Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Sistem Online Pajak Terganjal Aturan

0
0

BATAM, DDTCNews – Penerapan sistem online untuk pembayaran pajak daerah di Kota Batam masih terganjal satu hal. Pasalnya, hingga saat ini ketentuan umum yang mengatur soal pembayaran dengan sistem anyar tersebut belum juga diketok palu.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Batam Jefridin mengungkapkan pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan terkait penggunaan sistem ini. Sampai saat ini, sistem yang telah selesai dirancang untuk pajak hotel, hiburan, restoran, dan parkir.

“Kami juga tengah melakukan penelusuran apakah bisa menerapkannya dengan Perwako (Peraturan Wali Kota). Saat ini juga tengah dilakukan ujicoba dengan sejumlah vendor. Kami akan merampungkan semuanya secara bertahap” ujar Jefridin pada Sabtu lalu (23/7).

Baca Juga: Ini Sebab Pemkot Gagal Kejar Target Pendapatan Daerah 2018

Melalui sistem ini, masyarakat dapat menggunakan waktunya dengan lebih baik karena tidak perlu face to face dengan petugas Dispenda. Terkait inovasi ini, Dispenda berjanji bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dispenda Kota Batam optimis penerimaan pajak di kota ini akan meningkat setelah penggunaan sistem online. Hal ini karena kemudahan pelayanan dan akses akan membuat wajib pajak nyaman dalam melaksanakan kewajibannya.

Hingga saat ini, Dispenda Kota Batam telah meraup penerimaan sebesar Rp301,7 juta melalui sembilan sumber pajak daerah. Seperti dilansir melalui batampos.co.id, penerimaan ini setara dengan 45% dari target awal Dispenda yaitu sebanyak Rp673,4 juta.

Baca Juga: DPRD Minta Kenaikan Tarif Pajak Daerah Ini Tidak Ditunda Lagi

Seperti diketahui, Pemerintah Daerah Kota Batam akan mulai menerapkan sistem online  dalam pembayaran pajak mulai 2017 mendatang. Anggaran awal untuk pengadaan sistem online ini sekitar Rp500 juta yang telah masuk dalam APBD murni tahun 2016. (Amu)

“Kami juga tengah melakukan penelusuran apakah bisa menerapkannya dengan Perwako (Peraturan Wali Kota). Saat ini juga tengah dilakukan ujicoba dengan sejumlah vendor. Kami akan merampungkan semuanya secara bertahap” ujar Jefridin pada Sabtu lalu (23/7).

Baca Juga: Ini Sebab Pemkot Gagal Kejar Target Pendapatan Daerah 2018

Melalui sistem ini, masyarakat dapat menggunakan waktunya dengan lebih baik karena tidak perlu face to face dengan petugas Dispenda. Terkait inovasi ini, Dispenda berjanji bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dispenda Kota Batam optimis penerimaan pajak di kota ini akan meningkat setelah penggunaan sistem online. Hal ini karena kemudahan pelayanan dan akses akan membuat wajib pajak nyaman dalam melaksanakan kewajibannya.

Hingga saat ini, Dispenda Kota Batam telah meraup penerimaan sebesar Rp301,7 juta melalui sembilan sumber pajak daerah. Seperti dilansir melalui batampos.co.id, penerimaan ini setara dengan 45% dari target awal Dispenda yaitu sebanyak Rp673,4 juta.

Baca Juga: DPRD Minta Kenaikan Tarif Pajak Daerah Ini Tidak Ditunda Lagi

Seperti diketahui, Pemerintah Daerah Kota Batam akan mulai menerapkan sistem online  dalam pembayaran pajak mulai 2017 mendatang. Anggaran awal untuk pengadaan sistem online ini sekitar Rp500 juta yang telah masuk dalam APBD murni tahun 2016. (Amu)

Topik : berita pajak daerah, sistem online, kota batam
artikel terkait
Selasa, 02 Agustus 2016 | 09:43 WIB
KABUPATEN JAYAPURA
Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:41 WIB
PROVINSI SULAWESI SELATAN
Rabu, 07 September 2016 | 08:30 WIB
KOTA BEKASI
Jum'at, 11 November 2016 | 20:22 WIB
PROVINSI RIAU
berita pilihan
Kamis, 18 April 2019 | 13:51 WIB
KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 12 April 2019 | 13:42 WIB
KABUPATEN LUMAJANG
Kamis, 11 April 2019 | 17:58 WIB
KABUPATEN CIREBON
Rabu, 10 April 2019 | 16:48 WIB
KOTA PALANGKA RAYA
Selasa, 09 April 2019 | 18:15 WIB
KABUPATEN MALANG
Selasa, 09 April 2019 | 17:54 WIB
PROVINSI SULAWESI SELATAN
Selasa, 09 April 2019 | 16:32 WIB
KOTA BANDUNG
Selasa, 09 April 2019 | 10:27 WIB
KABUPATEN MALANG
Senin, 08 April 2019 | 16:24 WIB
PROVINSI JAWA BARAT
Kamis, 04 April 2019 | 21:20 WIB
KOTA SURABAYA