada 1 Bulan Terakhir

Senin, 23 Mei 2022 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tempat-Tempat yang Tidak Dapat Menjadi Pemusatan PPN

Senin, 23 Mei 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Kumpulkan WP Prominen, DJP Kembali Ingatkan Segera Ikut PPS

Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB
DATA PPS HARI INI

Progres PPS Melambat, Harta WP yang Diungkap Tercatat Rp94,5 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 | 11:00 WIB
KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Waduh! Ratusan Kendaraan Dinas Daerah Ini Ketahuan Tunggak Pajak