Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Reportase

Realisasi Penerimaan PPh Badan Masih Minus

A+
A-
2
A+
A-
2
Realisasi Penerimaan PPh Badan Masih Minus

Ilustrasi. Refleksi kaca deretan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (1/6/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan pada Juni 2020 masih mengalami kontraksi, walaupun tak sedalam Mei 2020.

Hal ini dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/7/2020). Dia menyebut penerimaan PPh badan pada Juni 2020 minus 41,0% (yoy), tidak terlalu dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya 53,9%.

“PPh badan kondisi terburuknya terjadi di bulan Mei dengan kontraksi di atas 53%. Pada Juni, sudah mulai menunjukkan perbaikan dengan kontraksi menurun di 41%," katanya.

Baca Juga: Cara Mengajukan Surat Keterangan Fiskal Lewat DJP Online

Sri Mulyani menjelaskan kontraksi pada penerimaan PPh badan tersebut merupakan efek lanjutan dari pandemi virus Corona pada perekonomian di Indonesia.

Sementara itu, penerimaan PPh 26 juga mengalami perbaikan hingga positif 19,9% pada Juni 2020. Padahal, penerimaan jenis pajak tersebut pada Mei 2020 terkontraksi 19,7%.

Penerimaan PPh final juga menunjukkan pola yang sama. Pada bulan Mei, pertumbuhannya terkontraksi 35,0%, tetapi pada Juni sudah bisa tumbuh positif 6,1%.

Baca Juga: DJP: Fitur Penyampaian Surat Keberatan Secara Online Sudah Tersedia

Namun, untuk PPN dalam negeri, tetap terjadi kontraksi pada Juni 2020. Besaran penurunannya lebih rendah dibandingkan capaian pada Mei 2020. Pada Juni 2020, penerimaan PPN dalam negeri terkontraksi 27,7%, sedangkan pada bulan sebelumnya terkontraksi 35,5%.

Demikian pula PPN impor, yang tetap terkontraksi 5,6% pada Juni 2020. Pada Mei 2020, kontraksinya mencapai 37,4%. “PPN impor menggambarkan kegiatan ekonomi kita. Kita mengalami tekanan terberat pada bulan Mei lalu," ujar Sri Mulyani.

Meski demikian, Sri Mulyani berharap terjadi pemulihan kondisi ekonomi pada Juli 2020 seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru. Pemulihan tersebut juga diharapkan bisa terjaga hingga kuartal III dan IV/2020. (kaw)

Baca Juga: Tunjuk Tiktok Jadi Pemungut PPN, DJP Jelaskan Lagi Soal Kredit Pajak



Topik : kinerja fiskal, APBN 2020, PPh badan, Sri Mulyani, DItjen Pajak, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:38 WIB
PMK 96/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:53 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:15 WIB
LAYANAN BEA CUKAI
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:46 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:12 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:24 WIB
WEBINAR SERIES DDTC