Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Sistem E-Parking Segera Diterapkan

0
0

BATAM, DDTCNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam berencana akan segera mengubah sistem penarikan parkir menyerupai penerapan parkir elektronik di Jakarta. Pemkot yakin cara ini akan menaikkan retribusi parkir hingga 500% dibandingkan sistem parkir manual.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengakui retribusi parkir di Batam belum maksimal. Hal ini diduga kuat karena sistem parkir yang masih dilakukan secara manual oleh juru parkir yang sampai sekarang masih diterapkan oleh Pemkot Batam.

“Berbeda jika nantinya diterapkan sistem elektronik seperti di Jakarta. Semua akan dicatat. Jika e-parking diterapkan, PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita dari retribusi parkir bisa terdongkak antara 300% hingga 500%,” ujar Zulhendri.

Baca Juga: Tarif PBB-P2 & NJOP Berubah, Sosialisasi Digencarkan

Dengan menggunakan sistem e-parking, juru parkir tidak diperkenankan untuk menerima uang langsung dari masyarakat yang memarkirkan kendaraannya. Sebab uang parkir itu akan langsung dibayarkan pada mesin yang telah disiapkan di titik-titik parkir.

Pemkot meyakini bahwa sistem anyar ini mampu mengurangi kehilangan pendapatan dari retribusi parkir yang dapat timbul dari sistem parkir manual. Pemkot berharap penggunaan sistem ini akan memberi kontribusi lebih bagi PAD Kota Batam.

Sementara itu, seperti dilansir melalui batampos.co.id, Pemkot masih memikirkan bagaimana pengelolaan sistem e-parking tersebut, apakah dikelola oleh swasta atau dikelola sendiri oleh Pemkot. Jika swasta yang mengelola, pemerintah akan mendapat bagian sebesar 40%, sedangkan 60% untuk swasta.

Baca Juga: Genjot Pajak Daerah, Intensifikasi Jadi Strategi

Hal berbeda terjadi jika Pemkot yang mengelola e-parking. Pemkot akan menerima pendapatan tersebut sepenuhnya. Hanya saja, pemerintah tetap perlu membeli alat dari pihak ketiga. Inilah yang masih dipertimbangkan oleh pemerintah.

“Penerapannya tidak sulit. Masyarakat tinggal menempelkan kartu dan tak perlu lagi menggunakan uang tunai. Jika isi kartu habis, tinggal membeli uang koin dan memasukkanya ke mesin,” pungkas Zulhendri. (Amu)

Baca Juga: Kejar PBB Rp45 Miliar, Bappenda Lakukan Langkah Ini

“Berbeda jika nantinya diterapkan sistem elektronik seperti di Jakarta. Semua akan dicatat. Jika e-parking diterapkan, PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita dari retribusi parkir bisa terdongkak antara 300% hingga 500%,” ujar Zulhendri.

Baca Juga: Tarif PBB-P2 & NJOP Berubah, Sosialisasi Digencarkan

Dengan menggunakan sistem e-parking, juru parkir tidak diperkenankan untuk menerima uang langsung dari masyarakat yang memarkirkan kendaraannya. Sebab uang parkir itu akan langsung dibayarkan pada mesin yang telah disiapkan di titik-titik parkir.

Pemkot meyakini bahwa sistem anyar ini mampu mengurangi kehilangan pendapatan dari retribusi parkir yang dapat timbul dari sistem parkir manual. Pemkot berharap penggunaan sistem ini akan memberi kontribusi lebih bagi PAD Kota Batam.

Sementara itu, seperti dilansir melalui batampos.co.id, Pemkot masih memikirkan bagaimana pengelolaan sistem e-parking tersebut, apakah dikelola oleh swasta atau dikelola sendiri oleh Pemkot. Jika swasta yang mengelola, pemerintah akan mendapat bagian sebesar 40%, sedangkan 60% untuk swasta.

Baca Juga: Genjot Pajak Daerah, Intensifikasi Jadi Strategi

Hal berbeda terjadi jika Pemkot yang mengelola e-parking. Pemkot akan menerima pendapatan tersebut sepenuhnya. Hanya saja, pemerintah tetap perlu membeli alat dari pihak ketiga. Inilah yang masih dipertimbangkan oleh pemerintah.

“Penerapannya tidak sulit. Masyarakat tinggal menempelkan kartu dan tak perlu lagi menggunakan uang tunai. Jika isi kartu habis, tinggal membeli uang koin dan memasukkanya ke mesin,” pungkas Zulhendri. (Amu)

Baca Juga: Kejar PBB Rp45 Miliar, Bappenda Lakukan Langkah Ini
Topik : pajak daerah, e-parking, kota batam
artikel terkait
Jum'at, 01 Juli 2016 | 14:42 WIB
YOGYAKARTA
Senin, 27 Agustus 2018 | 09:57 WIB
KABUPATEN BUTON
Rabu, 01 Agustus 2018 | 16:40 WIB
KABUPATEN WAY KANAN
Selasa, 22 November 2016 | 20:02 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
berita pilihan
Kamis, 30 November 2017 | 09:55 WIB
KOTA MEDAN
Senin, 11 Desember 2017 | 15:30 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
Jum'at, 11 November 2016 | 20:22 WIB
PROVINSI RIAU
Sabtu, 12 November 2016 | 12:40 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:55 WIB
KABUPATEN KOTABARU
Minggu, 13 November 2016 | 11:33 WIB
KABUPATEN PAMEKASAN
Senin, 14 November 2016 | 09:57 WIB
KOTA MEDAN
Senin, 14 November 2016 | 10:27 WIB
KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Senin, 14 November 2016 | 10:59 WIB
PROVINSI DI YOGYAKARTA
Selasa, 15 November 2016 | 14:31 WIB
KABUPATEN BANYUWANGI