Fokus
Literasi
Selasa, 29 September 2020 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 09:09 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 16:33 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Pemerintah Godok PMK Lanjutan PPN PMSE Asing

A+
A-
0
A+
A-
0
Pemerintah Godok PMK Lanjutan PPN PMSE Asing

Ilustrasi. Warga mengakses layanan film daring melalui gawai di Jakarta, Sabtu (16/5/2020). DJP melakukan pungutan PPN sebesar 10% bagi produk digital impor dalam bentuk barang tidak berwujud maupun jasa (streaming music, streaming film, aplikasi, games digital dan jasa daring dari luar negeri) oleh konsumen di dalam negeri.. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Pajak (DJP) masih akan menyempurnakan pengaturan pungutan PPN pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) dengan menerbitkan beleid lanjutan atas PMK No.48/2020.

Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Arif Yanuar mengatakan DJP tengah menggodok beleid baru yang menguatkan aspek administrasi dalam penerapan PPN PMSE asing, sekaligus memastikan kepatuhan para pemungut dan penyetor PPN PMSE.

"Jadi akan ada PMK lanjutan akan mengatur untuk pelaku usaha yang sudah ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE dalam PMK 48/2020," katanya dalam acara BPPK Kemenkeu, Jumat (24/7/2020).

Baca Juga: Bandingkan Prospek Ekonomi Indonesia dan Filipina, Ini Kata World Bank

Arif menambahkan terdapat dua poin penting dalam pengaturan administrasi bagi pemungut dan penyetor PPN PMSE. Pertama, membuka ruang bagi perusahaan asing yang ditunjuk sebagai pemungut dan penyetor PPN PMSE untuk mendelegasikan tugas tersebut kepada perwakilan di Indonesia.

Kedua, memastikan adanya kesetaraan administrasi pajak antara pemungut PPN PMSE dan pengusaha kena pajak (PKP) domestik. Salah satunya adalah perihal mekanisme sanksi administrasi.

“Pengaturan kedua yang coba kita deliver kepada mereka (pelaku usaha PPN PMSE) terkait sanksi itu sama seperti wajib pajak PKP di Indonesia. Kalau telat bayar ya [sama-sama] kena sanksi 2%. Ini sedang saat ini sedang kami bahas,” tutur Arif.

Baca Juga: Kanwil DJP Sumut I dan Tax Center Politeknik WBI Medan Teken MoU

Untuk diketahui, mekanisme pemungutan PPN PMSE diatur dalam turunan PMK 48/2020, yaitu Peraturan Dirjen Pajak No. PER-12/PJ/2020. Melalui beleid itu, DJP mengatur batasan kriteria tertentu pemungut dan prosedur teknis lainnya.

Batasan kriteria pemungut PPN PMSE meliputi nilai transaksi dengan pembeli di Indonesia melebihi Rp600 juta dalam setahun atau Rp50 juta dalam sebulan dan/atau jumlah trafik atau pengakses di Indonesia melebihi 12.000 dalam setahun atau 1.000 dalam sebulan.

Saat ini, enam entitas bisnis asing telah ditunjuk DJP sebagai pemungut dan penyetor PPN PMSE antara lain Amazon Web Services Inc., Google Asia Pacific Pte. Ltd., Google Ireland Ltd., Google LLC., Netflix International B.V., dan Spotify AB. (rig)

Baca Juga: DPR Akhirnya Sahkan RUU Bea Meterai Jadi Undang-Undang

Topik : PPN, PMSE asing, pmk 48/2020, DJP, pajak digital, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 28 September 2020 | 15:53 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 28 September 2020 | 15:11 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Senin, 28 September 2020 | 14:52 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 28 September 2020 | 14:49 WIB
PMK 132/2020
berita pilihan
Rabu, 30 September 2020 | 06:00 WIB
LAPORAN BANK DUNIA
Selasa, 29 September 2020 | 18:15 WIB
SUBSIDI UPAH
Selasa, 29 September 2020 | 16:54 WIB
APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Selasa, 29 September 2020 | 16:20 WIB
VIETNAM
Selasa, 29 September 2020 | 16:07 WIB
BEA METERAI
Selasa, 29 September 2020 | 15:50 WIB
PENGADILAN PAJAK
Selasa, 29 September 2020 | 15:24 WIB
APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 | 15:23 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL