Berita
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Proposal Pajak Minimum OECD Dituding Tekan Upah Buruh

A+
A-
0
A+
A-
0
Proposal Pajak Minimum OECD Dituding Tekan Upah Buruh

Kantor pusat OECD di Paris, Prancis. (Foto: oecd.org)

PARIS, DDTCNews - Trade Union Advisory Committee (TUAC) menilai proposal pajak minimum global Pillar 2: Global Anti Base Erosion (GloBE) yang diusung Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) berpotensi menciptakan kompetisi upah buruh secara global.

Dalam komentarnya atas proposal Pillar 2, TUAC berpandangan proposal akan mengurangi peran tarif pajak sebagai penentu keputusan penanaman modal. Faktor-faktor seperti skill tenaga kerja, upah pekerja, dan ketersediaan infrastruktur bakal menjadi faktor penentu yang lebih signifikan.

Akibatnya, ada potensi kompetisi dalam standar ketenagakerjaan dan upah buruh. "Negara-negara bisa berlomba-lomba menurunkan standar ketenagakerjaan dan menekan upah pekerja," tulis TUAC dalam komentarnya atas proposal Pillar 2 kepada OECD, dikutip Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Tarif Pajak Korporasi Bakal Dinaikkan Jadi 28%, Ini Kata Yellen

Dengan Pillar 2, beban pajak yang harus ditanggung korporasi berpotensi meningkat. Sebagai respons atas peningkatan beban tersebut, korporasi kemungkinan akan mengurangi pembayaran dividen pada pemegang saham, memangkas upah pekerja, atau meningkatkan harga jual.

Dari ketiga potensi respons tersebut, TUAC berpandangan korporasi akan lebih mengandalkan strategi pemangkasan biaya pekerja guna mengompensasi biaya yang timbul akibat kenaikan beban pajak pada proposal Pillar 2.

Meski demikian, pada skenario positif TUAC masih optimis negara-negara akan berlomba-lomba untuk meningkatkan skill pekerja guna menarik investasi asing ke negara masing-masing.

Baca Juga: OECD Tunggu Tim Perpajakan Internasional Biden

Terlepas dari potensi kompetisi upah pekerja tersebut, TUAC tetap mendukung tercapainya konsensus atas kedua proposal baik Pillar 1 yang mengatur mengenai pemajakan atas ekonomi digital maupun Pillar 2 tentang pajak minimum global.

TUAC sepakat dengan sikap OECD yang memproyeksikan maraknya penerapan pajak secara unilateral dan perang dagang yang timbul bila kedua proposal tak kunjung disepakati oleh negara-negara anggota Inclusive Framework pada pertengahan 2021.

"Pesan dari OECD kepada negara-negara sangat jelas. Segera capai konsensus pada 2021 atau akan terjadi perang dagang yang menekan perekonomian global hingga -1%," tulis TUAC. (Bsi)

Baca Juga: Dinilai Jadi Pertanda Baik, AS Tahan Aksi Balasan Pajak Digital
Topik : pillar 2, OECD, upah buruh
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 10 Desember 2020 | 11:26 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Kamis, 10 Desember 2020 | 10:46 WIB
AUTOMATIC EXCHANGE OF INFORMATION
Rabu, 09 Desember 2020 | 07:01 WIB
PENERIMAAN PAJAK OECD
Jum'at, 04 Desember 2020 | 16:45 WIB
BELGIA
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:46 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:45 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:32 WIB
BARANG MILIK NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:23 WIB
KEUANGAN NEGARA